Wednesday, April 1, 2009

KEMUDIAN MEREDA

photo by arillia(senior saya di LPM)
foto ini asli, diambil di halaman samping FE Universitas Brawijaya Malang

Sekarang, saat ini, detik ini, aku mengerti.

Setiap hujan yang turun, dengan keindahan dan kepedihan yang dia bawa. Setiap tetesannya nantinya akan menyisakan jeda tenang yang memikat. Disisi itu, kita bisa menikmati hening yang tercipta dan sisa ‘pluk-pluk’ pelan dari sisa air hujan dari genting, atau daun, atau apapun yang turun ke kubangan kecil jauh dibawahnya. Saat-saat ajaib yang menggetarkan dan membuat kita lebih bisa paham dan merenung, memikirkan banyak hal yang tersangkut emosi (emosi bukan rasa marah. Dia hanyalah perasaan yang muncul karena sesuatu sebagai pemicunya).

Ada kemungkinan dari harapan tipis yang muncul, setelah hujan mereda akan terlukis pelangi. yang mewarnai langit kelam itu dengan lengkungannya,menghibur mata kita setelah masa-masa gelap yang muram.

Dan aku….?

Aku menikmati masa-masa menunggu dan berharap itu. Apakah hujan kali itu akan membawa serta pelangi yang tersemat atau tidak.

Aku memang pernah bilang, aku jatuh cinta pada hujan. Aku menantikan datangnya dia akan ‘menyejukkan’ aku. Bahwa kehadirannya membawa damai tanpa ragu dan tanya yang mengganggu, bahwa dia akan bisa mengobati sakit yang pernah ada, bercampur baur dengan rendah diri yang bersekutu dengan sepi.

Aku pernah yakin telah benar-benar menemukan ‘sang hujan’ itu. Suatu hipotesa terlalu dini yang mengecewakan. Aku ragu. Aku tidak tahu apakah dimasa depan akan benar atau tidak, tapi aku salah untuk sementara waktu sampai satu saat yang tidak bisa dikirai.

Aku berharap datang pelangi dalam muramnya aku. Bukan berupa seseorang, tapi banyak orang yang kemudian mewarnai hari dan hati. Membuat aku tidak lagi kelabu dan menikmati tiap detik kebersamaan. Aku mau mereka, pelangi yang indah dan baik. Yang akan menjadi partner tertawa hingga nanti… hingga hujanku benar-benar datang.

11 comments:

  1. hui sist... mank udagh bikin yak... iya pas first impression liat blog kamu qw uga rada2 egh mank surprice uga... hehehehhehehhehhhe lagi ngurus blog nie aj sist..... tar dagh klu dagh ok kayak blog ente... qw bikin.. heheheh met nulis yaaaaaaaaaaaaa.... hav a gud -Day,^


    Betewe.. OK banget sist..pictnyaaa.................. pengin T,T

    ReplyDelete
  2. wah beutiful inih, aduh beutiful, jadi pingin nyari dimana akhir dari pelangi ini, siapa tau bisa ngintip bidadari (nah ini contoh korban film silat di TV)

    heuheue ... yep setelah 'hujan' pasti ada sesuatu yang lebih indah lagi ... :D

    ReplyDelete
  3. percaya ga sih, sekalipun harapan itu tipis, tapi suatu saat akan jadi kenyataan kalau kita tetap sabar menunggu pelangi, menunggu hujan dan menunggu pagi.

    ReplyDelete
  4. aku juga suka mendengar tetes hujan yg tersisa ketika mereka jatuh ke bumi. indah bgt spt senandung bidadari. lha, kyk pernah denger aja. he he he...senandung bidadari tuh kyk apa?

    ReplyDelete
  5. Sang Hujan datang....
    sambut aku ya...

    hehehe

    ReplyDelete
  6. Huaa...Brawijaya ya? Hiks..hiks..jadi ingat jaman kul,saya dari sana jugah non.Pakabar malang sekarang?

    ReplyDelete
  7. hujan membawa berkah
    tapi di saat yang sama hujan juga bisa membawa petaka

    tetapi sejatinya, bukanlah hujan yang membawa petaka
    hanya tangan manusia saja yang mampu merubahya

    Tuhan, jadikan hujan-Mu bermanfaat bagi kami, makluk ciptaan-Mu...

    ReplyDelete
  8. Mengapa pelangi selalu diasosiasikan sebagai pertanda baik?

    ReplyDelete
  9. buat media... boleh,ambil aja fotonya :)

    ReplyDelete
  10. katanya mereka telah menemukan ujung pelangi. coba kautanya mereka. setelah kaudapat jawabnya, beritahu aku ya. beritahu saja. karena kesanalah aku tidak akan menuju. aku ingin menjaga petualangan ini tetap hidup

    ReplyDelete
  11. huiiiii... yakinn gak dapet apa2......!!! palenk situ yang dapet ide buat ngerjain..hehehhehe.... hokay sist. thanks yak :)

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...