Tuesday, January 3, 2017

THAT NEVERENDING SAD STORY


Obrolan yang dulu itu.
"Ketika gue tertarik, dia nggak tertarik. Ketika orang lain tertarik sama gue maka gue nggak memiliki perasaan apapun."
"It's neverending story,"
Seperti dejavu ketika obrolan seperti ini berlangsung, saking banyaknya plot cerita yang tersusun tapi memiliki ujung maksud yang sama.
"It's never ending sad story," ucap saya, nggak tahu harus bilang apa lagi.

Obrolan yang kemarin itu.
"That's my problem. Kalau perasaan suka kebales kayaknya udah dari kapan dulu aku nikahnya deh hahaha," kata seorang sahabat saya.
"Nggak, that's every girl problem sebenarnya," saya menimpali, menambahkan dalam hati
...atau mungkin masalah yang sama yang dihadapi kebanyakan kepala di dunia ini.

Mengapa kita selalu terjebak pada perasaan yang tidak berbalas?
Mengapa kita memiliki kecenderungan untuk tidak bisa berhenti memandang ke arah yang sama, pada orang yang sama dalam waktu yang sangat lama ketika perasaan itu bahkan tidak berbalas?

Ketika sebuah perasaan tidak terbalas, kita mungkin tidak bisa menghentikan hati untuk terus-terusan melihat ke arah yang sama, pada orang yang sama dalam waktu yang tidak sebentar.
Entah apakah itu benar-benar ketertarikan yang sangat kuat ataukah hanya sekadar penasaran berlebihan?

Dan sesuatu seringkali terlihat lebih menarik ketika nampak tidak terjangkau, jauh dari gapaian kita. Kita manusia mungkin sering tersiksa dengan yang seperti ini, entah penasaran berlebihan atau benar-benar perasaan. Kita tidak pernah tahu yang sebenarnya, hanya kaki yang terus menuju ke arah yang sama, hanya ingatan yang terus mengingat orang yang sama, hanya hati yang terus merasa untuk perasaan yang sama.

Ada satu kecenderungan pada beberapa drama lama yang pernah saya tonton, tentang perasaan banyak arah yang nampak terlalu rumit untuk diselesaikan. Ambillah contohnya Full House dan Princess Hours sekitar tahun 2005-an kalau tidak salah ingat. Mengapa drama-drama dengan plot yang sama seperti diproduksi massal pada tahun-tahun tersebut dan semuanya merebut perhatian? Mungkin karena banyak orang yang merasa demikian, plot abnormal terhadap apa yang dinamakan perasaan.

Pada usia berapapun kita mungkin masih akan tetap tidak bisa menyelesaikan jawaban mengapa. Selain pemahaman-pemahaman yang berkembang seiring waktu. Bahwa kita harus mensyukuri perasaan-perasaan yang tidak bersambut karena Allahlah yang menggenggam hati kita, pun hati orang dimana kita pernah merasa tertarik ke arahnya. Pandanglah bahwa dalam titik itu, maksudNya untuk setiap perasaan yang jatuh tanpa balasan adalah: berhentilah, dan jika merasa sakit maka kau tahu Allah adalah tempat keluh kesah terbaik. Berhentilah dengan perasaan itu, karena bukan dengan dia kita ditakdirkan akan melewati waktu bersama.

Bukan kita bagian dari tulang rusuknya pun bukan dari dia apa yang menyusun kita berasal.
Sesederhana kita dan dia berjodoh dalam pertemuan, perasaan tidak terbalas dan pemahaman yang membentuk kita dalam tingkat kedewasaan, tapi bukan jodoh dalam bentuk pernikahan.

What a quite heavy thought :)
Tapi, semoga tulisan ini bisa membantu menyembuhkan hati siapapun yang terluka karena perasaan yang tidak berjalan sebagaimana diinginkan.

13 comments:

  1. Duluuuuu... ketika gak berjodoh dengan seseorang sempet ada yg bilang "wanita baik-baik untuk laki-laki yang baik juga". Karena kalimat itu malah jadi mikir, "apa aku kurang baik??" Padahal maksud temen baik, tp malah bikin jd lebih down, waktu itu. Hahahaha.

    ReplyDelete
  2. Perasaan yang tak berbalas kadang bikin sedih juga... yaa walau begitu mungkin suatu saat bisa bertemu dengan yang lebih baik :')
    Drama Princess Hours rame bangett itu latar nya baguss dan ceritanya bikin penasarann XD salah satu drama favoritt ahahaha

    ReplyDelete
  3. pada usia saya, (berapapun)

    saya menyadari bahwa hati saya bisa belajar, belajar mencintai seseorang yg sebelumnya bahkan tak saya kenal.

    dan semakin hari saya semakin faham bahwa cinta pun bukan hal yg tak bisa digapai, karena hakikat cinta adalah terletak pada sebab. maka menemuakn sebab mencintai adalah pokok paling utama dari cinta itu sendiri.

    ya elah... malah tambah berat.

    ReplyDelete
  4. Makjleb sekali, Ninda.
    Ini kayak kamu lgi menghibur, memahamkan, menguatkan aku.. kamu seolah mengerti perasaanku..

    I love Ninda..

    ReplyDelete
  5. Iyah kak...
    Kapan hari temen-temenku yang cowo sempet nanya gini ke aku "May, kenapa wanita lebih memilih cinta yang sulit? " mungkin ini kali kak yaaaa.. kejebak perasaan

    ReplyDelete
  6. Kalau memang digariskan Tuhan untuk menjadi pasangan hidup, pasti segalanya dipermudah dan didekatkan. Cuma memang beberapa orang harus mengalami jatuh bangun dan luka-luka dahulu sebelum ketemu pasangan hidup.

    Well, kalo ditanya 'Mengapa kita selalu terjebak pada perasaan yang tidak berbalas?', kayaknya tergantung orangnya, sih ya? Ada yang memang melankolis, setia (baca: susah move on) dan akhirnya sering terjebak cinta tak berbalas. T_T

    ReplyDelete
  7. Quite?

    This is SO DAMN DEEP AND VERY HEAVY thought
    :))

    Well, I guess I had been in that phase, once, but thanks God finally I'm in a better step. Being happy and not really care about who I like or who I would be with because I bee-leave Allah will show me the one who really deserve me one day.

    Setidaknya setelah mantan yang bikin gagal move on bilang "Netral aja, serahkan jodoh pada Allah dan jangan berharap pada siapapun (termasuk aku) agar tak ada diantara kita yang kecewa"

    HEH KOK AKU JADI TSURHAT DISINI -_____-

    ReplyDelete
  8. jd inget dulu masih smu pernah ngerasai cinta tak berbalas hihihi skrg klo inget cuma pengen ketawa sendiri aja

    ReplyDelete
  9. Aku sering banget dulu nind, bertepuk sebelah tangan :)) alhamdulillah dia nggak mau jadi nya aku nggak patjaran hahaaa. .

    ReplyDelete
  10. Nah ketika ada tema tentang perasaan yang bertepuk sebelah tangan, kadang dulu aku malah menjadikannya sebagai ide liat nulis nulis novel buat dibaca sendiri sama temen sebanhku, rasanya asyik, ngebayangin tokohnya jika terkena sindrom kek gitu tu berasanya nyesek abis

    ReplyDelete
  11. Kenapa ga terbalas? Karena emang bukan jalannya, bukan jodohnya, ga ada benang merah yg lewat antara dia dan yg tidak membalasnya.
    Sabar aja mungkin klise tapi ya itu doang sih.
    Nanti akan dihadirkan org yg emang setrayek sama kita.
    *dikata angkot?!

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home