Wednesday, December 7, 2016

KAMU CANTIK


Sebagai wanita, kita selalu mengalami masa ups and down baik mental, hati maupun fisik. Dan nggak jarang juga faktor fisik jadi merambat ke masalah hati. Jerawat yang muncul banyak di wajah, bekas luka, tinggi badan, berat badan, tingkat kecerahan kulit dan penilaian orang akan kecantikan kita.
Iya itu semua punya pengaruh yang nggak sedikit.

Nggak jarang orang marah karena fisiknya dijadikan ledekan atau kritikan. Seorang beauty blogger Emm dengan wajahnya yang berjerawat lewat mypaleskinblog pernah membuat video bahwa banyak orang yang menilai bahwa dia menjijikkan karena jerawatnya yang parah di wajah. Ketika dia menutupi jerawat dan bekasnya dengan makeup, orang-orang berkomentar bahwa dia palsu. Akan selalu ada orang yang berkomentar tidak menyenangkan tentang fisik kita, dan jika komentar tidak menyenangkan itu justru berasal dari orang-orang terdekat bahkan keluarga maka rasa sakitnya jauh lebih parah dan imbasnya bahkan lebih ngeri daripada yang kita pikir.

Adik saya gemuk dari kecil, sejak usia sekolah dasar sering setiap kali dia mau makan dia mendapat komentar tidak enak dari ayah saya bahwa dia gemuk jangan makan terlalu banyak, jangan makan terus. Sebenarnya dia belum sempat sarapan dengan benar sejak pagi, dan sepiring makanan yang akan disantapnya adalah piring makanan pertamanya. She's ended up nggak jadi mau makan dan kemudian menangis. It really takes time untuk membujuk dia agar mau menghabiskan makanannya. Tapi karena teguran itu dan teguran berikut-berikutnya yang nggak enak untuk didengar apalagi didengar oleh anak gadis seumuran dia, dia jadi bersikeras diet dan menyebabkan pertumbuhan tingginya nggak optimal saat masa-masa pertumbuhan. Sayang banget.

"My life will so much easier kalau aku cantik kayaknya," kata seorang sahabat saya dalam sebuah percakapan kami. Saya terus terang nggak percaya dia akan bilang sesuatu yang seperti itu. Nggak ada yang salah dengan dia, pendidikannya mulus, karirnya lancar dan baik hati, dia juga memiliki banyak teman.
"Kamu cantik," kata saya, karena itulah yang saya pikirkan tentang dia. Berat badannya ideal dan kulitnya bagus.

Saya tahu wanita kelewat sering merasa insecure pada apapun, terutama pada fisiknya. Jika tidak demikian maka tentunya catering diet, baju pelangsing dan skin care pencerah kulit tidak akan selaris itu di pasaran. Dan saya tahu juga akan selalu ada pemicu bagi kita untuk berpikir demikian, entah bayangan di cermin atau bahkan komentar orang.

Pada beberapa jenis pekerjaan memang menuntut requirements menarik, good looking dan proporsi tubuh yang ideal kadang juga tinggi badan menjadi bagian dari requirements-nya. Kadang, dalam situasi tertentu kita selalu merasa orang dengan fisik yang menarik selalu membuka lebih banyak kesempatan dibanding orang yang tidak. Padahal mungkin urusannya hanyalah sesederhana karena kesempatan yang dibukakan untuk orang itu tidak cocok bagi kita. Segala sesuatu memiliki standar terbaik yang terbeda bagi setiap orang.

Jika kita terbaik dalam bidang mengajar dan mentransfer ilmu, kenapa setengah mati menginginkan berprestasi dalam bidang peragaan busana? Jika seseorang tidak tertarik dengan kita karena kulit kita yang gelap atau tubuh kita yang tidak proporsional, lantas kenapa kita harus membuang banyak waktu kita untuk seseorang tersebut? We deserve better. Kita tidak butuh seseorang yang hanya akan membuat kita merasa bukan seseorang yang lengkap, menarik dan layak untuk bahagia menerima diri kita sebagaimana adanya. Kita tidak butuh komentar sumbang yang menyakitkan. Karena siapapun layak untuk bahagia, memiliki kepercayaan diri yang besar dan mencintai dirinya sendiri dengan penerimaan yang besar.

Saya yakin tidak ada orang yang suka kalau disinggung masalah fisik, apalagi dengan kritikan atau omongan nggak enak. Mereka kadang juga tidak siap dengan perlawanan balik dan tidak menyukainya.

