Monday, October 10, 2011

WOMEN - UNREVEALED SIDE

from elcamiinooreal's mim

Saya ingat waktu dulu saya pertama kali memutuskan untuk memakai kerudung, saat saya menghapus foto-foto lama dengan foto-foto baru yang menggunakan kerudung di akun-akun dunia maya saya. 
Saya juga ingat ada seorang teman yang pernah menjadi roommate saya menyapa saya via dunia maya, saya memang sudah lama tidak bertemu dia waktu itu. Fotonya sudah pakai kerudung juga, dia bilang sama saya sudah lebih lama kerudungan ketimbang saya dan menyarankan agar saya tabah pada cuaca panas dan lain sebagainya.

Kata dia itu bisikan setan, jangan dituruti.
Iya, saya bilang. Saya serius dengan apa yang saya lakukan.
Ketika dia mau lulus dan melakukan foto kerja serta foto wisuda, dia mengaplod semua hasil fotonya yang kesemuanya ngga pakai kain kerudung.
PPnya hh... menampakkan sedikit bagian dada.
Mulai ada perasaan ngga enak yang ngendon dipikiran saya.

Dia hadir di jobfair kapan waktu yang saya bilang itu, Gramedia Expo. Bajunya rapi sebagaimana pelamar. Saya bertemu dia lagi dalam keadaan sama, dia yang tidak memakai kain kerudung mengurai rambutnya bebas, make up dan lengan baju yang tidak panjang. Tidak sungkan sama sekali dalam keadaan tersebut. Tidak sungkan juga bertemu saya, entah tidak ingat atau pura-pura lupa pada anjuran menariknya bahwa segala hal yang menyebabkan kerudung terlepas adalah setan.

Saya ngga menyapa dia waktu itu meskipun dia juga ngeh dengah kehadiran saya. Saya merasa ngga nyaman. Bukan hanya karena soal kerudung yang dia perlakukan sebagai aksesoris pada suatu waktu yang bisa dicopot dan dipakai lagi dihadapan banyak orang. Saya teringat bahwa sejak dulu dia memang bukan orang yang menyenangkan untuk berbagi kamar dan ternyata sampai sekarang pun sepertinya dia tidak mengalami perubahan sifat sebagai peningkatan eksistensinya sebagai manusia. Ketika saya salah dia tidak pernah menegur saya dan membicarakan dibelakang. Dia juga mendiamkan saya dan memasang wajah ngga enak berhari-hari. Bahkan juga tidak membangunkan saya ketika saya kesiangan bangun di bulan puasa untuk menghadiri kelas pagi padahal dia tahu meskipun beda kelas jam mulai kelas dan subject kami sama hari itu. Setelah saya tahu apa yang menyebabkan dia kesal kepada saya, saya menegurnya pagi-pagi dan berusaha sehalus mungkin menyampaikan saya ngga suka dia begitu, kita ini sekamar lho jadi ada baiknya jujur saja kalau saya melakukan hal yang tidak kamu sukai. FYI, saya bukan tipe orang yang sanggup judes dengan teman sendiri apalagi cewek... waktu itu. Mungkin sekarang sudah berubah ya, entah sih.

Jadi selanjutnya saya kaget sekali karena dia menanggapi omongan saya dengan dia berteriak kepada saya, membentak dan menuduh saya memfitnahnya kemudian membanting pintu. Sementara yang berada dalam pikiran saya saat itu adalah, shock... tidak pernah ada orang yang memperlakukan saya dengan demikian. Bahkan emak dan mbah kakung yang mengasuh saya sejak kecil, bahkan juga teman baik saya yang lelaki.

Kami tidak bertegur sapa lagi dan berbaikan sewaktu dia sakit dan orang tuanya menitipkan dia kepada saya, sementara tidak ada teman-teman kos koleganya di rumah itu. Berbaikan secara langsung saja tanpa pernah membahas kejadian sewaktu itu.

Tapi batin saya nelangsa sekali. Saya pikir saya tidak akan bisa hidup dengan nyaman sekamar dengan orang ini dan orang lain juga sangat mungkin akan terjadi hal yang sama dengan masalah saya dengan dia. Saya pindah kos setelah tepat setahun. Sekarang, setelah selama kuliah saya sudah menempati tiga tempat kos khusus putri. Saya jadi mengerti perasaan dua kenalan baru saya sewaktu saya bimbingan belajar di luar kota lulus SMA dulu itu, mereka sering main ke kosan saya yang hanya dihuni setumpuk lelaki dengan hanya tiga orang wanita yaitu saya, ibu kos superbaik dan mbak kos yang usianya terpaut jauh dari saya maka kami adem-adem saja. Kedua kenalan saya itu ngga pernah krasan di kosan mereka sendiri dan lebih banyak menghabiskan waktu dikosan saya saat itu karena berbagai bentrok dengan teman kos mereka yang lain. 

