Showing posts with label asal uneg-uneg. Show all posts
Showing posts with label asal uneg-uneg. Show all posts

Tuesday, May 31, 2022

'PERNAH', BUDAYA JAWA YANG INGIN SAYA TINGGALKAN


Suatu hari, sebuah unggahan posting media sosial cukup menarik perhatian saya. Unggahan seorang artis yang memuat foto anak dan keponakannya sedang bermain bersama. Unggahan yang biasa dan cukup umum sebenarnya, namun yang membuat saya tertarik adalah komentar netizen.

Beberapa akun menegur si artis dan mengoreksi panggilan yang seharusnya tertukar diantara si anak dan keponakan itu. Si anak yang masih bayi harusnya dipanggil abang oleh si keponakan yang anak-anak kurang dari usia 10 tahun karena si anak bayi adalah anak dari kakak sementara si keponakan adalah anak dari adik. Meskipun secara usia si keponakan lebih tua, tapi harusnya dia memanggil abang kepada si bayi karena orang tua si bayi adalah kakak kandung orang tua si keponakan ini.

Saturday, March 19, 2022

OBROLAN RANDOM SENDIRI DINI HARI

Sudah lama sekali saya tidak membuka laman fb, sampai-sampai ternyata saya nggak bisa membuka akun saya sendiri karena ada upaya login yang menurut fb mencurigakan. Mungkin dari beberapa device yang berbeda atau apa yang saya tidak mengerti dan saya diharuskan untuk mengirim salinan identitas untuk konfirmasi.

Saya akhirnya memilih untuk membiarkan saja dan tidak mengirimkan dokumen yang diminta hingga saat ini. Kecuali twitter, selama beberapa bulan terakhir ini kehadiran saya tidak nampak di media sosial pribadi. Lebih karena saya nggak tahu juga sih mau update apa. Tidak ada yang terasa penting. Hidup berjalan begitu-begitu saja sih, dan menurut saya ini kabar baik. 

Yang saya sesali adalah beberapa bulan saya tidak sempat menulis posting blog diluar urusan deadline untuk tulisan tertentu.

Monday, July 20, 2020

RESIKO PERNIKAHAN

Suatu hari suami cerita dan meminta izin saya untuk bertugas di ruang isolasi pasien COVID-19.
Saya sedikit kaget tapi ngga bereaksi banyak.
Dengan realita kejadian di banyak rumah sakit di negara ini sudah tidak asing kejadian pasien yang berbohong terkait riwayat perjalanan dan keluhan kesehatannya. Beberapa kalipun pasien yang dia rawat juga ternyata positif COVID-19.

Tuesday, December 31, 2019

TERIMA KASIH 2019

Di penghujung Desember ini tidak banyak yang berubah.
Karena self employer, tidak beda hari di penghujung tahun dengan hari biasa.
Saya tetap packing dan melakukan pengiriman di siang hari, berusaha menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan tulis menulis di sore dan malam hari.
Hari-hari berjalan senada bagi para self-employer, kecuali hari dimana kami merasa ingin berlibur, tidak melakukan apa-apa yang berhubungan dengan pekerjaan dan ingin rebahan saja.
Tidak banyak perubahan yang terjadi di tahun ini.

Wednesday, April 24, 2019

AND THE STORY GOES...

Saya menanti-nantikan banget situasi setelah Pemilu karena rindu akan hidup yang adem-adem saja
Tidak ada bahasan media sosial mengenai apapun yang bernuansa politik.
But what can I say?

Wednesday, February 27, 2019

'HANYA SEKEDAR MENGINGATKAN', APA SELUCU ITU?

Hallo netizen!
Sadar nggak sih bahwa waktu yang kita habiskan untuk scrolling timeline di media sosial cukup banyak? Coba aja cek di ponsel, berapa waktu setiap harinya yang kita habiskan mantengin app dan scroll timeline? Perharinya bisa sekian jam deh, apalagi yang cukup aktif di media sosial seperti saya, kayaknya waktu online hampir sama dengan waktu tidur.

