Friday, March 13, 2015

Kamulah Sang Putri

pic taken from google

Belum lama ini sedang happening lagi kontes miss-miss an dan putri-putrian. Yang pakai hijab juga nggak kalah menyelenggarakan kontes serupa. Nggak kalah pengin tampil super modis dan cantik, menanggalkan kebersahajaan dan kesederhanaannya sebagai muslimah.

loh..

Saya bengong aja karena heran pada kontes-kontes serupa, apalagi kalau muslimah turut serta meramaikan acara sejenis. Jadi saya memilih untuk tidak menonton sebagai bentuk dari ketidaksetujuan saya untuk acara seperti ini.

Dear muslimah,
Coba deh ditinjau ulang niatnya kenapa kok harus pengin turut serta acara beginian?
Apa kita sebegitu nggak pedenya sampai membutuhkan kontes sejenis untuk mendapatkan titel juara dan pujian sebagai yang paling cantik, sebagai yang paling keren, sebagai yang paling menarik?

Kenapa kok kita mau-maunya dieksploitasi secara fisik dengan pihak-pihak tertentu dengan mengikuti kontes-kontes ini?

Mbak, tapi kan ini nggak cuma soal cantik dan keren aja tapi juga soal kecerdasan kan?
Apa bisa kalau cerdas tapi nggak sesuai standar mereka tampilan fisiknya bisa menang? Ya kalau soal kecerdasan kenapa nggak ikut lomba cerdas cermat aja sekalian atau lomba robotika atau lomba-lomba serupa yang benar-benar serius dengan konsep kecerdasan?

Dear muslimah,
Lupakah kalau selama ini kalianlah sebenar-benarnya sang putri itu?
Tidak bisa sembarang dinikmati kecantikannya oleh yang bukan mahram. Tidak sembarang orang bisa tahu warna kulit lengan dan bahu kalian. Tidak bisa sembarang dipegang-pegang oleh non mahram. Kecantikan kalian terjaga karena panjangnya jilbab, tersembunyi karena tanpa makeup berlebihan, tersamarkan tanpa parfum diluar rumah. Kalian begitu cantik dan begitu istimewa, sampai seorang lelakipun perlu mengikrarkan diri dengan dana yang tidak sedikit untuk menafkahi kebutuhan kalian seumur hidup lewat akad barulah dia berhak mencium wangi parfum yang kalian pakai.

Jadi tetaplah menjadi putri sejati yang berkontes di dunia untuk mendapatkan kecintaan Allah dan keridhaanNya pada orang tua kita. Memang tidak mudah, karena sungguh takternilai balasannya :)



~






5 comments:

  1. Yang diuntungkan dgn model event spt itu adalah industri kapitalis, dan ini berarti lagi2 muslim (terutama muslimah) secara tdk langsung sbg penyumbang terbesarnya.

    ReplyDelete
  2. Bener mbak..
    Hehe ide nya brilian sekali mbak, biarkan mereka ikut cerdas cermat aja mbak. Hehe...
    Padahal melihat mereka berhijab itu menyejukkan... :)

    ReplyDelete
  3. pemikiran kita hampir sama mbak....
    semoga muslimah2 yang lain membacatulisan nya mbak....

    ijin share ya mbak, karena artikel nya sangat bermanfaat...

    ReplyDelete
Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...