Seperti yang dilakukan salah seorang anggota keluarga saya, berkomentar bahwa hidung saya tidak terlalu tinggi. Saya bilang dengan sopan bahwa hidung beliau pun tidak terlalu tinggi, nggak jauh beda dengan saya dan itulah yang memang didapat beberapa orang dalam keluarga kami. Bukan lantaran mau tapi karena memang seperti itu. Dia berkelit dan bilang bahwa hidungnya lebih mendingan dari saya. Saya tertawa karena memang demikian halnya, tidak ada yang suka dikomentari masalah fisik, tapi ringan saja berkomentar seperti itu tanpa berpikir sebelumnya. Tanpa sadar bahwa komentarnya bisa membuat citra diri seseorang menjadi negatif.

Karena kamu cantik selama selalu berusaha memperbaiki dirimu jadi versi yang lebih baik setiap harinya. Kamu cantik selama bisa mencintai dirimu dan kemudian juga membagi cinta itu kepada orang-orang disekitarmu. Kamu cantik dan layak mendapatkan apa saja yang terbaik, termasuk orang-orang yang menyayangi bukan hanya perihal fisik.

So just be happy with your self, remember you are beautiful with your kind heart and full of happiness smile :)

19 comments:

  1. huhu, bener banget mbakk... akhir-akhir ini aku baper gara2 banyak banget yang komentar dg nada heran kenapa jerawatku sekarang banyak. emang dibatin aja gak bisa ya :(
    tapi kalo tak pikir lagi, ya ngapain sih komentar orang sebegitu tak ambil hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mereka juga siapa padahal kan :)
      dan mereka pun juga sama dengan kita, nggak perfect

      Delete
  2. Sama ma adekmu, dulu aku suka dikatain bibi bibiku gemuk, jadi akhirnya pas kuliah mati matian pengen kurusm akhirnya yang nahan ga makan nasi selama 6 semester, trus pulang2 yang diomelin gegara tindakan bodoh itu, terlalu mikirin apa kata orang

    ReplyDelete
  3. aku salah satu yang heboh kalau ada jerawat muncul :D

    Cantik diluar ga asik kalau di dalemnya masih suka dengki, iri, nggosip.

    ReplyDelete
  4. aku nih termasuk telat dalam menyadari kayak gini heuheu. dari jaman sekolah temenannya sama yg cantique2 gitu tanpa sadar mereka ga sekedar cantik aja buat punya banyak teman tp karena emg karakter mereka cocok dijadiin teman. jadi pembelajaran biar lebih memunculkan karakter dan sisi2 menyenangkan dari diriku biar punya bnyk teman :)

    ReplyDelete
  5. iyah...aku kadang merasa terintimidasi sama wanita-wanita cantik. tapi ada lho...cewe cantik yang bikin aku malah adeem gitu liatnya. entah masih mencari cari cantik gimana yg bikin aku terancam wkkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. bwahahhaa hayoo yang gimanaaaa?
      mungkin terintimidasi sama yg kelewat superior, ya cantik ya baik hati ya pinter?

      Delete
  6. Ejekan fisik entah kenapa emang klo sodara sendiri yg komentar itu lebih berasa nyelekit. Hahaha.

    Skr sih udah kebal kalo ada yg komentar masalah berat badan, salah satunya karena suami selalu ngademin... hehehe

    ReplyDelete
  7. Love this post :)

    perempuan emang selalu insecure kalo dikomentarin tentang fisiknya, hehehe, tapi cara saya adalah ngaca dandan yang cantik dan tersenyum, nggak peduli saya pendek dan berlemak, hahaha, yang penting hepi dan cantik :p #kepedan

    ReplyDelete
  8. Aku sering dikomentari soal berat badan, apalagi pas pulang kampung. Males ketemu tetangga karena biasanya dikomentarin gendut. Biasanya langsung manyun.

    Perempuan kadang emang insecure. Nggak dikomen aja udah insecure, apalagi dikomen macem2 soal berat badan lah, jerawat lah, iteman lah.

    ReplyDelete
  9. aku jg pernah nin jerawatan yg byk bgt bikin gak pede, dan kadang aku jg gak pede sama fisikku. Tapi itu duluuu skrg pede aja, udah gak cari cowo lg soalnya *ehh hihihi

    ReplyDelete
  10. ada yang bilang gitu juga sih, teman yang bekerja di bank. :D karena penempatan kerja katanya dia yang cantik ditempatkan di pusat kota, dia di pelosok gitu. jadi ada kesenjangan, tapi ya seharusnya nggak bikin diri jadi insecure karena hal itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha? aku baru tahu ada peraturan taktertulis semacam itu lho mbak

      Delete

Previous Page Next Page Home