Monday, June 27, 2016

KELUAR DARI SEBAGIAN KERUMUNAN

"Mengapa tidak pernah lagi muncul di sosmed yang itu sih?" teman-teman saya bertanya lantaran update macam apapun yang mereka suguhkan, saya tidak pernah lagi ada di daftar orang yang melihat apalagi menanggapi. Padahal dulunya saya orang yang updatenya jarang tapi sering menanggapi post mereka.

Apa boleh buat?

Saya merasa seolah terlalu banyak media sosial yang terus menanti uluran tangan saya untuk masuk dan mengurusinya, menanti saya melihat-lihat linimasa untuk menghabiskan kuota jatah sebulan di ponsel saya.

Saya ketawa dan bilang saya butuh fokus. Iya saya sibuk di rumah, mengatur ulang jam tubuh setiap saat dibutuhkan dan mengerjakan printilan rumah tangga. 

Saya juga sadar saya wanita yang memiliki banyak keinginan dan selera saya juga nggak berubah meskipun kapasitas saya sudah berubah. Masalah. Karena itu saya menghindari terlalu banyak aktif di media sosial apalagi yang penuh dengan iklan produk dan sale. Godaan. 

Saya juga butuh banyak waktu untuk menulis dan mengerjakan proyek lepas yang kebanyakan nggak jauh dari ranah kreatif meskipun sebagian tidak. Dan itu butuh mood yang pas, cukup menguras pikiran pula.

Banyak punya akun media sosial makin kesini kok jadi makin terasa distraksinya. Bikin saya kurang fokus, susah sekali untuk tidak memandangi ponsel saat notifikasi bermunculan, cek-cek update dan eh keterusan. Tidak terasa batere ponsel saya sudah jerit-jerit saja. Begitu terus. Berulang.

Itu sebagian dari sebab mengapa saya memutuskan untuk logout dan menghapus beberapa aplikasi media sosial di ponsel saya. Sebab lain adalah, sayang ponsel dan saya ingin menjaganya dari keberatan memori. Masih ada? Masih...

Saya bukan orang yang doyan sindir nomention pada orang-orang tertentu. Iya saya beropini, namun lebih sering kalau ada beberapa kubu besar yang mewakili opini itu bukan cuma orang-orang tertentu. Saya juga berusaha banget untuk melihat sesuatu dari berbagai sisi sebelum melempar tulisan. Itupun seringnya di lapak sendiri, di blog saya. Bukannya di lini masa media sosial yang rawan memancing perang.

Masalahnya saya manusia biasa yang sering overkepo dan sering gondok sendiri dengan share status orang-orang di media sosial. Apalagi yang demennya goblok-goblokin pandangan orang. Emang situ sepinter apa? Batin saya. Cuma dalam hati doang, tapi gondok. Haha.

Saya juga punya bakat judesin orang, omong-omong. Teguran bercabe bermercon itu bisa banget saya lontarkan. Banyak cerita soal ini, sebagian pernah saya tulis ceritanya di blog ini dan ya sebagian tidak. Jadi daripada saya out of control dan belakangan jadi saling nggak enak mendingan nggak usah dibaca, nggak usah dilihat biar nggak ngendap di hati. Salah-salah keyboard jebol.

Duh apa enaknya sih lega sesaat habis judesin orang yang nggak nyenggol kita langsung dibayarnya sama interaksi yang nggak nyaman? Mungkin pengaruh usia juga, makin kesini makin males ribut. Ya mungkin kecuali kalau orangnya sudah merugikan saya.

Kalau kata teman saya Husnul mending ngerjain yang bermanfaat aja, lebih oke lagi kalau bikin pundi-pundi kita terisi. LOL. Tapi dia bener juga.




Sunday, June 26, 2016

PADU PADAN ABAYA CAPE UNTUK LEBARAN 2016


Sudah tidak terasa Ramadhan sebentar lagi berlalu ya teman-teman? Apa kabar puasanya, sempat nunggak nggak? Dulu waktu kita kecil momentum lebaran selalu deh sarat makna, takbir keliling, makan makanan khas lebaran seperti lontong dan sayur nangka santan atau opor ayam. Terus baju baru. Sampek masih inget banget sih saya sama laku "Baju baru alhamdulillah,"

Iya dulu kok kayaknya tiap tahun tiap lebaran saya selalu pakai baju baru, sholat idul fitri niatnya jadi pamer baju gitu :( Yah namanya anak kecil. Makin gede makin gede, makna lebaran dan baju baru sudah makin nggak beriringan. Baju baru buat saya sudah nggak lagi harus dibeli urgent menjelang lebaran. Kayaknya sudah sekian tahun baju yang saya pakai untuk sholat dan acara keluarga yang ada aja dilemari. Dua tahun lalu yang polos-polos umbrella cut, tahun lalu potongan sederhana dengan warna-warna gelap biar praktis. Nah belum tahu deh lebaran ini entah apakah akan saya lewatkan dengan baju seadanya atau beli baru lagi. Masih lihat-lihat sih.

