Tuesday, October 31, 2017

TEMAN CURHAT TERBAIK

Ada beberapa alasan mengapa blog kadang adalah teman curhat terbaik.
Dan mengapa orang-orang yang sebenarnya nerd atau bahkan merasa nerd membutuhkan blog.

Dulu ketika awal-awal blog sangat booming pada masa awal saya melek internet, Raditya Dika ngehits banget dengan gaya bloggingnya yang kemudian jadi buku berjudul Kambing Jantan. Banyak yang kemudian ikutan termotivasi ngeblog karena Radit, tentu saja dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin blognya dibukukan seperti halnya Radit, ada yang ingin eksis, ingin terkenal dan hal-hal selazimnya anak muda pada masa ketika teknologi internet masih terbatas dan kebanyakan orang hanya bisa mengaksesnya melalui warung internet.

Karena itu juga, banyak yang gaya ngeblognya terpengaruh Radit. Mulai dari cara menulis, melemparkan lelucon dan membego-begokan diri sendiri. Nggak jarang jatuhnya lucu, sering juga jatuhnya failed karena nggak semua orang pada dasarnya cocok menulis dengan gaya dan selera humor yang kurang lebih nggak beda jauh.

Saya inget obrolan saya dengan seorang sahabat saya dulunya, ketika kami masih duduk di bangku SMA atau kuliah, entahlah... kapan timeline yang benar saya sudah lupa. Bahwa terlepas dari imagenya yang gila dan absurd abis, terlihat gaul dan memiliki banyak teman, kami merasa dia juga memiliki sisi nerd yang kuat.

Coba aja bayangin, cowok, nulis kegiatan dan apa yang dia alami sehari-hari di media blog. Beberapa bagian mungkin berisi tentang kisah patah hatinya dia dan bagaimana dia menjalani hari-hari itu.

Nerd banget.

Karena kalau menurut saya orang yang benar-benar gaul dan memiliki banyak acara gaul, waktunya akan habis di dunia nyata bukannya di internet. Dan ini terjadi jauh sebelum mencari rezeki melalui personal blog menjadi hal yang wajar.

Yang dialami seorang Radit mungkin sama dengan yang kita semua alami.
Atau yah paling tidak sebagian dari kita yang memiliki blog dan cenderung suka menulis.

Orang-orang yang untuk beberapa kondisi, jika bukan dalam kondisi general adalah tipe orang yang sulit untuk mengungkapkan perasaan. Rasa kesal, marah, sedih, karena tidak ekspresif atau menahan diri untuk tidak ekspresif maka kita memilih tulisan sebagai pelampiasan yang sepadan dengan hal-hal yang tidak bisa kita sampaikan secara langsung dan pada saat yang tepat.

Kita juga membutuhkan menulis, karena kita pasti pernah berada dalam kondisi ketika kita merasa tidak ada orang yang mampu mengerti dan merasakan apa yang sedang kita rasakan. Mereka memiliki telinga dan nampak mendengarkan kita tetapi tidak mengerti apa maksud kita dan tidak memberikan tanggapan dan reaksi seperti yang kita harapkan.

Maka kita memilih blog, memilih menulis untuk mendapatkan telinga yang kita mau dan mendapatkan reaksi seperti yang kita butuhkan dan kemudian membantu kita untuk merasa baikan, merasa jauh lebih lega daripada sebelumnya. Meskipun ternyata yang sesungguhnya terjadi tidak begitu, kita justru sedang berbicara secara instens dengan diri kita sendiri.

A deep conversation.

Setelahnya kita mengerti diri kita lebih baik lagi, mengerti apa yang kita rasakan lebih jelas dan apa yang kita mau dengan lebih fokus.

So that's why.

4 comments:

  1. Lalu kemudian, ada beberapa orang yang ikut nimbrung dalam deep conversation dan terketuk juga hatinya.....meski tanpa jejak.

    ReplyDelete
  2. kalo yang kaya aku sebentar nongol, abis itu ilang lama, terus nongol lagi, repeat, apa namanya Nyin? :))

    ReplyDelete
  3. Terkadang orang lainmemang tidak bisa mengerti apa yang kita rasakan, meskipun kita sudah berusaha menjelaskan. Melalui tulisan, kita bisa menuang apapun segala rasa, dan hanya kita dan Allah yang tahu tentang hal itu.

    ReplyDelete
  4. Sepakat 💚

    Aku rasa radit juga sebenarnya merasa sendiri, hopeless, dll yang negatif. Gak gaul2 banget, justru cenderung cupu
    Tapi untungnya dia bisa mentransformasikan perasaan negatifnya menjadi positif. Didukung oleh rutinitas, nggak nyangka bahwa dia sampai jadi trendsetter anak muda

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home