Thursday, June 29, 2017

MENGATASI NAFSU MAKAN ANAK YANG BERMASALAH

pic take from pinterest
Mudik dan ketemu sama adek-adek sepupu itu berasa yang gimana gitu, soalnya mereka semua udah pada gede-gede dan tinggi. Saya termasuk urutan pendek kalau sudah ketemu sepupu. Padahal dulu waktu kecil masih sering saya asuh dan suapin.
Time flies, saya ngerasa tua -_-

Saya jadi inget pas mereka kudu disuapin karena dititipin orang tuanya di rumah saya sebentar. Pasti tahu dong, susah banget yang namanya nyuapin anak kecil. Kadang kudu diajak main dulu, lari-larian. Macam-macam lah... dan dilema cucu tertua itu pasti deh ngerasain jadi baby sitter di usia muda buat semua sepupu-sepupu yang lebih kecil. Dari yang nggak tau sama sekali caranya sampai yang udah banyak bekel ilmu buat diterapin kalau udah dewasa dan punya anak sendiri.

Anyway, waktu kecil saya juga cukup susah makan. Bukan karena apa sih, selain sindrom kebanyakan anak kecil yang nggak gitu doyan makan, saya juga punya banyak alergi. Makan apa dikit alergi, yang paling sering kumat itu kalau makan telur dan daging ayam non organik. Maklumlah ya karena cucu petani jadi apa-apa pasti dari kandang sendiri. Ayam kampung, telur ayam kampung, madu lebah liar, bahkan banyak sayur dan bahan makanan yang semua diproduksi sendiri untuk konsumsi sendiri makanya nggak ketahuan. Gitu sekali makan yang dari bingkisan orang which is daging ayam pedaging, telur ayam petelur langsung kena alergi.

Si mami saya pernah cerita kalau pas saya kecil dulu, ngasih makan saya itu jadinya tricky. Pokoknya ribet karena saya kudu doyan makan padahal banyak pantangan makanan.

Umumnya, bayi akan diperkenalkan dengan makanan-makanan padat sejak mereka berusia 6 bulan ke atas. Pada awalnya, Ibu tidak akan kesulitan memberikan mereka makan. Namun setelah menginjak usia 1-3 tahun, biasanya anak sudah mulai rewel dan pemilih. Jadi jangan heran kalau sering melihat ibu-ibu yang main kucing-kucingan dan bahkan mencak-mencak karena anak mereka enggan menyentuh makanan yang dihidangkan. Kita dulu juga pasti kayak gitu kok kalau mau inget-inget, ya nggak? :D

Bahkan, makanan yang sudah ada di mulut kadang-kadang sering dilepeh, enggan membuka mulut, bahkan tidak sedikit yang sengaja kabur karena tidak mau makan. Ibu-ibu yang biasanya terlihat sabar sekalipun, kadang-kadang naik pitam karena khawatir apabila anak mereka tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah cukup setiap hari. Apalagi jika anak masih berusia 1-3 tahun, yaitu usia emas dimana seorang anak seharusnya mendapatkan nutrisi lengkap yang terdiri atas:

- Lemak
- Protein
- Serat
- Karbohidrat
- Zat besi
- Vitamin A
- Vitamin C
Asam folat, dan lain-lain

Teman-teman yang sudah jadi baby sitter dadakan sejak usia masih muda banget kayak saya pasti deh tahu gimana repotnya menyuapi anak, apalagi yang sudah jadi ibu-ibu yang anaknya masih pada balita. Bahkan kadang-kadang, masuk 3-5 suapan saja sudah untung. Tidak sedikit lho, orangtua baru yang kurang pengalaman dan kurang sabar terpaksa harus bertengkar dengan anak setiap makan.

Untuk menghindari berbagai hal yang tidak menyenangkan selama proses pemberian makan kepada anak, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi nafsu makan anak yang bermasalah agar kebutuhan nutrisi harian mereka bisa terpenuhi.

Suka kerepotan memberi makan anak-anak kita atau mengasuh para adik saat jadi baby sitter dadakan? Baca deh penyebab dan cara mengatasinya dibawah ini :D

Penyebab anak tidak mau makan
Sebelum kita membahas solusi mengatasi nafsu makan anak yang bermasalah, terlebih dahulu kita harus mencari tahu akar penyebab mengapa anak-anak enggan makan.

Beberapa penyebab anak susah makan diantaranya adalah:
- Anak tidak merasa lapar. Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang merasa tidak lapar tentu akan enggan mengkonsumsi apapun.
- Mulai menyukai rasa tertentu atau punya selera tertentu.
- Tidak suka dengan makanan-makanan yang dicampur-campur.
- Karena mengalami masalah kesehatan tertentu seperti sariawan.
- Bosan dengan rutinitas yang sama.
- Lebih suka bermain-main dan enggan meninggalkan permainan atau mainan yang sedang dimainkan.
- Terlalu banyak minum.

