Wednesday, November 9, 2016

KEBIASAAN KAMBUHAN WANITA


“Mbak aku pakai baju apa ya?”
“Ya pakai baju terserahmu memangnya kenapa?”
“Aku gak punya baju mbak”
“Loh bukannya dalam minggu kemarin datang paket sampai tiga kali dan itu semua bajumu kan?”
“Its not enough mbaaaaak!”
"......."

Itu merupakan percakapan panjang yang sering saya alami setiap kali mau pergi dengan si adek. Percakapan yang serupa juga mungkin pernah dialami oleh semua orang khususnya para wanita yang punya baju segitu banyak tapi selalu ngerasa nggak punya baju terus pengin belanja lagi dan lagi. Semacam kebiasaan kambuhan. Adek saya merupakan orang yang sering dengan ajaibnya membeli barang-barang dengan alasan yang sangat klise. Seperti misalnya karena 'lucu' atau 'kan nanti juga akan dipakai' ada aja alasannya. Dia lebih suka membeli barang-barang dengan sistem online, katanya sih kegemarannya melakukan transaksi secara online itu karena dia merupakan masyarakat urban dengan kategori gen Y yang ingin semuanya segera bisa dimiliki dalam waktu yang singkat tanpa usaha yang dapat menghabiskan waktu secara percuma.

Ealah.

Meskipun ada benarnya juga karena terkadang untuk mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan kita bisa menghabiskan waktu hampir seharian karena agenda tambahan yang seringnya diluar perencanaan. Biaya yang dikeluarkan ketika membeli barang langsung juga relatif lebih mahal, contoh ketika memasuki sebuah pusat perbelanjaan kita pasti butuh biaya transportasi atau bensin untuk kendaraan, menyisihkan uang untuk parkir kendaraan jika menggunakan kendaraan, membeli barang yang sebelumnya tidak direncanakan, membeli cemilan atau makanan berat dan banyak lagi biaya diluar rencana awal lain karena capek jalan-jalan nyari barang yang dipengenin.

Kemarin itu saat lagi jalan sama saya, si adek sempet lihat seorang yang berpakaian casual tapi terlihat cantik. Si adek tertarik untuk membeli jaket yang sama seperti yang dikenakan cewek itu. Lagi-lagi ada beberapa alasan yang dia pakai untuk mendukung ketertarikannya beli jaket baru, dia belum punya banyak jaket apalagi dengan model seperti itu dan dia juga belum memiliki warna pakaian yang seperti itu. Doh!

Setelah sampai di sebuah tempat makan dan kami akhirnya memesan beberapa menu makanan dan minuman, tidak lupa si adek meminta password wifi untuk mencari sesuatu di internet. Saya sudah mulai makan karena beneran kelaperan akibat belum sarapan dan si adek masih berkutat dengan hp miliknya. 

Beberapa saat sibuk sendiri dengan gadget, dia kemudian ngomong ke saya, “Mbak aku bingung mau cari siapa yang jual jaket army seperti yang tadi dipake orang itu loh, naksir. Habis sebelumnya belum pernah beli jaket gitu via online”.

Saya menghentikan kunyahan dan tertawa, lha serius banget toh yang tadi itu ternyata. Langsung nyari barangnya diinternet pula.

8 comments:

  1. Nah.. awas kebablasan blanja gak bisa stop wkwkkw.. heran deh, seminggu 3 kali, masih kurang.. mesti onok seng ditiru iki :))

    ReplyDelete
  2. Secara tidak langsung, sebagian besar wanita pernah mengalaminya. :D

    ReplyDelete
  3. Hahahah cewek banget ya mbak nin :D
    Dasar GEN Y
    aku juga sih kayaknya hihihi

    Aku juga suka warna parka army gitu.. tapi kalau yang belang belang militer kurang suka, takut bingung mau di pakein jilbab apa..

    ReplyDelete
  4. Untungnya aku lelaki sehingga punya baju lima potong saja terasa sudah cukup.

    ReplyDelete
  5. Ibarat ngaca, aku ini kayak adekmu , sama hahaaaa
    Beli baju , ngrasa lucu, e tru maen ambil 3-4 potong, besoknya mo jalan, e ngrasa blom punya baju, soalnya bedaan ama warna krudung ato bawahan huahaaa

    ReplyDelete
  6. Mungkin ini kebiasaan kambuhan yang sering dialami every women in the world ya mba hihihi :D

    ReplyDelete
  7. Aku dulu gitu. Tapi kemudian aku insyaf bahwasanya apa yg kece di org blom tentu kece padaku juga. Ya buat apa baju kece2, ketutupan bayi juga pas gendong atau pas pake apron. Huahahahah

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home