Dunia social media terus terang semakin semarak saja sekarang ini, jadi banyak aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung keindahan social media milik kita. Bahkan mau update daily activities juga udah 'nggak biasa' lagi karena diperindah dengan aplikasi-aplikasi yang eye-catching.

Social media life sudah sama pentingnya dengan real life, kita memerlukan social image, memerlukan update rutin yang menarik untuk bikin orang merasa social media kita cukup layak untuk diikuti.

Tuesday, October 16, 2018

MUTE THE NEGATIVE VIBES

Sebagai pengguna instagram yang jarang-jarang update aplikasi instagramnya, belum lama banget saya tahu kalau instagram sudah membekali aplikasinya dengan fitur mute. Seriusan itu fitur yang sudah lama banget saya tunggu-tunggu bakalan ada hehe.

Yang duluan meluncurkan fitur ini adalah twitter, beberapa tahun kemudian seingat saya facebook baru mengejar dengan fitur yang mirip, yaitu unfollow. Fungsinya saya rasa sih sama aja ya, untuk tetap berteman dengan seseorang di media sosial tapi kita tidak ingin lagi mengikuti aktivitas dan update-nya di media sosial tersebut karena berbagai sebab. Kebanyakan sebabnya sih karena merasa risih dan kesal dengan apa yang mereka bagikan di media sosial.

Contohnya hal-hal yang sangat sensitif dengan SARA, hate speech atau bahkan hobi nyinyir. Diantara friend list media sosial saya pasti ada aja orang yang update media sosialnya bikin gemes dan geregetan gitu, cuma lihat dan baca saja rasanya bisa bikin auto mood jelek dan emosi.

Thursday, June 7, 2018

BUDAYA PATRIARKI YANG JUSTRU DISUBURKAN OLEH KAUM PEREMPUAN

Beberapa minggu lalu saat sedang login di linimasa sebuah media sosial non kekinian, tanpa sengaja saya membaca update dari seorang teman saya sewaktu di sekolah dasar. Barangkali isinya sudah pernah teman-teman baca dari media sosial juga karena viralnya.

Berupa gambar sederhana dengan kalimat dari sudut pandang seorang suami yang kurang lebih seperti ini:

Wednesday, April 4, 2018

THE PERFECT HOME

Apa kriteria rumah ideal menurut kamu?
Atau paling tidak, bayangan yang kamu miliki tentang konsep yang paling pas untuk sebuah rumah.
Dengan mudahnya akses internet saat ini, kita bisa mencari banyak referensi tentang inspirasi pengaturan rumah baik dekorasi interior maupun penampakan luarnya. Kita juga bisa tahu mengenai selera rumah para public figure. Kita tidak perlu lagi harus menonton program televisi mengenai inspirasi desain rumah atau membeli majalah khusus mengenai interior. Kita bisa menikmatinya dengan hanya melalui media sosial.

Tuesday, April 3, 2018

TIME IS MONEY - LITERALLY

Sorry I don't write a proper post update lately.
Karena setelah masa-masa never ending clean up session dalam masa awal pindahan (dan sekarang pun masih sih), berlanjut dengan bongkarin barang sembari menyortir dan aneka daily household task lainnya. Setiap kali berniat blogging dan sudah depan laptop seringkali jadi batal karena banyak sebab. Entah karena ngurusin jualan stationery related saya hingga sesimple ngerasa capek, ngantuk terus ketiduran.

Pernah nggak ngerasa waktu yang udah 24 jam ini berasa kurang banget buat segala yang kudu kita lakukan dalam sehari? Pasti pernah ya kan?

Saat ini itu yang sedang saya rasakan, berasa waktu sedang kurang banget sehingga apa-apa kudu cepet dan in a rush. Bahkan habis ketiduran aja jadi berasa nyesel karena waktunya kebuang dengan percuma. Time is money for sure. Terutama jika sudah mengenai pekerjaan yang tentu saja terukur dengan materi alias uang.

Tuesday, December 12, 2017

ATTITUDE DALAM JUAL BELI, PERLUKAH?