Yang berhasil saya simpulkan dari itu adalah satu hal : bahwa sangat bahaya mencampur banyak wanita dalam satu rumah. Wanita-wanita dalam kos biasanya selalu punya dua muka dan sifat-sifat yang mengkhawatirkan (atau menakutkan). Saya lebih memilih menjalin interaksi yang normal dan tidak menjalin hubungan persahabatan dekat dengan teman serumah manapun. Percayalah, interaksi yang normal dan tidak terlalu karib akan banyak membantumu melewati kehidupan sosial selama berada disebuah rumah tinggal massal. Mungkin kamu akan dibicarakan teman-teman kosmu karena sangat jarangnya kamu mengikuti acara-acara khusus curhat mereka, jangan khawatir ini mereka lakukan karena tidak ada yang bisa mereka gunakan menjadi bahan gosipan, bagaimana bisa kalau kamu bahkan nyaris ngga pernah curhat hal-hal rahasiamu dengan mereka. Namun kamu akan bisa menghindari sebagian besar konflik yang berkemungkinan bisa membuat kamu terlibat.

Percayalah, kadang-kadang saya tidak bisa mengerti sifat wanita yang lembut dilain waktu entah kenapa bisa jadi sangat menakutkan bagi sesama mereka. Bahkan di kosan saya yang sekarang meskipun saya menjaga hubungan dalam jarak normal, setara dengan bersama tapi tidak karib... mendengar sendiri mereka mencabik citra diri wanita serumah lain dalam sesi curhat adalah sesuatu yang membuat saya berpikir: bagaimana jika saya tidak disini, bisa jadi saya yang menjadi sasaran. Sepertinya terasa lebih mudah berteman dengan teman lelaki ketimbang dengan umumnya wanita-wanita yang pernah berada dalam satu rumah kos dengan saya. Tapi yah, anggap saja itu pelajaran hidup untuk tidak terlalu mudah merasa karib dengan seseorang. Pelajaran yang saya dapatkan dari hidup. Memang lebih sulit menghindari konflik dengan orang yang bisa kita temui setiap hari setiap waktu di rumah ketimbang yang tidak seperti misalnya teman kuliah?

23 comments:

  1. Semoga bisa saling dekat lagi dengan sobat sekamar dulu. Walau tidak berbaikan, tapi sudah saling memaafkan.

    Jadi mengerti ya gimana kosan cewek itu....Loh? hehehe..#Tapok! Kabuuurrrr...

    Met pagi! kunjungan pagi.

    ReplyDelete
  2. masih bingung dangan kata2mu yang ini >> Wanita-wanita dalam kos biasanya selalu punya dua muka dan sifat-sifat yang mengkhawatirkan (atau menakutkan)

    entah kenapa saya koq kebayangnya ..... :(

    ReplyDelete
  3. istiqomah memang berat, tapi hasilnya luar biasa

    ReplyDelete
  4. hm...q jg bs ngrasainny mb, soalny q jg puny temen serumah.
    dan benerrr...susah bner nyatuin pndapat/tingkah dr dua kepala it.
    =/

    ReplyDelete
  5. masih banyak yang saya belum mengerti..

    ReplyDelete
  6. iya, saya juga sudah mulai menjaga jarak sama temen2 kosan saya. bukannya karna saya ga percaya mereka atau gimana. "jarak" kadang memang dibutuhkan untuk membuat segalanya "lebih berarti". sun dulu sun dulu... :*

    ReplyDelete
  7. tapi kan lebih baik sekamar dengan teman wanita daripada sekamar dengan teman lelaki :)

    tapi intinya tetap sama, pilihlah teman yang baik karena dapat mempengaruhi kita untuk berbuat baik

    ReplyDelete
  8. gak cuma cewek kok nyin, cowok juga ada...
    tapi gak se extreme cewek..
    bedanya kaum cowok gak ada yang namanya sesi curhat

    ReplyDelete
  9. salam ninda.. saya suka entri kamu ini.. Rasanya apa yang kamu katakan itu benar dan saya baru tersedar.. tapi bole saya bertanya apa erti "kosan". maaf saya ngerti. terima kasih

    ReplyDelete
  10. Nyin, aku sama sekali tak pernah mencium bau tanah kos-kosan, haha.. entahlah.. sejak dulu hidup sendiri tapi gak pernah ngekost, tapi aku punya temen satu yang karib banget, sahabat deket dan banyak tau.. dia gak kayak temen kamu itu, intinya adalah ada pada keterbukaan, rasa saling melengkapi, jujur, gak suka iri, saling mengingatkan, gak gampang marah dan membantu yang sedang "jatuh". tapi memang menemukan seorang sahabat seperti itu sungguh sangat susah, apalagi sekarang seperti yang kamu bilang, banyak yang udah bermuka 2, atau mungkin lebih :D.

    sekarang Anyin sudah tenang kan :D, anyin sehat ya... lama gak main main kerumahmu :D

