Saturday, November 13, 2010

NGOBROL KEMANA-MANA

Mencoreti jendela lagi, memutuskan di malam minggu berdiam dalam sepetak tempat di dunia nyata dan setapak tempat dalam jendela, bersama es teh tawar.. satu gelas besar. 
Segarnya masih seperti biasa, tapi kali ini tawarnya juga ikut terasa, padahal saya sudah terbiasa dengan rasanya selama bertahun.

Kadang-kadang saya benar-benar terpaku pada segala pikiran tentang jalan yang akan saya lalui.
Apa yang akan saya lakukan setelah ini... Bagaimana dengan skripsi... Bagaimana dengan segala hal yang ingin atau harus saya lakukan nanti. Apa.....

Minat kadang begitu susah ditapaki dalam keadaan bimbang.

Rentetan gagasan dikepala saya, ah bukan soal dunia tempat saya berdiri sendiri. Melongok keluar jendela dan menyelami hati. Bukan seperti itu....

dunia akademis.

Dunia akademis adalah sesuatu yang terus muncul dalam kepala saya, namun ketika satu persatu sudah dilalui... lega itu ada. Entah ini soal seminar proposal sebentar lagi atau bagaimana. Saya merasa... penuh. Entahlah.

Dan segala yang penuh itu memberat dikepala, mestinya segala hal yang bisa akan dengan mudah dilalui... dengan optimis... tidak saya persulit sendiri. Kadang rasanya cukup buruk ketika obrolan semua orang sudah menyangkut skripsi.

Entah apa ini rasanya..
mendung kali ini begitu tidak biasa.

17 comments:

  1. rehat sejenak ... tak semuanya harus disimpan di kepala, sesekali sisipkan sedikit untuk dititipkan pada angin agar turut melihat malam.

    met malam minggu, Nyin

    ReplyDelete
  2. rehat sejenak ... tak semuanya harus disimpan di kepala, sesekali sisipkan sedikit untuk dititipkan pada angin agar turut melihat malam.

    met malam minggu, Nyin

    ReplyDelete
  3. kadang kita sudah siap, tetapi rasa was-was bisa membuyarkan semuanya...

    percaya diri aja dek, semua pasti terlewati...

    semangaaaaat ^^

    ReplyDelete
  4. Semoga jalan keluar cepat terbuka,
    Semoga diri kita dapat mengobati jiwa dengan kekuatan doa dan shodaqoh.
    Jangan putus asa manakala kecemasan yang menggenggam jiwa menimpa.
    Saat paling dekat dengan jalan keluar adalah
    Ketika telah terbentur pada keputus asaan.

    Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka, kita dapat mengatasi permasalahan yang besar.

    Sukses selalu.

    Salam ~~ "Ejawantah's Blog"

    ReplyDelete
  5. selalu berusaha dengan memandang sekitar untuk menyemangati diri sendiri, dan itu juga bisa dikatakan naluri sebagai manusia pembelajar....jiwa sudah diberikan otonomi oleh Allah untuk mengelolanya, kalau rusak itu akibat ulah hati sendiri.

    ReplyDelete
  6. Wah baru berkunjung lagi, templatenya sdh ganti ya, bagus Nin ^^

    Smg dilancarkan sgl usahanya ya sayang ^^

    ReplyDelete
  7. fokus tapi tetap longgarkan sedikit ruang untuk tertawa, untuk rileks agar tidak meluap ^^

    selamat pagi ninda,..smg sukses trus dgn kuliah,skripsi, dan hidupnya ya :)

    ReplyDelete
  8. tetap semangat mbak... dan terus berharap dan melakukan yang terbaik...

    ReplyDelete
  9. Tenang saja Mbak semua orang pasti pernah mengalami kegalauan semacam itu...Ada lagunya : BADAI Pasti Berlalu

    ReplyDelete
  10. masa depan memang kdg2 susah ditebak ya, nyin...
    tapi, jgn jadikan beban...
    jalani ajah yg ada skrg dan ttp berdoa agar mdpt yg terbsik.. :)

    ReplyDelete
  11. ada kalanya perlu istirahat dan bersantai sejenak untuk memulai sesuatu yang lebih besar...

    ReplyDelete
  12. Mungkin butuh waktu untuk istirahat..tetap semangat ya..

    ReplyDelete
  13. kamu mbayangin saja wajah saya pas lagi berambut kribo...
    pasti jd semangat lagi... hehehehe

    ReplyDelete
  14. wehee.. skripsi yaa?
    dari pengalaman senior2 di kampus. org lama lulus srgnya krn mandek d skripsi aja.
    jadiii.. jgn patah semangat mbaakk..! hohoww..

    ReplyDelete
  15. tenangkan diri, nikmati sebatang Magnum dengan belgian chocolate, semoga jadi semangat lagi :)

    *ebuset dibayar berapa saya sama Walls?*

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...