Wednesday, June 14, 2017

BEING KIND, NGGAK PERNAH MERUGIKAN KOK


Kita bisa dengan mudah menilai buku hanya dengan melihat sampulnya saja. Ya nggak?
Dan nggak salah juga kalau kita mempertimbangkan pengen baca buku itu atau nggak, pengen beli buku itu atau nggak hanya dari sampulnya aja.

People said don't judge a book by it's cover, but we've done judging people by their appearance so many times.

Ya memang itu normal-normal aja kok, nggak mungkin kan pertama kali kita melihat atau berkenalan dengan seseorang terus langsung bagaikan manusia super kita langsung aja bisa tahu dia ini baik hati banget atau nggak, pelit atau nggak, nyebelin atau nggak dan family person atau nggak.

Paling yang bisa kita lakukan hanya menebak-nebak aja berdasarkan keseluruhan penampilan dia kemudian kita menilai dalam hati, nggak bener-bener tahu secara mendalam. Karena bapak-bapak gondrong bertato bahkan mungkin lebih familyman dari semua orang di lingkaran pertemanan kita yang cenderung lebih klimis dan rapi.

We can judge the book by it's cover but we don't know what inside.

Oke, jadi ini bagian dari pengalaman saya semenjak memutuskan untuk bermuamalah secara online.

Kita tentu tahu dibalik akun-akun sosial media, ada berbagai orang dan berbagai karakter yang berbeda-beda. Kita kadang nggak bener-bener tahu siapa sih yang ada dibalik akun-akun itu, orang yang seperti apa juga mereka? Kecuali sih akun-akun teman-teman kita dan keluarga kita ya, pasti tahulah real orangnya kayak gimana.

Sementara banyak deh akun-akun anonim atau akun-akun yang menggunakan nama berbeda di dunia maya mereka. I'm aware of that. Biasanya akun seperti ini akun cadangan dengan berbagai keperluan, mulai dari untuk belanja-belanja doang, jual barang-barang preloved online bahkan sampai buat nyinyirin artis di akun haters dan akun gosip :))) banyak lah ya fungsinya.

Nggak jarang juga saya di follow akun-akun yang begini. Begitu saya lihat profilnya atau follow akunnya ternyata fotonya cuma sedikit banget, sebiji dua biji yang nggak related sama kehidupan sehari-hari mereka, atau malah no post sama sekali.

Tapi, saya sering dapat DM order dari akun-akun seperti ini bahkan juga pembelian yang nggak cuma sekali dua kali aja dan dengan nilai order yang nggak bisa dibilang sedikit.

Dan saya senang memperlakukan customer dengan baik karena saya ngerti nggak enaknya dijutekin penjual, padahal kita udah bersikap baik dan dia juga butuh kita beli produknya. Seperti posting saya terdahulu, saya bukan orang yang punya banyak pengalaman di bidang marketing, pun saya juga nggak banyak-banyak amat ilmu soal marketingnya. Tapi saya tahu bahwa setiap orang deserved for our kindness. Yah selama mereka nggak nyebelin, insulting atau berperilaku negatif lain. Saya hanya menggunakan pengalaman saya sebagai customer. Bagaimana saya ingin diperlakukan sebagai customer, maka saya mengaplikasinya sekarang sebagai sikap penjual.

Jadi saya pernah dapat customer yang melakukan pembelian dari sebuah akun yang sepi posting. But she's kind of lovely. Caranya bersikap dan menjadi customer sangat menyenangkan. Nggak mentang-mentang, nggak jutek dan sangat hangat. Seneng banget lho punya customer yang menyenangkan, bener deh... Nggak tahu ya kalau orang lain, kalau saya sih seneng punya customer yang hangat dan menyenangkan kayak cokelat panas di hari hujan gitu :))

Suatu sore sepulang jalan-jalan beli cemilan buat buka dan saya lagi buka-buka ecommerce yang jual susu kedelai online, saya dapet notifikasi private message dari dia yang menyapa saya dan bilang kalau mau beli beberapa item yang jual lagi. Saya nggak butuh waktu lama untuk menyiapkan pesanan dia karena semuanya saya masih punya stock di rumah. Dan karena dia sangat menyenangkan, maka saya sertakan juga beberapa freebies yang saya harap dia senang menerimanya.

Beberapa hari kemudian dia message saya lagi kalau yang saya kirim sudah sampai ke dia, and she loves anything inside. Saya berterima kasih karena dia mau menyempatkan waktu untuk mengabari saya, ketika notifikasi lain masuk ke ponsel saya. Ada mention dari akun yang nggak saya kenal.
And I was so surprised, karena yang mention akun saya (+ short review positif) itu akun besar dengan banyak followers. Kurang lebih puluhan ribu followers lah, dan bukan followers beli, kelihatan kok dari interaksinya. Dia juga beautygram yang akunnya terkonsep dan feedsnya niat, bagus-bagus pula. Sebelum vlog musim, dia juga sudah bikin vlog-vlog dari lama.

Saya nggak nyangka kalau customer saya yang ramah itu termasuk dari bagian dari orang-orang yang kita kenal sebagai selebgram. Dan dengan tumpukan agendanya sebagai influencer, seberapa banyak dia dikenal... nggak menghalangi dia untuk punya attitude yang menyenangkan. Berapa banyak sih orang terkenal yang mau berbaik-baik sama orang yang nggak mereka kenal diluar keterkenalan mereka? Saya rasa nggak banyak ya. Apalagi interaksi dia dengan saya kebanyakan di second akun dia sih, yang mana saya nggak tahu dong gimana pemiliknya di dunia nyata. Jadi saya rasa memang begitu adanya kok kepribadian dia, bukan karena membangun citra atau apa. Karena saya kan bener-bener nggak tahu ya famousnya dia kayak apa diluar sana.

Kejadian ini bikin saya ngerti, meskipun nggak bener-bener kenal siapa seseorang itu, meskipun dia bukan siapa-siapa... mereka tetep layak untuk menerima sikap baik dari kita. Dan seberapapun bagus image kita, seberapapun 'lebih' kita dari orang lain, lebih berprestasi, lebih terkenal, lebih kaya nggak pernah rugi untuk bersikap baik ke orang yang juga bersikap baik ke kita. Lebihnya kita dari orang lain juga bukan lantas menjadi alasan kalau kita layak bersikap menyebalkan ke orang lain.

Niatan awal belajar bermuamalah ini ternyata memang berbuntut panjang. Bukan hanya bermuamalah-nya saja yang bikin saya belajar, tapi juga semua interaksi di dalamnya yang melibatkan banyak orang dengan berbagai karakter.

7 comments:

  1. Berbuat baik itu memang harus kepada siapa saja ya kak Ninda :)

    ReplyDelete
  2. Woaaa! Lucky you! Tapi saya suka banget judge buku dari cover, apalagi buku desain *salah pokus*

    ReplyDelete
  3. bersikap baik gak akan pernah ada ruginya ya mbak :)

    ReplyDelete
  4. Pengalaman dan cara pandang yg menarik, Nin. Jujur, aku gak pny pengalaman dalam usaha/ bisnis. Tp, ada keinginan benere. Hnya bgung bidang apa yg bner sy minati.

    ReplyDelete
  5. Ahh suka dengan postingan begini

    ReplyDelete
  6. iya jualan bikin kita kenal banyak karakter ya, nin. ada yang jutek ada yang asyik. ya dibikin enak aja deh, hehe

    ReplyDelete
  7. Ga akan rugi kok berbuat baik. Kalo ga orgnya balas ke kita, insya Allah, Allah membalas via perantara orang baik lainnya

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home