    ReplyDelete
  11. betul ninda, bahaya, mengumpulknan banyak wanita dalam satu rumah massal. hehehhehe...

    selama saya sekolah, kuliah, kerja, otomatis ada 5 tempat kost. dan 4 tempat kost dihuni 10-20 orang perempuan, ya ampuuunn.. jangan ditanya seperti apa hebohnya ninda.

    karena berpengalaman dalam hal "berada di antara wanita wanita buas" saya akhirnya memilih kost yang kelima (kost terakhir sebelum saya menikah) karena kamar kost hanya ada 3 kamar (it means hanya2 orang yang saya hadapi, dan syukurnya 2 nya laki laki), dan ada ibu kost tercinta.

    ya, sikap yang ninda ambil itu betul banget, saya juga sebisa mungkin tidak bersahabat karib dengan temen kost saya. udah pengalaman saya.

    naaah... banyak banget yang dapet kita pelajari dari postingan ninda kali ini...

    selamat siang ninda...

    ReplyDelete
  12. Setahu saya, selama bersahabat dengan cewe. Hampir semua cewe yang saya temui gak ada yang bersahabat dengan tulus. Termasuk saya, nyadar atau ngga sih mbak. Kita selalu hidup dalam persaingan secara diam-diam. Meskipun di mulut kita mengagumi tapi sebenernya dalam hati menyimpan rasa iri.
    Tapi ada yang iri diungkapkan dengan positif ada yang dengan negatif,

    Mungkin emang takdir cewe kali ya mbak, harus punya muka dua. he..he

    ReplyDelete
  13. begitulah wanita mbak, susah dimengerti tp minta dimengerti.. *termasuk aku* :D

    2 kali ngekos aku tetep jd tipe penyendiri, prtma sih emang dsarnya betah di kamar, kedua gak bisa memulai pembicaraan dg ssma wanita krena yg bkin wanita nyambung satu sm laen itu klo gak gosip, diskonan, ya cowok, n aku selalu gk pnya bahan ttg itu smua, dan yg ketiga wanita itu setan buat dompet, klo promosiin sesuatu ngalah2in spg dah.. ampuuun, bikin pengen tp gak mampu beli kan nelangsa juga lama2! hehehe

    ReplyDelete
  14. Assalamu'alaikum Anyin (tetep panggilan jadulku ke Ninda) maaf.
    saya suka lihat istriku berambut panjang, tapi saya lebih suka saat dia pakai jilbab rapi dan anggun.
    Hanya menurutku wanita betapa cantik saat tertutup auratnya dengan sempurna. Kalau tidak sempurna berarti itu kecantikan nafsu.

    ReplyDelete
  15. nte nyin...
    belom bisa komen banyak neh

    ReplyDelete
  16. hmmm... di rumahku ada 5 perempuan putra Bapak dan Ibu dengan karakter berbeda. Gak harus di kos-kosan

    ReplyDelete
  17. Nggak pernah ngekos sih, jadi nggak tau, dan teman2 kuliah saya dulu pada ngontrak rumah bareng, biasanya 4-5 orang jadi aura buasnya nggak terlalu terasa, hehe..

    Di rumah juga sekeluarga cw semua enam orang, biasa aja sih, atau karena sodara kandung ya..

    Tapi kalau sekamar berdua emang ud pasti akan ada konflik, ya ambil hikmahnya aja kali, hehe..

    *komen yang nggak jelas*

    ReplyDelete
  18. Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk. (HR. Al Hakim)

    Intinya, dalam berteman kita harus memilih teman yang benar2 baik dan sholeh. Bergaul dengan lawan jenis juga harus menaati adab2nya. jangan sampai terlampau aturan syariah, mbak. Keep hamasah... bittaufiq wannajah...

    ReplyDelete
  19. wah kos itu ada enak dan gak enaknya ya..saya belum pernah kos jadi bisa merasakan sih. tapi memang butuh toleransi tinggi utk bisa akur dg temen sekosan. apalagi kalo temennya rada reseh ya. ditoleransi malah ngelunjak ya. duh duh..

    ReplyDelete
  20. Namun kamu akan bisa menghindari sebagian besar konflik yang berkemungkinan bisa membuat kamu terlibat.

    betul sekali. di kantorku sekarang, aku juga menjaga jarak dengan teman-teman kerja-ku. gak sreg aja. jadi kalo gak ditanyain ttg hal pribadi, ya aku gak jawab. meskipun ditanyapun aku memilih memberi jawaban standar yg gak mengandung muatan curhat.

    teman kerjaku cuma asik diajak kerja sih. bukan hang-out atau berteman di luar kantor :)

    ReplyDelete
  21. bener bgt,,pling nyebelin klo cuman baik didepan trnyta dibelkang jelek2in..tp gak semua dink,,hehe
    salam blogwalking :D

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...