Friday, November 6, 2015

Keep Calm & Stay Healthy

Mengenai postingan diet mayo saya beberapa bulan lalu, yah saya memang menjalani diet dan berhasil mengecilkan badan meskipun entah berapa kilo. Saya menjalaninya sampai selesai karena harganya yang lumayan juga jadi masa nggak sampek selesai ya..

Menurut si mas, pengurusan itu bukan berhubungan dengan garam namun kalori masuk yang memang sedikit. Jadi makan apa saja masih bisa kurus asalkan kalori masuk lebih kecil daripada kalori keluar.

Ada banyak orang yang pengalaman diet mayonya berhasil namun kemudian berat tubuhnya naik lagi, ada juga beberapa yang mengaku stabil. Menurut saya diet adalah perubahan pola makan kita. Dan menurut seorang teman yang ahli gizi, prinsip diet mayo itu sebenarnya dengan mengganti kebiasaan-kebiasaan yang kurang sehat menjadi kebiasaan yang lebih sehat. Tidak sama dengan prakteknya di Indonesia yang prinsip utamanya tanpa garam.

Untuk mengulang diet mayo lagi saya sungguh tidak kuat meskipun banyak pendapat bilang bahwa itu bisa diulang sampai badan kita kembali ideal.

Kenapa?
Pada saat menjalankan diet tersebut saya jadi merasa nggak bertenaga, lemas dan mengantuk terus menerus. Saya jadi sangat menantikan jadwal makan. Jangankan untuk nambah olahraga, akivitas sehari-hari aja kurang semangat. Beda dengan teman saya Monik yang cerita kalau dia berasa hampa dengan hidup tanpa garam.

Namun diet mayo tetap saya rekomendasikan secara pribadi karena semua aturannya yang 'memaksa' kita untuk memperbaiki pola makan. Tapi harus tekad kuat juga ya untuk selesai hingga 13 hari itu.
Diet mayo sekalipun hasilnya sementara tapi buat saya itu langkah awal yang sangat baik untuk merombak pola makan kita. Setelahnya kita sudah terbiasa makan dalam porsi kecil sehingga akan gampang kenyang. Kita juga terbiasa dengan makanan yang minim lemak, santan dan minyak sehingga kita merasa oke-oke saja tanpa makanan yang seperti itu. Untuk saya sendiri jadi nggak terbiasa dan merasa agak bersalah kalau melahap makanan-makanan itu. Ya sepotong cukup untuk memuaskan keinginan semata sih. Habis itu kudu ngerem.

Saya pernah berencana ikut aerobik di gym di mall terdekat tapi kemudian saya jadi sangat sibuk sehingga kalau maksa ikutan disitu waktunya bakalan sangat sedikit, saya bisa kecapekan, banyak pekerjaan rumah nggak kehandle dan bisa pulang kemalaman. Jadi saya ganti mengalokasikan dana untuk olahraga itu menjadi pakaian olahraga yang membantu memaksimalkan keringat saat olahraga dan berkomitmen untuk olahraga setiap hari sebisa mungkin 30 menit bahkan lebih, kecuali kalau kecapekan banget dan sakit. Jogging, aerobic dan tips-tips fitness rumahan seperti di akun instagram @soniatlevfitness. OMG, I adore her.

Saya masih suka makan tapi sekarang lebih suka makan yang rebusan dan non santan. Kalau pun pengin santan penginnya santannya tipis aja, kalau diluaran beli makan santannya sering kekentelan, saya jadi eneg duluan. Kadang kalau craving banget masih suka makannya sih cuma wanti-wanti diri sendiri karena semakin banyak saya makan, semakin besar juga pe-er saya untuk workout.

Saya juga menginstall aplikasi penghitung kalori untuk menilai kalori maksimal yang saya konsumsi dan berapa lama minimal pe-er workout saya.
Sudah turun berapa kilo? Well... yang jelas badan saya kecilan. Mikirnya sekarang udah beda, yang penting lebih sehat aja dengan makan sehat dan olahraga rutin, kurusannya bonus.




.

5 comments:

  1. Replies
    1. diet itu soal cocok-cocokan sih. kalau fc menurutku bikin craving for some more. karena ada yang dihindari jadi justru pengen makan makanan itu. atau imbasnya jadi makan berlebihan dengan mikir. yah fc ini nasinya yang banyak ah... atau yah fc ini dagingnya yang banyak ah...

      lebih ke kondisinya kita juga ya... kalau aku karena pengennya jadi kebiasaan jangka panjang jadi tetep makan bebas dengan catatan tahu kapan berhenti, kalau pengen makan coklat yang makan aja tapi mungkin jadi sepotong kecil, besok lagi :p yang penting hitungan kalorinya pas. atau kita kurangi sesuai pengurangan lemak tubuh yang kita mau.

      Delete
  2. Kalau aku nggak bisa makan cuma ini, pasti harus pakai saos kacang :p

    ReplyDelete
  3. Welcome to rebusan lovers club. Hahahaay...

    ReplyDelete
  4. Niat pengen kurus pun gagal karena ibu masak masakan kesayangan, kalau ndak dimakan jawabannya, "Besok ndak tak masakin awas lho ya, makan aja sana sama kecap ma garam doang!" daaaannnn penduduk sipil pun mengaku kalah XD

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...