Wednesday, December 31, 2014

Usia

H-1 ngobrol sama temen sebelum saya kembali ke Jakarta. After the breaking news.
"Alhamdulillah enggak jadi naik meskapai itu. Alhamdulillah. Oh ya besok kamu naik apa?",
lempeng saya jawab,"naik meskapai itu," hening. Setelah beritanya beredar kemana-mana, mendadak semua orang bingung. Mendadak semua khawatir. Ada yang jadi takut terbang, ada yg jadi takut pakai meskapai itu. Ada yg tetep pakai karena terlanjur beli. Yah. Kadang sih... Entahlah ya... Mati itu bukan perkara cara atau tempat. Tapi waktu. Banyak orang yang hari ini tidur dan kemudian tidak bangun lagi. Apa lantas kita jadi takut tidur? Seringnya kita terlalu sibuk ketakutan dan berusaha menghindari sebab yang menjadi pengantar penghabisan waktu hidup manusia lain. Kita terus lupa. Detik berikutnya bisa jadi giliran kita. Di tempat yang mungkin kita pikir teraman dan ternyaman sepanjang kita hidup. Kita terus lupa. Apa-apa yang mesti kita perbaiki sebelum tidak mampu, hubungan dengan Tuhan.. Hubungan antar manusia atau bahkan diri sendiri. Jadi bukan tentang mengapa, kenapa bagaimananya tapi memang karena sudah waktunya. Tapi seringnya kita terlalu percaya diri akan berumur panjang. Cuma sesekali ketakutan berumur pendek. Meskipun memang, umur pendek ataupun panjang tidak bisa kita ketahui mana yang lebih baik.



.

3 comments:

  1. Bener banget itu, semua perkara takdir.. Mau pesawat lama atau baru, pesawat jatuh atau meledak tapi kalau belum takdirnya mati.... ya ga mati ya

    kak, ini mau saran aja, layout blognya bagus tapi itu yang dibawah (footer) berantakaaannn >,<

    ReplyDelete
  2. Jika Allah menghendaki, tanpa sebab pun kita bisa mati. Ya nyin?
    Sesumgguhnya semua yg berasal dr Allah akan kembali pada-Nya.

    ReplyDelete
  3. betul sekali ... usia Allah yang tentukan, kita hanya sekedar melakoni hidup sebaik yang kita mampu

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...