Friday, March 8, 2013

Mulai Dari Nol

source: random googling
Kapan waktu saat saya sedang ikut rapat departemen lain, ada beberapa kilasan soal biaya bahan bakar kapal berkaitan dengan peraturan yang cukup lama mengenai berakhirnya subsidi bahan bakar kapal jenis tertentu jika kapal tersebut membawa barang-barang kebutuhan pokok. Iya, sempat berlaku kebijakan subsidi keringanan bahan bakar untuk kapal yang membawa muatan barang kebutuhan pokok dulunya.

Seusai rapat, saya malah kebayang sesuatu yang agak berhubungan dengan itu. Pom bensin dan kendaraan apapun yang membutuhkan pom bensin untuk mengisi energi kendaraan tersebut agar dapat bekerja sesuai yang diinginkan pemiliknya.

Terakhir mengisi bensin kemarin, saya nungguin tangki bensin motor saya terisi penuh sambil antara sadar-nggak sadar memperhatikan selang yang digunakan untuk mengisi bensin ke motor saya. Eeehhh ternyata ya lumayan panjang...

Omong punya omong coba saja perhatikan selang yang amat panjang itu serta penanda berapa liter bensin yang keluar dari tempatnya menuju tangki motor. Saya menyadari sesuatu, kalau motor saya tidak benar-benar terisi sebanyak liter yang tercantum dipenanda jumlah liter bensin yang keluar. Ada banyak yang tertinggal di selang, apalagi selangnya sendiri juga super panjang begitu.

Kesimpulannya masih ada bensin yang kita bayar dengan uang kita yang belum masuk tangki motor sejumlah volume selang panjang tersebut, bisa dihitung pakai volume tabung ya... coba kira-kira saja ukuran selang, panjang dan diameternya juga. Mulainya beneran dari nol tapi kita rugi di liter bensin yang memenuhi selang yang sudah diitung literannya, kita bayar tapi nggak bisa kita miliki (entah bagaimana kalimat barusan terbaca seolah-olah rangkaian dari kalimat para galauers).

Coba ya sisa yang tertinggal di selang itu bisa diambil, atau setidaknya tangki sepeda kita juga mesti memasang alat penanda atau penunjuk jumlah liter bensin yang masuk, seperti timbangan yang harus sama dikedua sisi... Namun waktu saya bertanya di meeting selanjutnya tentang alat yang semacam itu, katanya supermahal... apalagi kalau untuk dipasang di motor. Sayang belinya.... Mending rugi di jumlah bensin yang masuk motor saja.

Oh yaampun.

10 comments:

  1. bener juga sih, tapi kira2 kalo yang sudah tersertifikasi PASTI PASS, kira2 faktor tsb terpikirkan ga ya?

    ReplyDelete
  2. Rasanya ga gitu deh teorinya nin. Setahu gw perhitungan liter yg keluar itu dilakukan di pompa bkn di nozzle/selangnya. jadi katup tutup/buka bensinnya ada di mesin bukan di mulut selang. klo mau bukti setelah selesai ngisi coba aja tekan lg katup nozelnya. atau kamu cb beli pake dirigen literan aja. cmiiw

    ReplyDelete
  3. kdg malah ada yg mulai dr nol, ato dr nol sebelum sesuai pembayaran sdh dicabut tuh selang #modus

    ReplyDelete
  4. itu namanya perbandingan atau pertimbangan. atau kebijakan. kadang kala halitu dibutuhkan untuk mendapatkan yangterbaik dari pilihan yang buruk.

    lain kali habis beli bensin, disedot ya hehehhee

    ReplyDelete
  5. hmm mending pake sepedah aja yang bikin sehat

    ReplyDelete
  6. saya baru sadar mbak, kalau gitu.
    iya juga ya mbak, kalau dipikir-pikir... wah-wah.

    ReplyDelete
  7. wah.. mbak nin teliti sekali~
    arif mah cuek-cuek aja kalo ngisi bensin.. :|

    ReplyDelete
  8. seharusnya memang harus ada penanda jumlah liter yang masuk ke kendaraan kita

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...