Tuesday, February 16, 2016

Apa Kabar, Saya?



Beberapa kali ada teman yang chat via ponsel, saya apa kabar?
Tentu ini ada hubungan dengan cuti saya dari bekerja.
Saya ingat sebelum saya benar-benar meninggalkan Jakarta dan banyak teman mampir untuk bertemu, "kayaknya kamu bukan orang yang bisa diam di rumah deh, Nin... you could shine somewhere you know?"
But I'm good. Literally. Memasak itu menyenangkan, menulis banyak juga membaca banyak pun ternyata menyenangkan.
"Kalau awalnya memang menyenangkan, tapi hati-hati kalau kelamaan bisa bikin bosan. Ibu rumah tangga itu pekerjaan yang nggak punya hari libur. Selalu capek, belum kalau masih saja terima complain jadi suka bikin sensitif sendiri," kata beberapa teman dekat yang sudah terlebih dulu jadi stay at home wife.
Mungkin kadang saya juga merasa demikian, meskipun yang namanya sensitif ini nggak kenal tempat. Nggak di tempat kerja, nggak di rumah...
Namun beberapa hari lalu pas nengok email kantor sudah ada posisi saya yang disebarkan kosong untuk mendapatkan kandidat dari internal ternyata kok lumayan bikin sedih juga.
Tapi atasan saya kan juga kasihan, masa semua-semuanya mesti beliau kerjain sendiri gitu?
Mungkin saya rindu pada kesibukannya, karena dulu rasanya saya tidur dan bangun dengan teratur. Lebih sering tidur nyenyak karena kelelahan. Saat ini saya kadang masih terbangun saat larut, sampai akhirnya bosan dan mengalihkan energi pada hal-hal lain seperti membaca segala macam artikel atau novel.
Atau mungkin saya juga kangen gajian dari kantor (??) hehe...
Yah namanya juga hidup. Semakin jauh masuk menapaki kehidupan pada akhirnya kita jadi semakin bisa mengerti, ada hal-hal yang memang harus dipilih, tidak bisa kita miliki semuanya.
Saya jadi ingat suatu hari ketika si mas menjemput saya setelah perjalanan dari luar kota, he touch my veil then say, "you growing up so much ya.."
"HAH?"
He laughed, "Nggak kok, cuma kayak yang baru nyadar,"
Saya bengong ngeliatin dia, nggak ngerti apa maksudnya saya udah beneran lebih terlihat kayak ibu-ibu atau maksudnya makin dewasa dari cara berpikir. Tapi saya sadar, memang banyak hal-hal yang telah berubah, bahkan juga diri saya sendiri.



.

9 comments:

  1. hmm jadi gitu ya mbak nin, saya jadi bisa ngerti perasaannya gimana kalau kita sdh msk ke dalam fase pernikahan dan meninggalkan karir yang dulu kita punya. pasti ada rasa kangen dengan aktivitas yang dulu, tapi pastinya mbak bakalan terbiasa dengan itu semua dan fokus menjadi full time mommy hehehehe

    ReplyDelete
  2. Proses pendewasaan yang nantinya akan membuat seseorang menjadi lbh bijak dlm bersikap maupun bertutur kata pd akhirnya.

    ReplyDelete
  3. Hidup adalah pilihan, dan semua pilihan pasti punya konsekuensi.. ya kan mbak? :)

    ReplyDelete
  4. Hihihihi suatu saat kita pasti akan berubah, baik nyadar atau engga.

    ReplyDelete
  5. semangat ya, kak.. pasti deh kita bakal ngerasain hal-hal sedih seperti itu, namun hal tersebut juga yg memang bakal membentuk kepribadian menjadi lebih matang. Semangatttt, be the best version of yourself! :)

    ReplyDelete
  6. aku ngerasa aku mulai berubah. aku mulai gerah dengan kehidupan minim intrekasi di kota macam ini

    ReplyDelete
  7. itu artinya masnya seneng ditemenin #ngaco hahaha.... Semangat ah, dirumah nanti juga kalau dah biasa gak kepikiran pengen kerja #eh

    ReplyDelete
  8. Biasa jadi bikin bisaa yaa... Grow up up up nin ^^ moga selalu baikbaik saja yaah

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...