Ramadhan tahun 2016 ini sangat istimewa saya rasa terutama untuk para wanita yang berhijab, karena sudah makin banyak saja model busana muslimah yang terus hadir mewarnai koleksi busana muslim yang bisa kita pakai untuk lebaran nanti. Pilihan banyak, model banyak, brand juga bejibun. Salah satu koleksi yang cocok digunakan untuk lebaran dari Zubedi yaitu abaya, tampilan abaya masa kini yang dibuat oleh brand di Hijup tersebut sangat terlihat high end dan berkelas, sehingga akan meng-upgrade penampilan kita jadi lebih beda dan anggun. Jenis busana ini didesain longgar dengan tujuan kembali pada aturan yang mewajibkan seorang wanita menutup auratnya dengan benar, namun desain longgar tersebut tidak akan menutupi penampilan yang akan tetap anggun dan modern apalagi dengan model abaya yang inovatif.

Banyak yang bisa kita padu padankan pada busana muslimah abaya, seperti dikreasikan dengan busana lainnya atau gaya hijab yang sesuai dengan gaya pribadi kita. Padu padan busana muslimah yang terinspirasi dari Timur tengah tersebut juga sangat bervariatif, seperti yang bisa kita lihat di hijup.com salah satu Abaya yang diberi nama Syiria Syari dari Zubedi. Abaya tersebut didesain begitu syari dan berkarakter dengan kerudung yang bermodel unik merupakan perpaduan antara bergo atau cape dengan pashmina, selain itu bahan crepenya yang berkualitas pun akan memberikan kenyamanan pada kita saat menggunakannya dihari lebaran nanti. Ada furing untuk menghindari pakaian yang kita pakai tembus pandang pula. Untuk menampilkan tampilan keseluruhan yang lebih syar'i, jangan lewatkan kaus kakinya ya.

Padu padan cape pada suatu busana muslimah seperti abaya dapat mempermanis penampilan kita saat hari lebaran tahun 2016 ini. Sehingga kita akan lebih percaya diri untuk tampil saat berkumpul atau bersilaturahim bersama keluarga, teman, rekan kerja dan kerabat lainnya. 

Pasti sudah ngeh kan kalau hari lebaran adalah momen dimana berkumpulnya banyak orang untuk bersilaturahim ataupun mengadakan suatu acara keluarga? Jadi busana muslimah syiria syari di atas sangatlah cocok untuk kita kenakan. Selain dapat tampil anggun sederhana namun classy dan syar'i, kita juga akan terlihat luwes dengan paduan pashminanya yang banyak menjadi selera model hijab anak muda jaman sekarang. 

Friday, June 24, 2016

WANITA DAN TEKANAN SOSIAL


Oke, topik ini sering sekali menjadi bahan obrolan antara saya dengan beberapa teman baik yang perempuan selama kurang lebih beberapa tahun terakhir. Dan sepertinya juga topik obrolan ini nggak ada habisnya, setiap kali tingkatan kehidupan kami naik maka ya semakin ada saja tekanan yang muncul. Malah kadangkala juga semakin kompleks.

Wanita dan pekerjaan 
Wanita dan pekerjaan ini memang sudah jadi pro dan kontra sejak lama ya. Mungkin sudah sejak sepuluh tahun lalu atau lebih para wanita semakin lama semakin mampu membuktikan bahwa dirinya juga mampu menduduki posisi-posisi strategis baik di perusahaan maupun dalam pemerintahan. Coba juga perhatikan bahwa semakin kesini wanita yang pintar semakin banyak kok, tapi sedihnya kecerdasan mereka di luar rumah seringkali tidak diimbangi dengan kemampuan yang sepadan dalam mengerjakan pekerjaan domestik.

Saya tahu sebagian orang sering mengunggah meme dalam media sosial mengenai bahwa tak apa dong nggak bisa mengerjakan pekerjaan domestik, kan mestinya seorang lelaki menikahi mereka karena mencari istri bukan mencari pembantu?

Benar sih. Tapi kan keuangan keluarga belum tentu selalu lancar, wallahualam ya... tapi saat harus berhemat tentunya kita sudah tidak bisa lagi memaksakan pekerjaan domestik di tangan ART. Jalan satu-satunya ya tentu suami istri harus bekerjasama dalam mengerjakan pekerjaan domestik, bagi-bagi tugas. Kasian kan dia kalau harus ngerjain semuanya sendiri karena kita nggak bisa menghandle bagian kita?

Selain itu wanita yang tinggal di rumah tanpa bekerja akan menuai banyak komentar miring pula dari masyarakat bahkan kadang - jahatnya - dari keluarga juga. Mulai dari tidak mandiri, nggak keren karena nggak menghargai emansipasi, demennya tergantung suami sampai jatuhnya serba salah. Sempat suatu waktu sepulang pelatihan sertifikasi untuk auditor, seorang ibu yang juga adalah teman satu kelas saya cerita bahwa kadang capek untuk tetap kerja di usianya yang sekarang namun kalau berhenti ya susah juga dan serba salah. Misalnya kalau pengin beli baju baru aja bisa repot, kudu nunggu kelebihan uang suami itu juga bakalan jadi objek nyinyiran orang, "bajunya baru ih bisanya morotin suami". Itulah enaknya punya penghasilan sendiri, kata beliau.

