Saturday, February 2, 2013

Sudah Saatnya Untuk Merasa Mampu

Dua hari lalu motor saya datang, kiriman dari rumah.
Akhirnya, meskipun setelah Mei tahun ini penempatan saya di Surabaya kemungkinan sudah berakhir. Adik saya mengalamatkannya di kantor, jadi ya saya menerima paketan itu di kantor. Dalam keadaan tangki kosong tanpa bensin.
Bagaimana caranya membawa si motor pulang ke kosan?
Bisakah kalau saya bawa botol air mineral besar kosong ke pom bensi, pasang muka memelas biar bisa bawa bensin seliter dulu cuma demi motor saya bisa jalan?
Beberapa orang kantor bilang biasanya petugas pom bensinnya nggak mengizinkan.
Ngngng terus gimana caranya ya?
Ya sudah saya nekat diantar teman ke pom bensin terdekat berbekal botol air mineral, pasang wajah memelas kalau motor saya nggak bisa jalan.
"Seliter aja deh mas... nanti motor saya kesini deh isi bensinnya..." saya ngomong dengan tampang melas.
Boleh kok ternyata.
Dengan bersuka cita saya membawa kembali botol air mineral berisi bensin seliter. Teman saya nyeletuk, mungkin saya boleh bawa bensin pakai botol air itu karena saya belinya pertamax, coba misal premium... bisa saja nggak boleh.
Sampai kantor, beberapa orang kantor yang kebetulan melihat mengira isi botol air itu adalah minuman... sejenis minuman berkarbonasi, "Saya jawab ini bensin."
Begitu beberapa orang kantor tahu saya pakai pertamax... jadilah hari itu saya digodain terus-terusan. Ciye yang pertamax...
Senior saya yang nitip sarapan nukerin uang saya lebih dari harga sarapannya sambil bilang, "Ya lumayan kan lebihnya buat beli pertamax... kan mahal,"
Saya cuma nyengir dan mengembalikan lebihnya sambil bilang, "Ya nggak gitu juga sih... cuma kan saya terbilang mampu, nggak dari kalangan menengah kebawah yang butuh banget disubsidi kendaraannya. Saya juga bukan sopir kendaraan umum ini. Kan malu... merasa nggak mampu dan beli premium padahal ada banyak orang yang lebih butuh bensin premium ketimbang saya yang masih kuat beli pertamax,"

Buat saya, sudah harus merasa mampu dengan posisi saat ini. Penghasilan saat ini. Pada kenyataannya masih banyak orang dengan tanggung jawab yang lebih besar namun dengan penghasilan yang jauh lebih kecil daripada saya.
Saya cuma berusaha untuk tidak mengambil hak orang lain.

Lagipula saya baca, pertamax lebih ramah lingkungan dan baik bagi mesin. Meskipun saya tetap orang yang nggak ngerti soal motor, apakah baik bagi motor jenis Supra X untuk diisi pertamax? Bagaimana menurut anda?

24 comments:

  1. Saya sampe sekarang masih pake Premium. Gak ngerti mana yang bagus. Udah kebiasaan aja dari dulu.

    Kalo beli bensin kayaknya emang boleh pake botolan, selama ngambil dari selang yang biasa buat ngisi bensin ke motor, jadi keitung di literannya.

    ReplyDelete
  2. cie yang pertamax #dikeprukEmak

    ReplyDelete
  3. kalau pas miskin bisa dicampur sama bensin mak. oh ya kalau beli pertamax perhatiin gagang pom nya, diceklek atau engga. kalau nggak diceklek, berarti tukang bensinnya ga jujur. motormu diisi angin doang. paling 3 hari aja lnsng kosong tangkimu. (pengalaman sama renny)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampek penuh full dan mak lihat cairannya ngisi full ;)

      Delete
  4. setahuku supra masih premium Nin, coba tanya ke dealer aja pastinya. Pertamax memang bagus karena nilai oktannya tinggi. tapi, gag mesti bisa naikin tenaga si motor. kalau settingan motor masih di premium, dan kita masukin pertamax malah bisa jadi kerak tuh bensinnya di klep. CMIIW

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada akhirnya saya putuskan untuk tetep milih pertamax ;)
      based on opinion orang2 disekitar yg lebih ngerti motor ketimbang saya rul

      Delete
  5. ga ngerti juga sih kalo soal pertamax atau premium, yg penting kita udah hidup sesuai kemampuan.. nice to read :D

    ReplyDelete
  6. Salut ! Di saat orang lain berebut untuk tetap mendapatkan subsidi (tapi gengsi dibilang gak mampu) kamu malah dengan penuh kesadaran beli pertamax. Salutt..!
    So, sekarang dinesnya di Surabaya to?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak reni sekarang sedang di surabaya... entah deh setelah ini kemana
      itung2 sekalian jalanjalan :P

      Delete
  7. wah~
    aq g ngerti, padahal bapakku mbengkel :D

    ReplyDelete
  8. lebih ramah lingkungan kalau beli'a di Shell mba, jangan di Pertamina, hehehe
    semoga motor kiriman, bisa membantu dalam beraktivitas :)

