Saturday, April 9, 2016

{ REVIEW } MAKAN RAWON KALKULATOR DI TAMAN BUNGKUL


Pernah dengan soal warung rawon kalkulator ini? Saya sudah lama dengar sih, dari sejak masih on the job training di Surabaya 4 tahun lalu entah kenapa belum sempet juga mampir kesini. Agak ironis juga baru bisa mampir 4 tahun kemudian, ya saat ini. Dipicu oleh penasaran dan kepengin makan rawon aja gitu.

Letak Warung Rawon Kalkulator ini di Taman Bungkul Surabaya agak nyempil di pojokan belakang dekat tempat parkir. Warungnya sederhana dengan spanduk gede rawon kalkulator di depannya. Dibanding warung-warung lain di sekitarnya memang nampak agak mapan gitu tempatnya sih. Tapi kita bisa dengan mudah menemukan warung ini kok, spanduknya cuma dia aja yang punya soalnya.


Kami mampir kesini pas sore-sore mungkin sekitar setengah lima atau jam lima, rame lho... banyak pengunjung ke warung sederhana ini banyak yang baru pulang kerja langsung cus kemari, kelihatan banget dandanannya. Banyak juga yang langsung kalap pesan ini itu, mungkin capek seharian habis kerja atau kelaperan gitu ya :D


Di setiap meja dalam warung sudah ada hidangan tempe goreng di piring-piring, sambal, kerupuk dan pelengkap lainnya. Ada gorengan lain juga. Kami memesan dua porsi rawon, es jeruk dan es teh. Ya begini ini penampakannya.




Sederhana banget secara penampakan ya, bahkan hanya dari piring dan interior warung. Rasanya? Enak lho, dagingnya empuk dan item rawonnya dapet banget. Yang bikin rawon terasa rawon adalah dari bumbunya yang jadi kerak menghitam di kuah, nah ini yang bikin enak. Sambalnya juga pedes yang enak bukan yang asal pedes. Nasi? Ya paduannya cukup nyaman aja di lidah meskipun saya lebih suka nasi yang lunak banget, cuma mungkin bukan paduan yang pas ya kalau nasinya pakai yang lunak. Gorengan lain atau tempe saya sih nggak nyolek soalnya udah kenyang makan apa yang ada di piring. Pelayanannya juga cepat, meskipun ya standar warung gitu sih.

Lho kok rawonnya nggak mirip kalkulator? Dari mana coba namanya bisa kalkulator kalau bentuk hidangan bahkan dagingnya nggak bentuk kalkulator?

Nah mas-mas di balik meja kasir inilah yang istimewa dari warung ini. Mas kasir ini ya sejenis maskotnya.
Kok bisa?


Setiap customer selesai dengan santapannya dan beranjak membayar, mas kasir ini akan menghitung semua - ya semua bahkan dengan detailnya beserta pesanan tambahan - yang di pesan oleh si customer dengan lengkap tanpa alat bantu apapun. Cuma mengulang dan menghitung pesanan aja. Dan jumlahnya tepat lho. Nggak percaya? Jangan lupa bawa kalkulator kalau kesini untuk cek ulang hasil hitungan mas kasir.

Karena icon mas kasir ini selain rasa rawon yang bisa diandalkan, warung ini terus ramai pembeli. Beberapa orang terkenal juga pernah bertandang kesini, karena itu harga rawonnya boleh jadi tergolong mahal untuk ukuran rawon standar warung. Total makanan dan minuman kami berdua kira-kira sekitar 50-60 ribuan gitu harganya. Tertarik mencoba?

.

10 comments:

  1. Nind :'( smalem aku liat postingan ini di dashboard, aku kan lapar jadinya.. Harganya maknyuss juga yaa berdua segitu

    ReplyDelete
  2. Aku donk udah berapa tahun jadi penghuni Surabaya belom pernah nyoba hahaha. Ke taman bungkul seringnya main sama anak2 dan mbontot.. hahaha. Oia, ziandra jadinya masum kadijah. Adiknya sih masih paud, 2 thn lg baru TK kan belum genap 3thn.

    ReplyDelete
  3. Wah berarti si mas2nya itu manusia kalkulator y mba?
    Boleh tuh mba si mas2nya diajak sekolah kalo ada pelajaran mtk
    Kan mayan buat ngitung

    ReplyDelete
  4. Eh, mba Ninda di Surabaya juga yah?
    Aku malah gak pernah ke Taman Bungkul, haha

    ReplyDelete
  5. kirain makanannya kayak kalkulator,,, ternyata si tukang rawonnya ngitungnya pake kalkulator toh... mungkin istri yang punya warungnya juga matre kali mba... makanya hidupnya penuh perhitungan.... gkgkgkggk

    ReplyDelete
  6. Hoooo...mas kasirnya ngitung udah kayak kalkulator maka dinamain rawon kalkulator, hehehe...
    Kalau makanan warung pinggir jalan enak agak mahal dikit masih okelah.
    salam

    ReplyDelete
  7. Ohhh ini...iya pernah lihat di tivi. Ouchh tempeeenya

    ReplyDelete
  8. Meski bolak balik ke Sby tapi aku belum pernah nyoba ini. Btw..dagingnya kayaknya gedhe2 ngirisnya.

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...