Jadi wanita yang bekerja juga dilema sih. Sudah banyak saya kira meme yang beredar di media sosial menyoal sindiran untuk para ibu yang sibuk berkarir di luar dan memutuskan untuk menitipkan asuhan buah hatinya. Padahal banyak lho diantara mereka yang kerja karena sebuah kondisi urgent yang kita mungkin tidak tahu cerita sebenarnya.

Wanita dan pernikahan
"Mengapa ya kok semua orang mendadak nikah?" ini pernah dipertanyakan seorang teman saya karena dia heran dan kebingungan setiap bulan ada saja layangan undangan pernikahan baru dari teman-teman kami.

Sederhananya ini karena memang usia sepantaran kami sudah ideal untuk menikah, tidak heran kalau undangan pernikahan nggak henti-hentinya datang. Beda pastinya dengan masa ketika kita masih duduk di sekolah menengah, bisa dipastikan nyaris nggak ada yang kirim undangan nikahnya sendiri saat umur sekian.

Tapi saya paham juga dengan kebingungan teman saya ini, ya gimana nggak bingung kalau baru juga sekian tahun kami masuk golden age yang maksudnya tahun-tahun bisa dibilang mapan dengan status ekonomi stabil gitu... eh mendadak saja undangan nikah yang banyak dikirimkan orang jadi bikin kita mikir kalau berarti kita seharusnya juga sudah kudu kirim undangan nikah dong?
Entah kenapa, sehelai undangan nikah bisa bikin kita jadi insecure atau mungkin galau. Ya nggak? Apalagi kalau calon pendamping juga belum ada pandangan. Ya makin bingunglah itu.

Belum lagi kena 'pressure' sosial, mulai dari pertanyaan kapan nikah yang bercanda atau serius sampai komentar jahat kalau kita 'nggak laku' dan 'nggak ada yang mau' karena belum nikah di umur ini. Serius ini jahat bangetlah. Seorang teman dekat pernah jadi sasaran komentar gini, begitu dia cerita saya jadi ikutan sebel. Lha kan kita semua juga usaha kok untuk menjemput jodoh, kalau yang mengatur jodoh kita belum ngasih saat ini masa mau marah-marah dan nyalahin yang ngatur?

Wanita dan keturunan
Teman dekat saya yang lain menikah selama tiga tahun tapi belum ada tanda-tanda hamil, padahal mereka berdua tinggal serumah nggak seperti saya dan paksu yang sempat lama menjalani long distance marriage. Nah teman saya ini ketakutan sampai periksa sana-sini, pakai banyak macam metode pemeriksaan, kadang pemeriksaannya bikin sakit gitu sampek dia nangis. Kasihan. Tanpa komentar memojokkan atau nanya-nanya kapan hamil pun saya rasa dia sudah kebingungan, apalagi kalau dapet pertanyaan dan statement nggak oke dari orang-orang yang niat awalnya basa-basi tapi jatuhnya komentar jahat?

Makin kesini sih makin sering orang yang komen jahat tanpa merasa bersalah, terus juga masih diterusin aja padahal kitanya sudah menunjukkan gejala-gejala nggak suka.

Yang satu ini sih saya juga sering ngalamin, entah pertanyaan ganggu atau 'tuduhan-tuduhan' yang nggak enak. Misalnya mungkin karena saya nggak suka anak kecil makanya belum dikasih hamil. Memang sih saya bukan orang yang heboh gitu kalau ketemu anak kecil apalagi yang lucu, tetep pasang tampang cool biasa aja maksudnya. Tapi yang nuduh gitu kan ya sotoy banget, sejak tahun kedua punya adek kira-kira umur 5 tahunan saya udah bisa nidurin adek saya yang bayi kalau rewel. SMP juga sudah bisa ngasuh adek sepupu saya yang umurnya baru hitungan bulan, belum bisa negakin leher. Mulai dari gendongin sampek tidur atau pas nangis atau ganti popoknya juga bisa. Ya seneng-seneng aja.

Kurang suka sama anak kecil atau bayi gimana lah sampek seumur gini juga masih suka pakai bedak bayi, nyuci baju pakai pelembut pakaian bayi karena wanginya yang enak banget dan tahan lama segernya. Jadi ya jangan suka nuduh orang yang nggak over reacted sama anak kecil lucu kalau dia nggak suka anak kecil.

Terus buat yang suka ngasih komentar atau pandangan miring untuk orang yang belum diberi kepercayaan untuk punya anak, ya harap distop dong :) Lah kita juga nggak tau kapan dikasihnya, sama aja sih bingung juga kan kalau ditanya kapan mampu beli jet pribadi atau umur kita sampek kapan dibolehin hidup di dunia? Ya itulah, tergantung yang ngasih umur dan rezeki :)



Next Page Home