Kebanyakan pelatihan marketing, atau artikel atau buku-buku yang berkenaan dengan tips berjualan yang baik dan benar untuk mendongkrak omzet dan profit pasti selalu menyebutkan bagaimana karakter seorang penjual yang ideal. Kesemuanya itu juga mengajarkan tentang bagaimana memperbaiki attitude sebagai seorang penjual yang baik, membuat customer mendapatkan interaksi dan  layanan sesuai ekspektasi bahkan lebih sehingga dia akan merasa nyaman dan kembali lagi untuk repeat order kemudian menjadi pelanggan tetap.

Iya, saya memiliki latar belakang pendidikan yang termasuk cukup dan nggak awam-awam banget mengenai marketing. Karena memang sempat mengenyam ilmu marketing di bangku universitas meskipun nggak terlalu dalam karena bukan konsentrasi saya, dan mendapatkan pelatihan-pelatihan serta seminar marketing setelah bekerja meskipun literally saya nggak berada di bawah naungan departemen marketing. Ini disebabkan karena kantor saya berpandangan bahwa semua karyawannya harus memiliki ilmu marketing, selain agar tahu cara bersikap yang benar kepada customer juga karena setiap orang memiliki potensi sebagai marketer baik langsung atau tidak, sadar atau tidak.

Tapi sangat jarang, kalau nggak bisa dibilang nggak ada... bahasan-bahasan mengenai bagaimana menjadi pembeli yang baik dalam konteks umum.

Friday, December 1, 2017

SELAMAT DATANG, DESEMBER

Selamat datang bulan baru dan mari mulai meninggalkan kecemasan pada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Mencemaskan turunnya traffic dan nilai blog sehingga kita lupa bagian penting dari sebuah blog ada tulisan berkualitas kita didalamnya.

Cemaskan ketika kita tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik dalam waktu lama.

Berhenti mencemaskan berat badan kita yang semakin lama angkanya terus bergeser ke kanan.
Karena sungguh tidak akan baik bagi mood kita dan imbasnya akan siap menerpa siapapun orang disekeliling kita. Body image yang buruk, merasa jelek, tidak pede akan menurunkan kualitas diri kita yang seharusnya mampu lebih dari itu.

Cemaskan betapa kita sudah terlalu lama tidak berolahraga, malas bergerak dan jarang menyantap sayur dan buah, namun terlalu banyak menyantap gorengan dan santan. Cemaskan bahwa meskipun kelihatan sepele saat ini, karena kita masih muda namun hal-hal itu akan memburuk di masa depan. Karena kesehatan adalah investasi terbaik bagi diri sendiri, bukan?

Tuesday, October 31, 2017

TEMAN CURHAT TERBAIK

Ada beberapa alasan mengapa blog kadang adalah teman curhat terbaik.
Dan mengapa orang-orang yang sebenarnya nerd atau bahkan merasa nerd membutuhkan blog.

Dulu ketika awal-awal blog sangat booming pada masa awal saya melek internet, Raditya Dika ngehits banget dengan gaya bloggingnya yang kemudian jadi buku berjudul Kambing Jantan. Banyak yang kemudian ikutan termotivasi ngeblog karena Radit, tentu saja dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin blognya dibukukan seperti halnya Radit, ada yang ingin eksis, ingin terkenal dan hal-hal selazimnya anak muda pada masa ketika teknologi internet masih terbatas dan kebanyakan orang hanya bisa mengaksesnya melalui warung internet.

Karena itu juga, banyak yang gaya ngeblognya terpengaruh Radit. Mulai dari cara menulis, melemparkan lelucon dan membego-begokan diri sendiri. Nggak jarang jatuhnya lucu, sering juga jatuhnya failed karena nggak semua orang pada dasarnya cocok menulis dengan gaya dan selera humor yang kurang lebih nggak beda jauh.

Friday, October 27, 2017

PERAN PENTING ISTRI PADA FASHION PRIA YANG LEBIH BAIK

Percaya nggak percaya, setelah seorang pria menikah dia jadi dua sampai beberapa kali lipat lebih good looking dari sebelumnya. Makanya baca berita-berita belakangan ini yang berhubungan dengan makin banyaknya perempuan-perempuan yang lebih tertarik pada pria yang sudah menikah. Kayak yang semakin berani dan massif gitu, kayak nggak ada malu-malunya lho. Nggak salah kalau para emak-emak berdaster segitu sensinya sama isu perebut suami orang. Tiap ada berita viral, disitulah emak-emak ‘join force’ untuk membully si perebut baik di dunia maya lewat semua akun social medianya sampai dunia nyata.