    ReplyDelete
  9. waduh aku sih gak kuat beli pertamax terus-terusan nyin.. tempat ngajar jauuuuh~ *derita orang gak mampu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga segera dapat tempat ngajar yang deket atau semoga gajinya naik drastis? hehe bingung :D

      Delete
  10. nice day :)
    hargailah hari kemaren,
    mimpikanlah hari esok,
    tetapi hiduplah untuk hari ini.
    bagi-bagi motivasinya yaah...

    http://www.nolimitadventure.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya izinkan muncul deh berhubung linknya nggak idup

      well saya yakin motivator terbaik adalah diri sendiri dan Tuhan ;)

      Delete
  11. pemikiran yang sangat baik kalau ada yang mau mencopy nya... ;)
    makin banyak orang yang punya pemikiran kayak mbak nin.. makin indah deh negeri ini... :D *lebay

    selalu hati-hati yaa... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oooww ooowww perhatiannya adik yang satu itu *toweltowel* :P

      Delete
  12. aturannya memang ga boleh beli bensin di derijen (untuk menghindari penimbunan bensin), tapi kalau beli pakai botol aqua mungkin masih dapat dimaklumi, botol aqua kan kecil

    aku juga beat pakai pertamax, premium sering membuatku motorku kehilangan tenaga secara tiba-tiba

    ReplyDelete
  13. 1. PREMIUM
    Premium adalah BBM jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM yang paling populer di Indonesia. Premium di Indonesia dipasarkan oleh Pertamina dengan harga relatif murah, karena memperoleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yakni hanya 88.

    Karakteristik Premium:
    a. Menggunakan tambahan pewarna dye
    b. Mempunyai Nilai Oktan 88
    c. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah banyak

    Tips bagi pengguna Premium
    1. Jangan membeli bensin pada SPBU yang sedang mengisi ulang tangki bensin, karena kotoran dalam tangki penyimpanan akan terurai dan dapat langsung masuk ketangki kendaraan kita.
    2. Usahakan tangki kendaraan jangan sering-sering kosong, karena akan cepat sekali berkarat.
    3. Jangan sembarangan membeli bensin eceran, karena bisa jadi sudah dicampur dengan cairan yang lain.

    2. PERTAMAX
    Pertamax, seperti halnya Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, Pertamax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium.

    Karakteristik Pertamax:
    a. Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal.
    b. Untuk kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection dan catalyc converters.
    c. Menpunyai Nilai Oktan 92
    d. Bebas timbal
    e. Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya
    f. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain

    3. PERTAMAX PLUS
    Pertamax Plus, seperti halnya Pertamax dan Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di kilang minyak. Pertamax Plus memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium dan Pertamax.

    Karakteristik Pertamax Plus:
    a. Telah memenuhi standart WWFC
    b. BBM ini ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan
    c. Menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers dan catalytic converters.
    d. Tidak menggunakan timbal, alias tanpa timbal.
    e. Mempunyai Nilai Oktan 95
    f. Toluene sebagai peningkat oktannya
    g. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain

    Motor dan mobil kita sebaiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax plus yang merupakan produk Pertamina dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas.

    Mesin motor dan mobil memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka/nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan Pertamax Plus ber-oktan 95.

    Tujuan mesin dibuat dengan perbandingan kompresi tinggi adalah untuk meningkatkan efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi. Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga.

    Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi (kecuali ada modifikasi lain). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah). Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

    Sesuaikan kompresi mesin dengan BBM yang akan kita gunakan
    a) Kompresi 7:1 -9:1 = BBM beroktan 88 = Premium
    b) Kompresi 9:1 -10:1 = BBM beroktan 92 = Pertamax
    c) Kompresi 10:1 -11:1 = BBM beroktan 95 = Pertama plus

    ReplyDelete
  14. Berikut daftar bahan bakar sesuai rasio kompresi :

    Rasio Kompresi Motor:

    YAMAHA
    Vega-R (9.3:1) Pertamax
    Vega-ZR (9.3:1) Pertamax
    Mio (8.8:1) Premium
    Jupiter (9.0:1) Premium
    F1ZR (7.1:1) Premium
    RX-KING (6.9:1) Premium
    YT 115 (7.2:1) Premium
    RZR (7:01) Premium
    Nouvo (8.8:1) Premium
    Crypton (9.0 : 1) Premium
    Yamaha Alfa (7.2 : 1) Premium
    Yamaha RXZ (7.0 : 1) Premium
    Jupiter-Z (9.3:1) Pertamax
    Jupiter MX-135LC (10.9:1) Pertamax Plus
    Scorpio-Z (9.5:1) Pertamax
    Vixion (10.4:1) Pertamax/pertamax plus
    Majesty 125 (11:01) Pertamax Plus
    Scorpio (9.5:1) Pertamax

