Sunday, November 20, 2016

MENULAR

"Tolong tulisin kartu ini dong..." kata dia, mengangsurkan kartu dan bolpoin yang sedianya akan kami sisipkan kedalam kado untuk seorang saudara. Dia memang biasanya meminta bantuan kepada saya untuk menuliskan hal-hal seperti itu, tulisannya nggak oke katanya dan memang bener sih, bisa baca apa yang dia tulis sekali lihat aja saya udah bersyukur. Untung pas LDM ngobrolnya via messenger, coba kalau masih jaman pakai surat kayaknya kudu bertapa dulu buat baca tulisannya dia.

Saya menerima kartu dan bolpoin kemudian menuliskan ucapan selamat berikut nama kami diatas kartu itu dengan buru-buru.
"Tumben ya kok tulisanmu jadi jelek?" komentarnya memperhatikan apa yang saya tulis.
"Iya?" saya memutar hasil tulisan di atas kartu dan melihatnya dari berbagai sudut, "masa sih?"
Ya memang saya nulisnya buru-buru, bukan yang sengaja menulis pelan-pelan biar tulisannya bagus gitu. Yang penting kata-katanya, ya kan?
"Iya, perasaan biasanya bagus," kata dia lagi.
"Oh," saya mengangguk-angguk, memperhatikan lagi tulisan saya diatas kartu, "kayaknya ini hasil ketularan deh,"

Dia mengerutkan kening, "maksudnya?"
"Ya tulisan jelek itu emang gitu sih, suka nular."
"............."
"Ini salahmu." kata saya, sok serius padahal nahan ketawa.
".............." dia bengong dan kemudian tertawa kecil setelah ngeh maksud saya.


6 comments:

  1. Hahaha tulisan cowo rata2 emang kek tulisan dokter ya nyin
    Suka doyong kanan doyong kiri

    Kalo aku pas lagi niat, ya bisa rapii bgt, tapi klo pas lagi ga niat bisa ngalah ngalahin huruf2 di sandi rumput wkwkwk

    ReplyDelete
  2. atau jangan masnya perlu kacamata baru hihihi

    ReplyDelete
  3. kebalikan mbak, suami malah yg sering ledekin tulisanku jelek -_-

    ReplyDelete
  4. ya itulah kenapa kebanyakan dokter itu pria.. hehe

    ReplyDelete
  5. Katanya mah, si suami sengaja kaya gitu supaya si istri merasa dibutuhkan. KATANYAAAAA....
    Padahal... hahahahaha

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home