Padahal bisa jadi, sebelum si pria menikah mungkin dia ogah-ogah dan nolakin si pria. Eh gitu ketemu lagi, prianya jauh lebih keren terus kebaperan dan deket-deketin lagi.

Dengan banyaknya berita beginian, dari yang kasus normal sampai paling nyeleneh… saya sih miris tapi rada nggak heran juga.

Karena memang pria kalau sudah menikah, memang biasanya jadi beda. Ada yang bilang auranya yang jadi beda soalnya batinnya lebih tenang, jadi lebih matang dan dewasa setelah menikah. Ya memang ada benarnya sih, tapi faktor yang paling dominan dalam berubahnya penampilan seorang pria adalah istrinya.

Sunday, September 24, 2017

WHEN YOU HAVE TO SAY GOOD BYE

Berteman dengan hati itu memang susah, lagi-lagi sama artinya dengan menjebakkan diri kita pada lubang yang kita nggak tahu seberapa dalamnya.

Kita nggak tahu apa yang ada dalam lubang itu kalau kita nggak masuk. Mungkin duri beracun, mungkin juga taman bunga. Kita nggak bisa mengira-ngira dengan mencoba menjengukkan pandangan ke dasarnya karena semua tampak sama, gelap. Pandangan kita tidak sanggup menjangkau apa yang ada didalamnya kalau kita tidak masuk.

Kita berkenalan dengan seseorang, tidak tahu bagaimana sifat dan karakternya jika kita memutuskan untuk berhenti dalam tahap berkenalan. Lain dengan kalau kita benar-benar memutuskan untuk berteman dengannya. Kita jadi tahu gimana baiknya atau gimana menyebalkannya dia.

Monday, July 10, 2017

BAYI JUGA BERHAK JAIM

pic from: pinterest
Seneng nggak sih ngelihat anak bayi atau anak kecil yang tingkahnya lucu banget?
I do... Saya seneng lho nonton instagram stories teman-teman yang banyak sharing soal perkembangan dan tingkah laku anaknya yang pada lucu-lucu itu.

I don't mind orang tua mau posting apa soal anak-anaknya selama mereka nggak over exposed dan dalam pengawasan. Mungkin teman-teman sudah pernah kan baca tulisan saya tentang anak-anak bayi yang punya akun media social sendiri. Apalagi yang gitu lahir ceprol udah punya akun medsos. I just don't get it sih ya... Kadang kelihatan seperti efek ikut-ikutan, karena tahu beberapa orang terkenal yang misahin akun anaknya dan jadi sangat terkenal karena itu maka banyak orang tua juga yang melakukan hal yang sama karena saking jamaknya orang-orang yang melakukan hal serupa.

Kan ya sudah jelas-jelas tahu kan kalau ada lho batas usia minimal pengguna untuk masing-masing akun dan apa sih tujuannya kayak gitu? Tentu buat filter pengguna agar nggak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.

Thursday, July 6, 2017

HARGA TEMAN

Belum lama ini saya ngobrol sama seorang teman saya yang dulunya rekan kerja. Dia masih ngantor di tempat kerja saya yang dulu, tapi dia juga sedang merintis bisnis bareng suaminya.

Ya membangun bisnis itu nggak mudah, apalagi bagi kami yang benar-benar masih awam dalam soal wirausaha. Sama-sama pekerja korporasi yang semula semuanya udah ada tinggal dikerjain dan diterusin sama yang bener-bener don't know what to do seperti kami saat ini.

Rintangannya juga ada-ada aja. Memasarkan produk, dealing sama pembeli, ketika produk belum kejual jadi uangnya nggak muter, dan banyak lagi yang lain. Memang nggak mudah untuk newbie.

