Thursday, November 16, 2017

RELASI DEKAT BERTAHUN-TAHUN ANTARA SAYA DENGAN KOPI


Saya memiliki hubungan istimewa dengan kopi. Istimewa karena berjalan selama puluhan tahun. Mungkin lebih dari 20 tahun, iya relasi istimewa ini berjalan mulai dari saya kecil.

Bukan soal kafein yang lebih dominan, karena teh juga bisa jadi memiliki kandungan kafein yang sama besarnya dengan kopi terutama teh kental yang kalau kita seduh warnanya cenderung cokelat kehitaman. Tapi lebih karena rasanya yang selalu mampu bikin saya rindu.

Bukan juga karena efek ketagihan, sebenarnya saya nggak setiap hari minum kopi juga dan kalau memang lagi masa nggak minum kopi saya bisa aja melewatkan hari-hari tanpa merasa terganggu. Nah kalau ngerasa ada yang kurang sih iya :)

Tentang awal saya mengenal kopi adalah ketika sewaktu saya kecil dimana nenek saya biasa mengolah kopi sendiri. Nenek saya memanggang biji kopi sendiri dan ditumbuk manual lantas diracik dengan gula dan seduhan air panas sebelum siap dinikmati. Saya suka banget rasa biji kopi yang baru dipanggang/disangrai. Wanginya kemana-mana dan enak kalau dikunyah *LOL :)

Ibu dan nenek saya biasa minum kopi setiap hari, biasanya sekitar pagi atau siang hari, kebiasaan mereka itulah yang cukup menulari saya, meskipun saya biasanya hanya meminta sedikit dari gelas mereka dan nggak setiap hari juga. Pas udah umur belasan tahun gitu, saya punya gelas kopi saya sendiri dan setiap kali ke rumah nenek pasti deh nenek saya bikinin kopi tubruk baik nenek dari ibu dan dari bapak karena udah tahu banget saya emang doyannya minum kopi. Itu berlangsung hingga saya lulus SMA, masa terakhir tinggal di rumah sebelum merantau. Tapi serius deh sejak jauh dari rumah saya juga jauh dari kopi.

Kenapa?

Saya cukup malas untuk bawa-bawa bekal bubuk kopi dan gula ke kos, kuatir mengundang semut yang berujung pada gatal-gatal disekujur badan. Sungguh sebuah misteri. Tapi benar bahwa kebiasaan minum kopi saya berhenti sejalan dengan masa perantauan saya. Sampai pada suatu hari di kantor saya di Jakarta, nggak tahu kok rasanya nggak fokus banget dan pengen tidur. Padahal waktu itu saya baru aja mutasi ke kantor baru dan tentunya saya belum mengetahui betul lokasi sekitar untuk istirahat sejenak apalagi kondisinya sedang ada kerjaan yang harus banget dikerjain dengan serius.

Pas gitu kebetulan ada mas officeboy bawa nampan yang di atasnya ada cangkir kecil-kecil buat beberapa bapak-bapak teman kantor. Baunya wangi banget sampek kecium padahal jarak jalur lewat masnya sama meja saya tuh lebih dari 1 meter, lebay ya? Tapi sayangnya ini truestory.

Karena aromanya yang enak banget itu saya akhirnya ikutan pesan kopi ke mas officeboy. Begitu cangkirnya nyampek depan saya, yang pertama kali saya lakukan justru megangin cangkirnya yang kerasa hangat dan nyium bau kopi yang menguar dari kopi panas yang berada di dalam cangkir. Setelah beberapa saat mencium aromanya dan langsung menyeruput kopinya seketika langsung berasa semangat lagi. Dari rasa kopi yang nendang dan wanginya yang menyenangkan, bener-bener mengobati kerinduan pada kopi yang biasa dulu saya minum. Saya lantas nambahin beberapa sendok creamer soalnya saya memang lagi pengin minum kopi yang creamy.


Setelah istirahat sejenak dengan rasain kopi yang buat hari saya jelas lebih enak, maka kerjaan di hari itu berhasil selesai dengan tepat waktu. Dan karena saya penasaran dengan kopi apa sih yang dibuat sama mas officeboy, sepulang kerja saya sempetin untuk ke pantry buat liat kopi merek apa yang tadi siang saya minum. Pas kebetulan waktu itu di pantry ada mas officeboy yang bawa banyak banget pasokan sembako buat dapur kantor kayak gula, teh, botol-botol saus, creamer, sachet wedang jahe dan kopi. Nggak heran sih, kayaknya seisi kantor memang butuh asupan saat jam istirahat atau break di tengah-tengah jam kerja.

