Wednesday, September 7, 2011

YANG TIDAK BISA DIKOMENTARI

big thank's to dearest friend Hartik, yang situsnya selalu penuh dengan reblog gambar-gambar bagus. jendela ini selalu mencomot dari sana sejak beberapa bulan lalu :)

Posting yang tidak bisa dikomentari bukan karena sebuah kesalahan pengaturan, tapi karena memang saya setting demikian. Saya cuma kepingin cerita tanpa perlu merasa dicampuri dengan pemikiran setiap kepala yang mampir.

Saya pikir setiap orang punya masa-masa kepingin ada spasi dari manusia-manusia lain. Spasi yang dia butuhkan selama beberapa waktu untuk tenggelam dan mendengarkan diri sendiri. Bagi saya menulis adalah media paling mudah untuk mendengar sesuatu yang sebelumnya mungkin tidak saya dengar dan saya lupakan dalam renungan.

Kadang-kadang menulis menyerupai kaca yang memantulkan banyak hal, termasuk keinginan dan kebutuhan. Jadi saya terus-menerus butuh itu ketika tidak dalam keadaan emosi yang bagus. Anda bisa mencoba hal yang sama ketika kepingin cerita dan kuatir opini anda dipojokkan oleh sebagian orang yang mampir, atau mungkin disalahkan, atau mungkin dikasihani dengan tanggapan prihatin, atau mungkin membuat anda terganggu dengan pertanyaan ada apa? mempertandakan perhatian tapi juga  bisa menambah depresi dengan cara yang entah bagaimana. Kita butuh bercerita karena ingin, karena merasa perlu, bukan karena merasa terpaksa... apalagi dipaksa.

Saya muncul lagi di ranah keceriaan hari ini, selamat malam :)

6 comments:

  1. yah gw bisa mengerti... lo mungkin butuh tempat curhat. dan blog seringkali jadi tempat curhat yang efektif. :)

    ReplyDelete
  2. Ya ya ya soal posting-an boleh dikomentari atau tidak, itu terserah pemilik blog. :)
    Toh jikalau ada narablog yg ingin mengomentari ia bisa mem-ping posting-an Ninda dan memberi komentar di blog-nya, seperti yang dilakukan Raditya Dika di blog-nya. ^^

    ReplyDelete
  3. barangkali urusan dunia jadi bukan prioritas lagi Ninda. terserah orang bilang apa juga, kita punya kehidupan sendiri. Punya uang... dan menghambakan diri pada Allah

    ReplyDelete
  4. bisa dimengerti kok, An. lagian, ini kan blogmu, jadi kamu punya hak mengatur kolom komentarmu. kadang saya mampir juga sih tapi gak koment karena gak bisa koment. heheee

    ReplyDelete
  5. kalau blog personal memang tak mengapa form komentar dikunci, kalau blog umum, kayanya bukan hal yg bagus deh, soalnya feedback pembaca sangat diperlukan

    ReplyDelete
  6. kadang kesendirian itu perlu ^_^

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...