Monday, August 15, 2016

TEH HIJAU DALAM SEHARI TANPA KOPI


Saya sudah pernah menulis tentang proyek pribadi saya untuk mengurangi konsumsi kopi berupa satu gelas kopi setiap dua hari. Sampai hari ini, masih saya jalankan alhamdulillah. Proyek pribadi ini sebenarnya dilatari oleh keinginan diri sendiri dalam rangka demi hidup yang lebih sehat. Maklum karena sudah sedari kecil menggemari kopi jadi saya agak susah pisah dengan minuman yang satu itu.

Saya sempat cuma minum kopi pas weekend ketika tahun kedua kerja, sebagai pengganti kopi saya suka minum susu cokelat panas, air lemon dan teh hijau bergiliran. Sudah menemukan akrabnya kebiasaan blogging pakai ponsel sambil minum teh hijau dan dilatari bunyi televisi di kamar yang menyala. Tapi ternyata keterpisahan saya dengan kopi di hari kerja hanya sampai pada tahun itu.

Diawali dari keseringan hadir di training atau meeting yang waktunya sering menyita waktu seharian atau setengah harian sementara saya orangnya nggak betah kalau lebih sering diam dalam waktu lama tanpa ngutek-ngutek sesuatu. Kalau sudah agak buntu atau terserang ngantuk, rekan kerja saya biasanya sudah mulai minta tolong ob untuk membuatkan kopi, karena merasa sudah nggak fokus juga saya jadi ikutan pesan. Bagaimana deskripsi terbaik mengenai secangkir kopi panas? wanginyaaa itu, baru juga masuk ruangan tapi baunya sudah meruap kemana-mana.

Jadi kalau dihirup baunya, meskipun belum diminum tapi membaui aromanya saja sudah sangat menyenangkan. Seketika punya efek relaxing.
Ada yang merasa sama kayak saya nggak pas bauin aroma kopi?

Saya suka kopi hitam panas dengan gula tidak terlalu banyak sehingga rasa pahitnya masih bisa dirasakan. Minumnya diirit-irit agar masih bisa menahan diri dengan minum secangkir aja, nggak nambah. Tapi setelah beberapa hari terulang, kemudian minum kopi di hari kerja menjadi kebiasaan saya kembali. Sore saya tidak lagi lengkap tanpa kopi. Sore tanpa kopi sudah serasa hujan tanpa rasa melankolis. Bahkan karena kesibukan, terutama di waktu-waktu tertentu setiap bulannya kadang saya malah bisa minum kopi sehari dua cangkir. Kebiasaan minum kopi sudah kembali tidak terkontrol.

Saya juga nggak bisa memisahkan diri dari kopi ketika menghabiskan banyak waktu dengan menulis, menyusun planner bahkan membaca novel. Hingga di suatu titik saya menyadari bahwa saya butuh berjarak dengan kopi, tidak bisa berhenti untuk meminumnya bukan berarti saya tidak bisa mengurangi intensitasnya. Jadi itulah yang mengawali proyek pribadi dua hari sekali bersama satu cangkir kopi.

Ketika butuh minuman ditengah menyelesaikan tulisan, laporan pengamatan atau pekerjaan kreatif dan sedang menjalani sehari tanpa kopi saya menggantinya dengan teh hijau yang tidak pernah absen dari keranjang belanjaan saat grocery shopping. Teh hijau panas juga memiliki aroma yang khas, menetralisir cemilan manis yang saya makan dan melunturkan rasa minyak seusai menyantap makan siang. Khasiat teh hijau bagi kulit juga sangat bagus, membantu menyehatkan kulit saya yang sering dilanda kemalasan meskipun semata mengoles lotion ke kulit saya yang cenderung kering.

8 comments:

  1. banyak-banyak minum air putih ka Nin... lebih sehat :)..
    Kalo kopi, saya ga pernah kuat minumnya walau 1 terguk, soalnya ga berteman sama asam lambung saya, meskipun itu hanya white coffe yg katanya rendah kafein :p

    ReplyDelete
  2. pong sehari dua gelas dong... *banggayangnggakbener

    ReplyDelete
  3. Belum pernah minum teh hijau... Huhu

    ReplyDelete
  4. Nulis sambil ditemenin secangkir kopi emang enak banget.... jadi lebih nyaman pas nulis... saya juga kadang suka gantiin kopi sama teh pahit.... aroma nya sama2 bikin hati lebih tenang :)

    Salam kak Ninda...

    ReplyDelete
  5. suami saya juga suka banget sama kopi Mba NInda, salam sehari bisa bergelas-gelas kopi ia habiskan :(

    ReplyDelete
  6. Bagiku...ngeteh itu subtitusi kopi banget. Murah dan mudah hahah tapi teh hitam

    ReplyDelete
  7. Terjawab sudah...baru kmaren aku bingung ini anak knapa ya sampe mengurangi kopi, tapi ada alasan yg lebih spesific ga nih hahhaha
    #sokjadidetektip

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...