Friday, September 15, 2017

MOTIF BATIK KEBAYA KUTU BARU SEBAGAI KEBAYA KHAS JAWA

pic source: pinterest
Nyadar nggak sih kalau mulai sekitar tahun 2015 itu kebaya kutu baru lagi ngehits dan booming banget. Setiap kali scroll timeline social media apa aja dan saya nemu teman-teman saya lagi kondangan atau lagi hadir di beberapa formal event tertentu - ya kebanyakan memang kondangan sih, itu sering banget mereka dan teman-temannya milih untuk pakai kebaya kutu baru.

Karena banyaknya peminat, mendadak deh bermunculan online shop-online shop yang menjual kebaya kutu baru dengan motif dan bahan yang beragam, dari polos, bunga-bunga sampai brokat ada semua tinggal milih aja. Terus semua clothing line jadi berlomba-lomba ngeluarin koleksi baju mereka edisi kebaya dengan model kutu baru juga.

Saya sih suka kebaya, cuma memang udah lama nggak pernah pakai. Suka juga sama trend kutu baru yang semuanya imut kebangetan apalagi yang motif bunga-bunga dan dipadu sama bawahan batik. Cuteness maksimal dan kelihatan cewek Jawa sejati gitu.

Cuma ya itu, saya mau pakai pakaian kayak gitu kemana dan jahitinnya dimana hehe soalnya pernah punya kebaya cuma kepakai satu dua kali aja buat acara nikahan, selain itu nganggur di lemari. Karena kebaya jaman sekarang meskipun jauh lebih wearable tapi kan tetep sih nggak bisa dipakai kerja dan ngemall. Akhirnya ya gamis lagi, gamis lagi yang saya pakai, kembali ke jenis pakaian yang paling nyaman dan bisa dipakai kemana aja ini. Paling gonta-ganti warna dan model aja sih :)

Meskipun gitu nggak menutup kemungkinan kok saya bakalan pakai kebaya juga kalau lagi ada event keluarga yang kudu kostum kebaya gitu contohnya, pokoknya asal ada yang jahitin dan penjahitnya jelas bagus aja. Kapok banget deh kena penjahit yang sudah hasilnya lama terus cutting nggak enak dan bentuknya aneh pas dipakai.

Kalau kamu suka pakai kebaya tiap datang ke pesta?

Kebaya merupakan pakaian tradisional Jawa yang kini telah dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Walaupun berasal dari tanah Jawa, namun berbagai daerah memiliki model dan jenis kebayanya sendiri-sendiri. Model yang biasa dipakai wanita Jawa Tengah biasanya model kebaya dari Solo atau akrab disebut kebaya kutu baru. Solo atau Surakarta sendiri merupakan daerah di Jawa Tengah yang identik dengan suasana kerajaan atau Keraton. Kita sering melihat jenis kebaya Solo ini dari almarhum ibu negara Ibu Tien Suharto dimasa Beliau menjabat sebagai ibu presiden. Namun sebetulnya kebaya ini sudah ada sejak jaman R.A Kartini. Ibu Kartini menggunakan kebaya ini dari bahan katun baik polos satu warna maupun dengan motif batik.

Dari kerajaan-kerajaan di Solo maupun di Jawa Tengah pada abad ke 17, kebaya batik kini meluas khususnya di pulau Jawa. Awalnya batik sendiri adalah hobi para anggota kerajaan yang gemar berhias dan diturunkan turun temurun ke anggota keluarga. Dahulu bahkan satu motif kebaya batik dapat sebagai suatu identitas keluarga tertentu. Beberapa motif batik juga dapat menunjukkan status seseorang, sampai saat inipun motif batik tradisional hanya digunakan oleh anggota kerajaan Surakarta.

Nggak ngeh sama bentuknya?
Mungkin teman-teman masih ingat kebaya yang dipakai oleh menantu pertama presiden Jokowi yang disiarkan live dengan motif bunga-bunga yang cakeup itu, nah ya itu model kebayanya.

Nggak cuma di Solo aja, saat ada acara di keraton Yogyakarta saya juga pernah nonton di tv kalau motif-motif pakaian tradisional yang dipakai keluarga keraton dan semua abdinya ini macem-macem juga. Dari beskap hingga kebaya motifnya bagus-bagus dan macem-macem.