Mengatasi nafsu makan anak yang bermasalah
Setelah mengetahui berbagai sumber masalah atau penyebab mengapa anak-anak malas makan, tentunya akan lebih mudah bagi kita untuk mencari solusi yang tepat. Berdasarkan poin-poin di atas, kita bisa lho mencoba beberapa solusi mengatasi anak yang malas makan dengan cara:
  • Jadwalkan jam makan dan pemberian cemilan termasuk susu. Pada umumnya, jam makan anak sama seperti orang dewasa, yaitu pada pagi hari (sarapan), makan siang, dan makan malam. Biasanya disela-sela makan utama tersebut, beberapa orang tua memberikan anak-anak cemilan berupa buah-buahan atau berbagai jenis makanan lainnya. Tips-nya, hindari memberikan anak-anak susu sebelum makan. Jangan terlalu banyak memberikan air putih sebelum makan. Berikan hanya cemilan-cemilan yang mengandung banyak nutrisi. Sebaliknya, hindari memberikan anak berbagai jenis cemilan yang miskin vitamin, mineral, serta serat. Sehingga, apabila anak enggan makan pada jam makan utama, Bunda tidak akan khawatir karena anak-anak sudah mendapatkan nutrisi yang cukup dari cemilan mereka. 
  • Biasakan makan bersama-sama. Anak-anak sangat suka meniru apa yang dilakukan oleh orang tua mereka. Mereka juga suka dilibatkan dalam berbagai hal, tidak terkecuali saat makan. Apabila orang tua terbiasa melibatkan anak saat makan, anak-anak pun cenderung menjadi lebih semangat. 
  • Gunakan meja makan. Banyak orang tua saat ini yang memberikan anak-anak mereka makan ketika bermain. Sehingga anak terbiasa makan sambil berjalan dan bahkan tidak sedikit yang makan sambil berlari. Hal ini akan membuat Ibu kerepotan karena harus memanggil anak atau mendatangi anak untuk setiap memberikannya suapan nasi. Dengan meja makan, orang tua akan lebih mudah memberikan anak-anak mereka makan dan bermanfaat juga untuk menghindari agar anak-anak tidak tersedak karena makan sambil berjalan atau berlari (bermain). 
  • Ada beberapa anak yang cenderung tidak suka ketika makanannya dicampur-campur antara sayur dengan lauk pauk. Bahkan tidak sedikit anak yang tidak suka apabila nasinya dicampur dengan lauk pauk. Ayah-Bunda bisa mencoba memisahkan makanan-makanan tersebut dengan cara memberikan nasi terlebih dahulu. Setelah nasi habis, berikan mereka lauk pauk atau sayur. Ingat, sebaiknya berikan mereka makanan yang menjadi favorit mereka di sesi terakhir agar mereka tidak kehilangan selera makan setelah merasa sedikit kenyang. 
  • Coba hidangkan anak berbagai jenis makanan. Pada awalnya, anak mungkin enggan mengkonsumsi makanan yang asing bagi mereka. Tapi, Bunda wajib sedikit memasakan anak mencicipi makanan tersebut. Biasanya, setelah mereka mencicipinya dan suka, mereka akan minta tambah lagi... dan lagi... 
  • Apabila anak mengalami masalah kesehatan seperti sariawan, segera bawa anak ke pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas/RS) atau dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sehingga sariawan bisa sembuh lebih cepat. 
  • Pastikan di rumah kita ada jadwal makan yang pasti. Dengan adanya jadwal makan, anak-anak akan lebih mudah diajak makan. Dan sebisa mungkin, anak-anak harus sudah berada di rumah setidaknya 15 menit atau 30 menit sebelum jam makan.

5 comments:

  1. dulu mah saya waktu kecil, kalo gak mau makan, nanti sama ibu saya mau dilaporin polisi biar dipenjara hahaha :'D

    ReplyDelete
  2. Pernah ngalamin waktu jaman iyas MPASI susahhh bgt, sampe galau sendiri akunya hehehe

    ReplyDelete
  3. Ayam dan telur pedaging nyin?
    Dulu temen ada jg yang klo abis maksn telur pasti alergi gitu
    Klo sku plg seafood yg macem kepiting sik

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah nyin, anak ku nurun ayahe. Apapun makananannya, disantap saja. ahah..

    ReplyDelete
  5. Biasanya sih napsu makan anak itu nurun dr ortunya, apalagi emaknya.
    Kalo emaknya doyan makan, pasti anaknya jg doyan. Kalo emaknya jarang/susah makan, ya nurun jg ke anaknya.
    Alhamdulillah andin cukup kooperatip. Dikasi apa aja sama emaknya yg ga bs masak, lahap aja, abis aja. Hahaha

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home