Monday, June 22, 2015

Rahim

Wanita itu... dalam setiap fase hidup melangkah dari satu persoalan besar ke persoalan besar yang lain.
Setelah lolos dari komentar miring sekitar karena sudah cukup umur namun belum juga menikah, dia akan melangkah ke fase berikutnya.

Dari yang... "Eh rahim wanita itu punya batas kadaluarsa ya... kayak susu ultra, beda dengan sperma lelaki yang kayak wine. Umur berapapun tetap bagus, nggak kenal batas expired. Makanya jadi cewek buruan nikah..!" begitu kata sebagian orang.
Setelah menikah dan tahap itu terlampaui, selamat! kita memasuki step selanjutnya, ke komentar... "Gimana udah hamil belum?"

Iya, saya pun juga... bahkan baru sebulan menikah sudah menghadapi pertanyaan demikian : sudah hamil belum?

Padahal saya dan suami sebagai pasangan long distance marriage (yang setidaknya sampai akhir tahun ini) ketemuannya sering didasarkan pada hari libur di kalender atau promo tiket pesawat murah.
Bikin tidak nyaman? Banget! Tapi saya jadi keingat posting salah satu teman mengenai bagaimana kenyinyiran itu tidak lantas berhenti ketika anak kita sudah lahir.
Jadi ya... stay calm ya... itu cuma step demi step kenyinyiran 'masyarakat' :D

Semua wanita berada pada kecemasan yang sama kok, saya ngebatin sambil jadi penonton maraknya postingan bertema jomblo di media sosial. Sindrom kebingungan karena sebentar lagi lebaran dan harus menghadapi pertanyaan kapan menikah dari keluarga besar. Kecemasan yang sama akan komentar nyinyir :D

Jadi cerita datang dari seorang teman yang tergolong sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai anak. Sedih dan rindu itu pasti, namun komentar 'masyarakat' yang menclok memang bawaannya bikin pengen ngegetok pake penggilesan. Teman saya ini sering ditanya: "Kapan punya anak? Kenapa belum punya anak?"

What? Please.... teman saya adalah manusia biasa yang tidak bisa menentukan kapan hamil. Allah lah yang tentukan kapan mengamanahkan seorang anak pada pasangan itu. Jawaban dari mulai manis sampek bales nyinyir juga sudah, makjleb sakit dihatinya yang susah kehapus. Saya jadi ikutan sedih karena cerita si teman.

Sampai kemudian datanglah berita bahagia itu:
Teman saya hamil, tidak tanggung-tanggung langsung kembar tiga. MasyaAllah... benar bahwa tidak ada yang sulit bagi Allah, semuanya mudah jika Allah sudah menghendaki. Mendengar kabar itu sungguh, saya terharu dan turut berkaca-kaca. Kebahagiaannya menular kemana-mana.

Namun berita bahagia itu masih permulaan dari perjuangan hingga melahirkan. Teman saya harus banyak bed rest karena tentu saja, jangankan mengandung triplet... satu anak saja tentu sudah membuat kondisi seorang ibu hamil rentan. Saya harap dia kuat dan sehat beserta dengan ketiga anaknya.

Dear readers,
Bantu do'a juga ya :)





pic source

15 comments:

  1. Subhanallah walhamdulillah... :')
    Iya mbak, saya juga pernah dibilangin, udah santai aja ditanya-tanya kapan nikah, itu belom seberapa dibanding pertanyaan-pertanyaan lain yg lebih bkin ngenes.

    ReplyDelete
  2. Waahhh kembar tiga :D
    semoga selalu senantiasa sehat dan selamat, amiiinn :)
    Pasti lucu ya punya bayi kembar tigaa :D

    ReplyDelete
  3. Mumpung masih bulan Ramadhan kesempatan baik untuk berdoa supaya apa yang dimau dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. MasyaAllah....
    Semoga selalu sehat semuaanya

    ReplyDelete
  5. semoga diberi kesehatan terus :)

    ReplyDelete
  6. Masya Allah, kembar tiga? semoga sehat dan lancar persalinannya kelak

    ReplyDelete
  7. ih keren kembar tiga coy. semoga lancar ya aamiin aamiin

    ReplyDelete
  8. Semoga temannya selalu dilindungi Allah selalu yah, :)

    ReplyDelete
  9. Wah kembar tiga, karunia banget:) Semua selalu indah pada waktunya ya Nin

    ReplyDelete
  10. Mirip kaya cerita ya,, apakah memang cerita??

    ReplyDelete
  11. Insya Allah kehadiran calon anak-anak soleh dan solehah itu tak akan lama lagi kak..
    Besabarlah :')

    Dan lebih baik hiraukan bahkan hindari pertanyaan itu kak.
    Seperti kata Diana Rikasari "Keputusan untuk menjadi bahagia itu ada di tangan kita"
    Kenapa kita harus mendengar kan komentar2 yang merusak kebahagiaan kita?

    P.S.
    AAAAAAKKK lihat foto anak-anak ini, jadi nggak sabar pengen cepat2 luslus kuliah, punya pekerjaan tetap lalu walimahan juga hihihi

    Ya Allah, pengen punya anak kembar juga :')

    ReplyDelete
  12. Ga ada selesainya dengerin omongan orang lain
    Ibue Ncip aja santai waktu dibilang telat nikah
    Nyatanya bisa ngebut tiap tahun bikin satu :D
    Semangat Ninda...

    ReplyDelete
  13. Dinyinyirin memang sulit dihindari ya, tinggal gimana menyikapinya aja. BTW congratulation atas pernikahannya.

    ReplyDelete
  14. MasyaAllah... Semoga ibu dan bayi sehat selalu hingga cukup waktunya nanti untuk melahirkan... Amiiiiin.

    Tentang kenyinyiran, sudah mengalami sampe sudah bisa dikatakan kebal. Karena sampe sudah punya anak dua masiiiiiih aja dinyinyirin. Kalau udah punya anak nyinyirnya sudah bukan cuman 'nggak nambah lagi kah???' Tapi sampe ketahap nyinyirin cara kita besarin anak. Sooooo, kalau dimasukin 'ati' semua sayang sama 'ati'nya... Wkwkwk, jadi ya... Sudahlah... ;D

    ReplyDelete
  15. Aku pengen punya anak kembar. Halah pdhal lg nyari alasan ini klo ditanya kapan nikah hihi

    nanti klo kitanya sdh siap menjaga amanah, insya Allah dikasih

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...