Rasanya pengin bilang cute dari kacamata saya yang pecinta motif dan gambar ini, cuma rada gak pada tempatnya aja kayaknya ya masa beskap dibilang cute *eh* :))

Ngomong-ngomong soal motif, motif yang dipakai untuk kebaya itu nggak sembarangan lho, ada falsafah yang mendasarinya juga. Penasaran?

Untuk mengetahui lebih lanjut kebaya dengan motif batik khas jawa, berikut ini adalah beberapa motif batik dari kebaya kutu baru beserta falsafahnya:

Truntum / Truntul
Motif ini melambangkan cinta dan kasih sayang yang mekar kembali. Dalam penggunaannya, motif ini sering menggambarkan kasih sayang antara orang tua kepada anaknya ketika sang anak akan melangsungkan pernikahan. Dahulu digunakan para orang tua saat mengantarkan anaknya di upacara panggih saat pernikahan.

Falsafah motif truntum ini adalah: Truntum berarti tuntun atau menuntun, sebagai orang tua perlu menuntun putra-putrinya memasuki kehidupan baru berumah tangga serta memberi contoh yang baik.

Wahyu Temurun
Falsafah motif kebaya batik Wahyu Temurun adalah mendapatkan anugerah dari Yang Maha Kuasa berupa kehidupan yang bahagia sejahtera serta mendapatkan petunjuk-Nya.

Sido Luhur

Motif Sido Luhur bermakna harapan untuk mencapai suatu kedudukan tinggi dan menjadi contoh masyarakat. Orang Jawa mengharapkan kehidupan mereka mendapatkan keluhuran baik segi materi maupun bukan materi. Materi dalam artian segala kebutuhan fisik sesuai dengan pekerjaan, jabatan maupun profesinya. Sedangkan keluhuran non materi berarti ucapan yang dipercaya, atau bermanfaat bagi orang lain. Dengan menggunakan motif ini diharapkan adanya kemudahan dalam mendapatkan keduanya.

Buntal

Falsafah dari motif ini adalah semangat persatuan dan kesatuan. Dahulu kebaya motif ini dipakai untuk mengingatkan akan semangat meraih kemerdekaan bersama-sama.

Parang Barong

Parang barong merupakan parang yang paling besar dan agung. Motif ini adalah motif sakral yang hanya boleh dikenakan pada seorang raja. Biasanya dikenakan saat memimpin ritual keagamaan dan meditasi. Parang Barong merupakan induk dari batik bermotif parang. Falsafah motif ini agar raja selalu berhati-hati dan dapat mengendalikan diri. Motif ini diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Parang Rusak

Digunakan oleh para bangsawan Keraton saat upacara-upacara kenegaraan. Sampai saat ini motif Parang Rusak tetap terjaga di sekitar Keraton.

Itulah beberapa motif batik sakral yang dahulu banyak digunakan untuk menghiasi kebaya kutu baru. Beda banget ya sama kebaya kutu baru kontemporer yang motifnya juga kekinian semua saking macem-macemnya. Tapi tetep saat ini mungkin beberapa motif diatas tetap digunakan secara luas tanpa pemakai mengetahui makna didalamnya. Namun beberapa motif masih tetap dijaga kesakralannya dan tidak semua orang dapat mengenakan, karena pembuatannya hanya berada di satu lingkup kecil kerajaan saja.

3 comments:

  1. Batiiiik, sampai dengan tahun lalu kalo lebaran selalu beli batik... Tapi bukan batik tulis sih...

    ReplyDelete
  2. Menjawab pertanyaan diatas, saya ga pernah pake kebaya kalo mau ke kondangan kak.. *dirajam*

    Aku paling suka motif parang, time-less gitu

    ReplyDelete
  3. Baru tau soal motif kutu baru

    Gak pernah terlalu tau juga sih soal motif motifan atau pattern patternan atau aksen pakaian lainnya

    tapi rasanya sih pernah liat
    somewhere gak ingett

    P.S.
    Wow unguuu
    I wear purple too, today kaknyinn
    Sneaky look at my snapgram hahahaha

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home