Monday, September 3, 2018

REVIEW : HEMANGINI HOTEL BANDUNG, STRATEGIS DI TENGAH KOTA

Hemangini's hotel bed
Bandung adalah tempat yang ingin saya datangi kembali setelah sekian lama. Terakhir kali saya melihatnya dalam persepsi pelajar sekolah menengah. Belum tahu apa-apa mengenai kota ini selain mengikuti prosedur biro perjalanan mengunjungi tempat-tempat yang disana tidak terlalu menimbulkan kesan. Saya makan dari nasi kotak biasa yang diberikan 3x sehari dan sudah include dalam paket perjalanan. Saya juga nggak punya cukup uang saku untuk membeli jajanan setempat karena memang saya niatin untuk belanja baju sebagai oleh-oleh buat keluarga saya di rumah. Bukan momentum yang banyak saya ingat secara keseluruhan.

Kecuali mungkin Tangkuban Perahu, selain karena pemandangannya bagus juga karena saya hampir yakin bakalan pingsan kedinginan gara-gara kaget sama suhu. Saya adalah makhluk yang lahir dan besar di daerah pesisir tapi harus singgah ke sebuah tempat dingin di gunung seperti itu. Saya nggak bisa merasakan ujung jemari dan gigi saya udah nggak kekontrol gemeletukan susah berhenti. Bahkan satu mie cup full kuah nggak bisa menetralisir kagetnya badan saya.

Saya sempet cerita di postingan-postingan lalu bahwa saya pengin mengunjungi Bandung lagi. Bandung yang lebih murni. 
Saya ingin makan makanan setempat, jajanan abang-abang di kota ini dan tempat-tempat yang berbeda meskipun sering nggak masuk ke itinerary biro perjalanan.

Kota Bandung adalah kota yang saya pikir bakalan saya datangi setelah saya tinggal di Jakarta, tapi rupanya saya terlalu malas dan lelah untuk menempuh perjalanan setelah sepanjang minggu bekerja. Saya masih 15 atau 16 tahun ketika pergi ke Bandung waktu itu. 12 tahun dari waktu itu, akhirnya saya punya kesempatan untuk ke Bandung lagi karena ajakan dari suami.

Setelah tiket pesawat, topik kedua yang kami diskusikan adalah pilihan hotel.
Apa pertimbangan teman-teman dalam pemilihan hotel?
Bagi saya terkait interior dan instagramable nggak terlalu penting sih, asal standart aja udah cukup. Yang paling penting adalah buffet untuk sarapan, terus makanannya enak dan halal. Haha. Saya masih trauma sama perkara hotel buffet di Ibis Seminyak.

Hayo siapa yang kayak saya? :p

Dari beberapa opsi yang dikasih suami, kami akhirnya menyepakati Hemangini hotel sebagai hotel pertama tempat kami menginap di kota Bandung (kami memutuskan pindah hotel di kawasan Lembang pada hari ke-3). Alasan Hemangini dipilih karena lokasinya yang strategis di tengah kota, reasonable price, kenyamanan dan service standar hotel serta komentar dari short reviewer yang ngomong kalau masakannya enak.

Hari pertama setibanya di Bandung, kami langsung ke hotel untuk naruh barang, istirahat sebentar dan sholat sebelum jalan. So here we are:
Dua kursi empuk, colokan berlimpah bikin kami cukup happy karena banyaknya gadget yang kami bawa dan tentu saja semuanya butuh dicharge. Action camera, ponsel dan power bank. Seneng banget karena disini colokannya banyak jadi nggak harus gantian. Even tempat tidur juga dua sisinya punya colokan. Cocok buat kebutuhan yang sedang traveling untuk 'ngasih makan' gadgetnya dengan cukup sebelum dibawa jalan.
Seperti biasa kalau lagi di hotel gini jadi kangen guling di rumah, berharap kalau hotel-hotel standar selalu ngasih jatah guling di tiap kamarnya deh huhu. Kaki nggak nyaman tanpa bantalan panjang kan :(
Saya seneng banget karena kamar hotelnya ada kulkas, berguna banget kalau kami beli oleh-oleh makanan atau makanan/minuman buat dimakan just in case laper malem-malem karena ada kulkas. Jadi tetep fresh dan nggak takut basi. Di pojokan itu ada lemari dan bangku kayu, cukup nyaman dan fungsional buat pakai sepatu dengan benar sebelum pergi sih.
Kamarnya nggak ada balkon but it's okay, lagian kalo habis jalan seharian bawaan males pengen gegoleran di kasur ketimbang main di balkon deh. Saya nggak foto kamar mandinya, tapi yang jelas nggak usah takut keramas padahal rambut udah kotor kena keringet dan lepek seharian karena kita bisa nelepon customer service untuk minta hair dryer. Bakalan langsung dianterin free kok.

