Friday, December 30, 2011

Saya BUKAN Manusia Galau

Galau itu seperti Balon ini.
Tertahan ditengah jarak bumi dan langit.

(image taken from random googling - old file)
Pertama, galau itu apa sih?
Iya yang sejenis menye-menye abu-abu nggak jelas. Sedih terus menerus seolah tanpa tujuan hidup.
Entah siapa yang membuat kata galau populer, sampai-sampai segala tulisan saya yang indah-indah disejajarkan dengan kata galau.
Sudah jelas tulisan semanis itu dibilang 'galau' seperti tulisan saya yang ini (klik). Ah nggak cocok deh :p

Apakah kamu tahu apa arti kata galau sebenarnya? Galau adalah (pada konteks kata yang sesungguhnya) sama artinya dengan gundah. Orang yang sedang galau sama artinya dengan orang yang sedang kebingungan, orang yang 'mengambang' tidak menjejak bumi tapi juga tidak bisa terbang. Galau berbeda dengan melankolis ya... melankolis bisa menghasilkan sesuatu dari kemelankolisannya dia sementara galauers cuma bisa menye-menye cari perhatian di jejaring sosial :p

Saya bukan orang yang tanpa tujuan hidup, saya bukan orang yang tanpa cita-cita. Saya bukan manusia yang tengah galau jika sedang memposting tulisan indah. Saya cuma berusaha menulis cerita, atau rasa yang bisa disampaikan dalam wujud tulisan pendek.

Saya cuma suka menulis, bagi saya menulis adalah bagian dari terapi kejiwaan. Dan ya menulis sudah mendatangkan pasokan dana yang sangat lumayan untuk hidup saya. Menulis adalah ladang penghasilan bagi saya sejak saya masih duduk di bangku SMA. Sampai saat ini.
Jadi... apakah penulis puisi bisa dinamai manusia galau? Tentu tidak.
Dia punya tujuan hidupnya kan, menerbitkan tulisan melankolinya itu.

Saya? Saya sih bukan penulis, saya doyannya ngetik di laptop. Saya bukan penulis. Saya cuma suka mengetik-ngetik nggak penting menghadapi jendela saya. Saya nggak bisa juga menghindar dari menulis keluhan, ya biar saja.
Mengeluh adalah sifat dasar alami para wanita                  - Devania Annesya
Dan saya melakukan di jendela saya sendiri. Yang saya nggak maksa siapapun untuk lirik-lirik kesini. Aman kan, jadi kalian tidak perlu 'kepaksa' melihat keluhan saya.
Sekian, STOP menyebut tulisan saya galau. Karena saya tidak sedang bersedih apalagi kebingungan. Oke, kalau dibilang melankolis sih masih boleh ya ;)

Kenapa saya bukan penulis? Karena kotak pensil saya kemarin hilang seisinya, jadi saya nggak bisa menulis-nulis lagi. Kasihan kan saya T^T





Ttd,
Ninda
Manusia yang tidak galau.
Cuma memang 'sedikit' hiperbol.

26 comments:

  1. ha-ha-ha-happy new yeaaaaaaaaaaaaaar. teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet *niup terompet*

    iya nih heran deh, makhluk macam kita sebenernya know what to do. cuma karena nulis yang sedih2 dikiranya galau. padahal enggak. itu hanya terapi kejiwaan. biar ga gendeng. galaunya cuma di tulisan. di kehidupan nyata, we are strong, we keep move on!

    *kampanye*

    ReplyDelete
  2. ha-ha-ha-happy new yeaaaaaaaaaaaaaar. teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet *niup terompet*

    iya nih heran deh, makhluk macam kita sebenernya know what to do. cuma karena nulis yang sedih2 dikiranya galau. padahal enggak. itu hanya terapi kejiwaan. biar ga gendeng. galaunya cuma di tulisan. di kehidupan nyata, we are strong, we keep move on!

    *kampanye*

    ReplyDelete
  3. ini sebuah penegasan diri.
    Saya juga sering baca komentar ato tulisan galau dibeberapa blog, yang tentu saja pengertian yang dimaksudkan belum begitu saya pahami. Karena kalo galo yang Mbak Ninda artikan, itu benar adanya bahwa sebuah kondisi seseorang yang tanpa arah dan tanpa pijakan. Kegalauan menunjukkan kepribadian yang kurang matang.
    dan terus terang, saya tidak melihat tulisan-tulisan blog ini seperti itu.