Dan dari hasil obrolan kami saya juga jadi ngeh sama masalahnya teman saya ini, yang mungkin juga jadi masalah yang sama untuk penjual produk seperti dia bahkan juga masalah klise yang banyak dikeluhkan para pekerja kreatif dan penyedia jasa. Dengan kerja keras yang harus dijalani untuk mengembangkan pasar, promosi dan hal-hal semacam itu kok malah orang-orang terdekat dalam lingkup pergaulan kita malah jadi batu sandungan pertama.

Friday, June 16, 2017

YANG LUCU TENTANG KHALAYAK DAN GRAMMAR

"Kalem aja sik, kak..."
Oke, salah satu hal yang saya nggak ngerti dan nggak habis pikir adalah... betapa kita mudah mengolok-olok seseorang hanya karena grammarnya jelek.

Kalau ada orang yang entah penulisan grammarnya jelek, vocabnya terbatas dan pronounciation-nya yang nggak tepat... dengan mudah kita jadi grammar nazi yang ekstrim atau komentator yang ekstrim dengan komentar sesederhana RIP English, RIP Grammar atau yang lebih kejam dari itu. Ya sama-sama nggak enak didenger atau dibaca sih :))

Lucu aja ketika dengan mudah kita 'make a fun others' yang adalah saudara sebangsa setanah air kita tapi dengan mudah langsung memuja-muji artis luar negeri atau warga negara asing yang sedang belajar ngomong pakai bahasa kita barang satu dua kalimat simple kayak 'terima kasih' atau 'saya cinta kalian' (dua kalimat khas pas konser seniman luar negeri ya..). Padahal pengucapannya dalam bahasa kita nggak tepat, kosa katanya juga kebolak-balik.

Iya tahu sih kalau bahasa inggris kan beda ya, kita kan belajar udah dari SD nah kalau WNA kan belum tentu belajar bahasa kita juga. Tapi ada lho beberapa negara yang mengajarkan bahasa kita sebagai mata pelajaran pilihan para siswanya, tapi tetep dengan mempelajari bahasa kita selama sekian tahun kan nggak lantas langsung bikin mereka fasih dan merubah cara pengucapan mereka jadi 'indonesia banget'.

Friday, June 2, 2017

LA LA LAND, WHY SO SAD?


Belum lama ini saya nonton film Lalaland, iya saya tahu terlambat banget ya kan? Karena mungkin semua orang sudah duluan nonton film ini.

Dari segi cerita, saya bisa bilang kalau ceritanya biasa aja. Terlalu biasa bahkan, tentang mimpi dan percintaan. Dua orang yang sama-sama berusaha stay ke jalan menuju impian mereka dan tetap membersamai satu sama lain.

Bener-bener erita yang plotnya terlalu biasa, menurut saya.
Sama sekali tanpa twist karena ketebak banget kok apa yang bakal terjadi.
Tapi justru sangat dekat dengan realita kehidupan orang-orang pada umumnya.

Saturday, May 27, 2017

WAIT, ARE YOU STEAL MY PHOTO?


Untuk yang kesekian kalinya, tanpa sengaja saya menemukan seseorang menggunakan foto saya untuk kepentingan pribadi tanpa meminta izin atau konfirmasi terlebih dahulu kepada saya.
Aneh banget ya, heran....
Memang sih foto saya itu nggak kelihatan wajah, tapi tetap saja dipakai tanpa izin. Dan meskipun butuh waktu lama untuk saya cuma bisa ngetawain aja kalau tulisan di blog saya ini di copy paste tanpa izin, foto adalah hal yang lain lagi.

We don't know what they will do with our photograph, right?

Kita nggak pernah tahu niat orang yang sebenarnya mengapa mereka pengin menyimpan foto kita, apalagi menggunakannya sebagai foto profil dan sebagainya.

Yang menyebalkan adalah, pertama kalinya dulu itu terjadi, pelakunya adalah seseorang yang sudah lama menjadi pembaca tetap blog ini. Beberapa kali berbalas pesan dengan saya dan pernah memenangkan giveaway kecil-kecilan yang saya gelar juga. Dia juga somehow menggunakan nama Ninda, I mean... what's she's really thinking sih? Pakai nama dan foto saya?