Click this

Saturday, December 20, 2014

{ Review } Stand by Me, Doraemon


Antriannya beneran membludak. Tapi akhirnya berhasil nonton setelah mempersuasi orang kantor dengan trailernya. Diketawain kadep sebelah gara-garanya mau nonton ini sih. Hih. 

Saya beneran nangis nonton trailer film ini di Blitz. Tapi ini seriusan nggak sesuai ekspektasi saya. Emang lucu banget. Ada juga yang bikin melankolis. Doraemonnya cute banget juga. Nonton trailernya saya berkspektasi si nobita meskipun kayak gitu tapi dia benar-benar menjaga shizuka. But it's not. 

Buat saya nobita itu cuma satu kelemahannya: malas dan mungkin dalam hidupnya dia kurang kuat. Dalam segala hal sungguh setengah-setengah. Belajar setengah-setengah, bahkan soal perasaan pun setengah-setengah. 

Kurang di eksplore bangaimana dia bisa membuat shizuka jatuh cinta? Ya masa cuma karena dia nggak bisa melakukan apapun sendiri? At least usahanya kenceng dong.

Dialog saat shizuka besoknya mau menikah pun pointless. Ayahnya bilang kau benar telah memilih nobita. Dia orang biasa yang tidak punya bakat istimewa tapi dia bersedih dan tertawa untuk kebahagiaan orang lain (ya kurang lebih gitulah). Prosesnya kurang eksplore. Ini mungkin sangat berarti maknanya jika eksplorenya lebih dalem.

Akhirnya juga nggak sesuai ekspektasi berhubung saya nangis di trailernya. It's supposed to be sad ending. Heheh. Menurut saya sih gituu... Tapi si teman bilang, "ini kan film anak-anak niiinnn.." Yeah she's right. Dan kenapa jadi saya yang ngomel yah? Haha.

Tapi kan bagian depannya untuk yang pernah menjadi anak-anak. Serial doraemon muncul ketika saya baru lahir. Tapi dia sudah menjadi icon untuk anak-anak 90an. Jadi itu salah satu alasan mengapa Blitz ngantrinya kayak mau dibagi sembako gratis. Meskipun gitu, ini layak tonton buat hiburan. Pesen saya cuma: don't expect too much.




~