Sunday, October 30, 2011

GREYISH

from elcaamiinooreal's mim


Hari ini saya merasa abu-abu. 
Entahlah.
Menghabiskan waktu bersama teman-teman yang saya kenal baik ternyata ngga cukup bisa menyembuhkan abu-abu saya. Kami bersama-sama saat itu dengan batas waktu, setelah itu dua teman saya kembali belajar bahasa Inggris di kampung Inggris, satu teman baik saya yang tersisa berada tidak jauh dari kos saya (yang berarti saya melewatkan sebagian besar waktu bersama dia) kemarin sore merantau ke Bali untuk panggilan-panggilan kerja rombongan yang dia terima. Orang yang baik dan ulet, teman saya itu... semoga dia segera menemukan kesuksesannya dalam wadah yang tepat dan dia inginkan.
Sisanya mungkin ada di kota yang sama tapi bukan berarti kami bisa setiap hari bertemu.
Saya merasa kehilangan banyak kemarin dan merasakan rindu pekat yang tidak bisa saya jelaskan bagaimana.
Saya ngobrol malam bersama salah satu sahabat saya dan tertawa untuk hal-hal yang sebenarnya tidak lucu, sejujurnya itu lumayan membantu. Tapi secara fisik saya merasa begitu sendirian disini. Saya menjadi terlalu lelah untuk bepergian dan terpaku pada harapan. 
Saya ingat prosesi wawancara akhir saya bersama dua bapak-bapak goodlooking yang tidak diragukan lagi taraf pengalaman dan kecerdasannya itu, saya grogi setengah mati dan tersenyum-senyum aneh sepertinya di sepanjang durasi wawancara itu. Saya blank dan bahkan melupakan perkara dasar yang diajarkan di awal-awal semester selama saya berkuliah. Bahwa POAC adalah planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Saya merasa malu untuk ingatan yang berkarat itu, saya masih perlu belajar banyak, dan itu adalah salah satu hal yang menekankan saya untuk tidak punya nyali menjadi sombong.
Saya masih merasa kelabu dan berharap agar waktu-waktu tidak jelas ini segera berakhir. Serasa kepingin menangis tapi mata saya tajam menatap langit-langit kamar, datar, kering.

God, please... please... make this easy to me...  make my wish come true. Please make me believe that everything is okay. Please... :(

12 comments:

  1. *cipok anin*
    *peluk*
    *elus2*
    amin...

    ReplyDelete
  2. Coba minum susu dulu deh supaya agak segeran nggak abu-abu lagi. Semangat! B)

    ReplyDelete
  3. Realita memang sering terasa menyesakkan. Saya tidak akan menyalahkan kalau anda tertekan. Yang perlu kita lakukan adalah selalu mengingat Allah saat senang ataupun sedih. Insya Allah kita akan baik-baik saja.
    Gunakanlah kesehatan yang tak ternilai harganya ini untuk berikhtiar. Kalau tidak, dunia akan meninggalkan kita.

    ReplyDelete
  4. smoga kelabunya tdk berkepanjangan mbak,, seperti mendung kelak akan cerah juga,, setelah hujan itu turun

    ReplyDelete
  5. duh ingatanku juga parah nyin, sama dg mu, nggak berani nyombong krn yg di dalam otak cuma kayak kosong xD

    btw, nanti ikut ya kuis if you were mine, barangkali kamu bisa menang dan itu bisa mengusir abu2mu ^ ^

    ReplyDelete
  6. teman memang kadang jadi obat mujarab
    kayak disini yang terisolir dari peradaban
    kalo ada teman yang lagi cuti
    rasanya kehilangan sesuatu banget

    ReplyDelete
  7. kakaaaaa.... cuma diri sendiri yang bisa mengubah keabu-abuan itu kak T.T percaya yakin dan usaha kak...

    ah, semoga keinginannya terwujud kak, sekalian mimpiku juga XDDD

    #disepakmangga

    ReplyDelete
  8. heum kalo kata rene suhardono : follow your heart find your passion.. karena kadang dalam pencarian itulah maka akan ketemu warna-warni yang menghidupkan.

    jadi, mulai dengan pertanyaan ini : What Do You Like The Most?

    #nyambung gak sih?

    ReplyDelete
  9. mmmm, dengan menumpahkannya diblog..semoga menjadi jernih lagi ^__^

    ReplyDelete
  10. Ow, perasaan saya udah pernah nulis komen di sini. Koq ngga ada, ya? *ubek-ubek*

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...