    Oot: saya memang sering ke Malang karena untuk belanja, juga nyambangi rumah disana

    ReplyDelete
  4. hihihi, beginilah jaman sekarang kata-kata yang ngetren nggak sesuai dengan arti sebenarnya...

    btw memang sejak pake nama Puw, sering disangka Putri hihihi, soalnya nama Putu jarang kali ya Nin.

    wah kamu mau daftar magister ta? nice, semangat yah!!

    iya aku jg kepingin ngajar aja nin, tapi nggak ada yang mau make jadi dosen nih, kurang pinter kayaknya hihihi

    ReplyDelete
  5. setuju banget, mba. Itu pun padahal kita emang karena suka menulis tentang rasa yang sedikit melankolis. Dan sama sekali bukan berati galau.. :)

    ReplyDelete
  6. lagi musimnya dengan kata #galau sekarang ya, ada juga yang rayuan gombal.
    Bapak kamu blogger ya? |
    kok tau? |
    iya, karena telah menuliskan sesuatu tentang kita | alhamdulillah yah gak ngerti saya |
    -__-

    ReplyDelete
  7. hahaha...
    mbak ninda.. mbak ninda..

    yg saya tahu sih, "galau" tuh dipopulerin sama artis twitter..

    XD

    ReplyDelete
  8. Padahal istilah galau keren loh, kesannya remaja! Hahahah... kalau resah dan gelisah bahasa Sinetron itu.

    Btw, sy juga tipikal org yg suka nulis yg melow-melow (gak nanha yah? biarin!), tapi tulisan yah tulisan, hanya luapan rasa... toh saya adalah kuat. hehehee

    ReplyDelete
  9. iya aku percaya Ninda ga galau :)

    *tapi memang manusia diciptakan dengan sifat senang berkeluh kesah, makanya banyak yang bilang galau :)

    ReplyDelete
  10. kamu sama depong itu galau in denial :))))) bahahahaha

    ReplyDelete
  11. gak galau kok.mellow aja. hehee..met tahun baru ya neng.

    ReplyDelete
  12. bersihin sesekali 'jendela' nya.. pasti bakalan lebih jernih dee cara pandangnya;; ckckckckck :(

    hmm.. mbak.. ada bingkisan nii dari saiia :) moga berkenan.. :)

    http://genialbutuhsomay.blogspot.com/2011/12/pr-serba-sebelas-penutup-2011.html

    ReplyDelete
  13. permisi
    salam kenal
    klo sempet mampir ke blogku ya..

    ReplyDelete
  14. suka dech liat kekompakkan mba ninda dan mba annesya...

    keep kompak! *lho kok ga nyambung? ckckckck* maaf oot mba, hihi...

    Tetap semangaaat!!! :D

    ReplyDelete
  15. @Opank

    ayo semua hancurkan opank *asah parang*

    ReplyDelete
  16. saya tidak mengatakannya galau, saya lebih suka membaca daripada mengatakan apa-apa atau berkomentar apa-apa. saya lebih suka mengkonsumsi kata-katamu, ya.... saya lebih suka membacanya dan memengerti dirimu apa adanya.

    ReplyDelete
  17. saya juga tidak suka kata-kata galau.

    ReplyDelete
  18. nice post
    btw, happy happy happy new year sob :D

    ReplyDelete
  19. aku gak pernah bilang kamu galau lho... malah aku salut sama orang2 yang bisa nulis puisi... :)

    ReplyDelete
  20. met taon baru ya nyin!!!! hehehehehe

    NB baca postingan anyin kali ini jadi teringat dikantor kata2 "galau" ini lagi ngtrend wkwkwkwkww

    ReplyDelete
  21. Saya nggak tahu bedanya kata galau dan tukang sedih.

    ReplyDelete
  22. saya setuju banget sama anda! orang nulis bergaya melankolis dibilang galau.
    keep writting sob!
    happy new year ya

    ReplyDelete
  23. setujuuuuuuu,...ini tulisan kereennn banget.

    :D

    ReplyDelete
  24. baru aja kemarin sore, abang-abang saya bilang blog saya galau semua isinya. memangnya iya ya kak ninda? T.T

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...