Friday, February 14, 2014

Menolak Berjilbab

Dulunya, sama seperti umumnya masyarakat yang ada di Indonesia yang mayoritas muslim tapi cuma di data penduduk, saya juga tidak paham arti berjilbab sesungguhnya.
Buat saya sholat ya pakai mukena. Kalau mau sholat ya pakai mukena dulu, baru sholat. Mukena adalah pakaian untuk beribadah. Sementara itu busana muslim bentuk kurung dan kerudung adalah pakaian untuk mengaji dan event-event serupa.
Orang memakai jilbab karena kultur lingkungan, sekolah, atau orang-orang yang sudah baik sekali agamanya setingkat ustadzah. Dangkal banget kan... Iya dangkal :D

Saya nggak paham kalau ternyata berjilbab adalah kewajiban bagi wanita, sama seperti sholat. Untuk melindunginya dari pandangan orang-orang yang tidak berhak atas dirinya. Dan bahwa berjilbab yang seharusnya adalah yang menutupi perhiasan-perhiasan kita sama seperti mukena yang sederhana, kita gunakan itu pada segala kegiatan yang menyebabkan kita dilihat banyak orang nonmahram, bukan hanya pada saat sholat.

Saya seringkali malas pakai kerudung sewaktu remaja, copot-copot aja. Paman saya bilang jangan dicopot-copot, cewek terlihat anggun kalau pakai kerudung. Saya cuma mengeluh. Habisnya merasa tua aja dengan baju kurung, celana dan bergo pendek waktu itu. Kelihatan jauh lebih tua dan nggak enak dilihat. Iya, saya susah banget dibilangin soal itu. Apalagi orang tua saya bukan tipikal agamis. Bahkan pertama kali mau berjilbab di SMA malah dilarang. Yah itu masa lalu :))

Orang-orang seperti saya waktu itu selalu mencari pembenaran bahwa apa yang saya lakukan tidak mengapa. Yang penting ibadah saya bagus, yang penting hati saya baik... emang si X... berjilbab tapi kena masalah di sekolah?? Ya gitu namanya juga manusia... betapapun benar suatu nasehat, kalau hatinya tidak mau terbuka dan memberikan jalan, bantahanlah yang keluar... pembenaran... penyangkalan... kemarahan... :) Duh betapa sudah jauh terlewati masa-masa itu, yang setiap kali ingat setiap kali itu pula saya merasa malu. Oh Allah... saya menyesal mengapa tidak berjilbab jauh lebih dini saja :')

Jadinya saya paham pada para wanita yang masih juga tidak mau memakai jilbabnya bahkan meskipun paham kalau umur ada di tangan Allah :) Karena ya saya juga pernah berada dalam masa-masa itu. Merasa jelek, tidak pantas, kelihatan tua kalau memakai jilbab. Tapi ya... itu tantangannya. Lucunya ketika kita mantap dengan keputusan dan memakai jilbab selama beberapa hari semakin lama memakai semakin pantas pula kita memakainya. Semakin cantik juga semakin lama kita memakainya. Iya, berjilbab mampu memberikan keindahan yang tidak bisa diberikan aurat.

Lagipula masa pencarian saya sudah berakhir ketika saya memakai baju-baju dress panjang dan abaya. Aah ya, ternyata pakaian terbaik yang paling anggun dan anti terlihat membosankan adalah dress panjang terutama yang cutting umbrella kalau buat saya sih ;D
Berjilbab bisa diawali dengan niat apapun, mau terlihat berbeda, mau terlihat cantik, mau menyatu dengan culture... tapi semoga niat-niat keduniaan itu berakhir dengan kesadaran melakukan sesuatu karena Allah, karena menginginkan cintaNya :)
Wanita cantik itu, auranya yang kemana-mana... bukan auratnya ;D
 
 ~

1 comment:

  1. "Wanita cantik itu, auranya yang kemana-mana... bukan auratnya"
    SETUJU

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...