    SUZUKI
    Satria FU (10.2:1) Pertamax/pertamax plus
    Shogun New FL125 Series (9.6 : 1) Pertamax
    Shogun FD125 X (9,5 : 1) Pertamax
    Thunder 125 (9.2 : 1) Premium/Pertamax
    Spin 125 (9.6:1) Pertamax
    SkyWave 125 (9.6 :1) Pertamax

    KAWASAKI
    Kawasaki Blitz R 53 mm x 50.6mm 111 cc 9.3 : 1 (Pertamax)
    Kawasaki Athlete 56 mm x 50.6mm 124.6 cc 9.8 : 1 (Pertamax)
    Kawasaki Ninja 250 62 mm x 41.2mm 2x 250 cc 11.5 : 1 (Pertamax Plus)
    Kawasaki KLX 250 72 mm x 61,2mm 249cc 11 : 1 (Pertamax Plus)
    Kawasaki Ninja RR 150 7.2 : 1 (Premium)
    Kawasaki Kaze 9.3 : 1 (Pertamax)

    HONDA
    Honda GL 100 52 x 49.5mm 105.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
    Honda GL Max 56.5 x 49.5mm 124.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
    Honda GL Pro 61.0 x 49.5mm 144.7cc 9.2 : 1 (Pertamax)
    Honda Supra 50.0 x 49.5mm 97.1 cc 8.8 : 1 (Premium)
    Honda Tiger 63.5 x 62.2 mm 196.9cc 9.0 : 1 (Premium)
    Honda Megapro 63,5 x 49,5 mm 156.7cc 9.0 : 1 (Premium)
    Honda CS-1 58 x 47,2 mm 124.7 cc 10.7 : 1 (Pertamax Plus)
    Honda Supra PGM FI 52,4 x 57,9 mm 124.8cc 9.0 : 1 (Premium)
    Honda Blade 50 x 55,6 mm 109.1 cc 9.0 : 1 (Premium)
    Honda Vario 10, 7:1 (Pertamax Plus)
    Honda CBR 150 R 11:1 ( Pertamax Plus)
    Honda Beat 125 9.2 : 1 (Pertamax)
    Honda Scoopy 108 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
    Honda Absolute Revo 110 cc 9 : 1 (Premium)

    Rasio Kompresi Mobil:

    SUZUKI
    Swift 9,5:1 Pertamax
    Grand Vitara 10,5:1 Pertamax Plus
    Grand Escudo XL-7 9,5:1 Pertamax
    Escudo 2.0 9,3:1 Premium/Pertamax
    Escudo 1.6 9,5:1 Pertamax
    Baleno 9,5:1 Pertamax
    Aerio 9,5:1 Pertamax
    APV 9,0:1 Premium/Pertamax
    Karimun 8,8:1 Premium
    Katana 8,8:1 Premium
    Carry 1.5 8,9:1 Premium
    Carry 1.0 8,9:1 Premium
    Carry 1.3 9,0:1 Premium
    Esteem 1.6 GT 9,5:1 Pertamax
    Side Kick 8,9:1 Premium
    SX-4 10,5:1 Pertamax Plus

    HONDA
    Jazz I-Dsi 10,4:1 Pertamax/Pertamax Plus
    Jazz V-Tec 10,1:1 Pertamax/Pertamax Plus
    City I-DSi 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
    City V-Tec 10,1:1 Pertamax/Pertamax Plus
    Stream 1.7 9,5:1 Pertamax
    Stream 2.0 9,4:1 Pertamax

    TOYOTA
    Starlet XL 1.000 cc 9,3:1 Premium/Pertamax
    Starlet SE 1.3 9,5:1 Pertamax
    Twin Cam 9,5:1 Pertamax
    Great Corolla 9,5:1 Pertamax
    Avanza 11:1 Pertamax Plus
    Yaris 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
    Innova 2.0 9,8:1 Pertamax
    Innova 2.7 9,7:1 Pertamax
    Rush 10:1 Pertamax/Plus
    Alphard 2400 cc 9.8 : 1 Pertamax
    Alphard 3500 cc 10.8 : 1 Pertamax Plus

    NISSAN
    X-Trail 2.0 9,9:1 Pertamax
    Terano 8,3:1 Premium
    Livina 1.5L 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
    Livina 1.8L 9,9:1 Pertamax
    Sentra Genesis 9,3:1 Pertamax
    Cefiro 9,5:1 Pertamax/Pertamax Plus

    DAIHATSU
    Xenia EJ (vvti) 11:1 Pertamax Plus
    Terios 10,0:1 Pertamax/Pertamax Plus
    Taruna EFI 9,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
    Sirion 10,0:1 Pertamax/Pertamax Plus
    Ceria 9,5:1 Pertamax

    MITSUBISHI
    Eterna DOHC 9,8:1 Pertamax
    Eterna SOHC 8,5:1 Premium
    Lancer DOHC 10,5:1 Pertamax Plus

    SUMBER: http://esq-news.com/2012/berita/04/09/premium-vs-pertamax-pilih-mana.html

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...