Begitu saya lihat mas officeboy yang lagi beresin barang-barang belanjaan, seketika mata saya tertuju pada bungkusan kopi berwarna merah yang sangat familiar di mata saya yaitu kopi Kapal Api. Pas itu saya langsung tanya ke mas officeboy mengenai kopi yang tadi siang dibuatin untuk saya dan mas officeboy mengiyakan bahwa kopi Kapal Api yang memang biasa ia buatkan untuk seisi kantor.

Terus terang awalnya saya nggak nyangka tapi memang kopi siang hari itu bener-bener bikin saya ketagihan dan alhasil setelah saat itu ketika lagi butuh inspirasi atau semangat maka resmi jadi waktunyakapalapi.com buat saya. Setelah saya cari tau ternyata kopi Kapal Api memang punya banyak varian lainnya tapi ya memang yang menjadi favorit saya Kapal Api Special, yang bubuk kopinya bener-bener kopi doang dan kita tinggal tambahnya racikan sesuai dengan selera, kalau saya sih biasanya tambahin gula atau creamer.

Nggak cuma dari segi rasa yang jelas lebih enak karena rasa kopinya cenderung strong, saya juga baru percaya kalau selama ini iklan Kapal Api jadul yang diputer pas saya masih kecil itu, yang kebanyakan menyampaikan orang bisa kebangun dari tidur nyenyak dan merasa segar dengan mencium bau kopi Kapal Api ini ternyata bukan sekadar iklan untuk trademark dan menarik pembeli. Karena saya mengalami sendiri taste-nya yang cocok dilidah dan aromanya yang enak banget bikin rileks. Selain tentu saja tanpa repot-repot mengolahnya sendiri atau harus mudik dulu untuk dapat kopi enak.

Jadi gitu #KapalApiPunyaCerita dan tentang relasi saya dengan kopi yang berjalan lebih dari 20 tahun dan gimana pertama kalinya saya suka sama kopi Kapal Api yang Jelas Lebih Enak menurut versi saya.

Suka kopi juga? Dan punya cerita tentang mengapa kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak menurut versi kamu? Ikut yuk kompetisi Blogger #KapalApiPunyaCerita!

Caranya gampang banget, kamu cuma perlu nulis cerita mengapa kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak menurut versi kamu. Pengumuman lengkap bisa dilihat ya disini https://waktunyakapalapi.com/kapalapipunyacerita-blog-competition/ atau disini www.facebook.com/KopiKapalApi/

Makin cepet submit cerita kamu makin baik, jangan lama-lama mikir apalagi maju mundur galau mau ikutan atau enggak, karena hadiah utamanya Samsung Galaxy Note 8 dan 50 voucher belanja senilai Rp 200.000,- akan jadi milik kamu jika terpilih jadi pemenang! Buruan yuk!

5 comments:

  1. Wihiiii rupanya kak ninda sebegitunya sama kopi ya 😆😆

    Kalo aku siiih, pecandu air mineral
    Jarang ngeteh ngopi. Kalo dikasih saat bertamu, ya diminum. Kalo di kafe, lebih sering milih teh
    Kalo kopi hmmm aku khawatir gak bisa tiduur 😢😢

    ReplyDelete
  2. Btw, semoga kak ninda menang ya lombanya 💃💃💃

    ReplyDelete
  3. I still can't get it why people so in love with this legendary drink
    I drink it, sometimes.
    But still prefer milk or tea hihihi XD

    #AulMasihKecil #AulMasihInnocent #AulMasihLugu

    Eits, anak tetangga ku ada sih yg bocah tapi udah suka kopi

    ReplyDelete
  4. wanginya kopi emang bikin kangen kopi.. inget jaman dulu masih #ngopimahal, sekarang malah hampir lupa sama minum kopi karena kecanduan minum air anget wkwkwkw

    ReplyDelete
  5. aku juga suka kopi, nin. tapi yang udah diracik, jadi bukan yang pure kopi. dulu pernah cobain yang kopi banget eh, mules perutnya. ternyata aku ada maag, jadi asam lambung naik deh. :( ga berani lagi minum kopi yang bener-bener kopi banget.

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home