Besoknya, di jam sarapan kami turun ke resto di dekat lobby hotel. Penasaran banget menu buffet hotel ini. Oke, ini dia restonya:
jus jeruk, air mineral dan lemon tea
bubur ayam my laff, menu favorit dimanapun buat sarapan. defaultnya nggak pakai kuah tapi saya kasih tambahan kuah soto daging madura biar anget di perut :p
caffeine before starting the day is a must!
Jenis menunya banyak, kerupuk ada beberapa macem, sambel juga beberapa macam, jajan pasar dan pudding-pudding, toast, omelet, cukup variatif dan semuanya enak. Tentunya faktor kehalalan nggak perlu diragukan lagi. Saya juga cicip-cicip tapi nggak banyak, satu sendok per masakan gitu tapi nggak kefoto karena udah nggak cakep dilihat, tinggal sedikit berhubung kami turun buat sarapan juga agak mepet akhir waktu breakfast. Intinya review soal hotel ini bisa dibuktikan kebenarannya. Bener-bener makan kenyang dan enak pas sarapan sih.

Tapi dari semua menu yang paling favorit buat saya adalah wafflenya hotel ini. Waffle biasa sih cuma nggak tahu kenapa enak banget. Saya suka makan waffle-nya pakai sedikit saus aja udah cukup, orangnya nggak gitu demen makanan manis. Crunchy diluar tapi lembut digigitan. Enak banget lah, saya nggak bisa bikin waffle seenak ini. 
Waffle terenak yang disediakan dibreakfast hotel in my opinion.

Tips: minta yang baru biar anget dan dipanggang agak gosong biar taste maksimalnya keluar
waffle terenak! Belum pernah ketemu plain waffle dengan rasa seenak ini
*drooling*
Di hari kedua breakfast di hotel ini, saya mencicipi menu Soto Bandung, percaya deh ini pertama kalinya saya makan soto Bandung. Jadi ini ternyata soto daging yang pakai semacam labu gitu (?? please correct me if I'm wrong), dengan kuah bening dan bumbu yang light. Rasanya enak, segar dan berasa dingin gitu di perut.
kenalan sama soto Bandung, dan langsung suka
Kesan saya oke untuk hotel ini, puas dengan service-nya selama menginap, ramah dan helpful. Hotel ini juga punya kolam renang yang letaknya nggak jauh dari lobby, tapi kecil banget dan indoor. Mungkin buat yang suka renang nggak puas kalau mau renang disini sih.

Sayangnya lagi... jam bebersih kamarnya waktu sarapan, padahal habis itu kami baru bakalan mandi dan siap-siap untuk pergi. Jadi ya kamar mandinya kotor dan berantakan lagi deh. Kami udah pesen ke resepsionis buat dirapiin ulang waktu kami pergi, tapi kayaknya nggak bisa. Karena malemnya pas masuk kamar lagi... well kondisi kamar tepat kayak waktu kami tinggalin. Nggak berubah jadi makin bersih. Kalau bisa request waktu bersihinnya pas kami keluar dari hotel, bukannya pas sarapan pasti bakalan lebih oke ya.

But overall recommended kok buat yang mau nginep di Bandung dan lokasi masih di tengah kota yang strategis kemana-mana. Kalau laper atau pengin sesuatu simple banget tinggal order delivery atau ojek online kalau males jalan heheh.

1 comment:

  1. Nyaman ya sepertinya :) Sama, aku juga soal instagramable gak penting. Malah pentingan hair dryer yang free itu, hahaha *resiko rambut tebal*

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home