Wednesday, May 4, 2016

{ REVIEW } BOURJOIS ROUGE VELVET EDITION

Beberapa minggu terakhir tanpa sengaja saya baca timeline update beberapa teman di media sosial yang kepingin punya Bourjois Rouge Velvet (BRV). Mau nimbrung kok ya nggak enak secara nggak pernah sapaan secara personal juga. Masuknya lipstick itu ke daftar wishlist mereka bisa jadi karena banyaknya bombardir review tentang betapa oke lipstick yang ini. Jadi ya, saya menulis ini sebagai bahan pertimbangan untuk mantemans yang mungkin juga mendambakan lipstick ini sebagai bagian dari wishlist dengan review yang berusaha berimbang.

Jarang review mengenai produk perlenongan gini, tapi saya pernah nulis juga soal lipstick di link berikut
Baca : { Review } MAC Lipstick shade Taupe & Kinda Sexy






Awal naksir
Awal naksir lipstick ini kurang lebih sih sama dengan mayoritas perempuan lain yang suka penasaran dengan lipstick yang laris banget di pasaran sampek habis dimana-mana. Sejak lebih dari setahun terakhir liquid lipstick memang sedang hits, finish yang matte pun juga banyak digemari, menggantikan lipstick yang terlihat basah di bibir ala habis makan gorengan. Untuk warna-warna nude yang semakin banyak diburu mau tidak mau dipengaruhi oleh Kylie Jenner yang mampu tampil stunning dengan warna-warna nude. Kalau saya, pakai warna nude karena diprotes Paksu karena jadi kelihatan terlalu 'dandan'. Dia mah yang penting kulit istrinya sehat aja udah cukup. Pernah saya pakai bedak yang lebih gelap dari warna kulit *blame the tutorial!* terus dia nanya apa saya belom mandi? Zzzz. Sejak itu saya pakai bedak transparent dengan dasar yang sama dengan warna kulit.

I can't live without lipstick *lebay*, antara lain karena suka aja dan karena bibir saya yang gampang kering sama halnya dengan kondisi umum kulit wajah jadi bisa 'dilembabkan' lebih lama dengan memakai lipstick. Kalau pakai lipbalm, lembabnya cuma bertahan barang 5 menit, dipakai minum juga udah ilang duluan. Lipstick juga mampu mengubah wajah polos tanpa makeup kita jadi seger biar kata cuma pakai lipstick aja.

Penasaran sampai ketemu
Shade yang saya buru tahun lalu, awal naksir sama BRV adalah Nudeist, lagi-lagi karena saya suka pakai warna nude plus biar nggak dapat protes kalau pakainya warna-warna aneh di luar rumah. Sering ke counter-counter BRV dan selalu nggak pernah dapat Nudeist, waktu itu kalau nggak salah shade Happy Nude Year belum keluar. Rupanya Nudeist itu best sellernya BRV saat itu, makanya nggak dapat dimana-mana... lha wong begitu sampek di counter langsung diborong sama mbak-mbak online shop. Shade Nudeist juga dijual jauh lebih mahal dari harga aslinya, shade yang lain juga sih. Di counter kita bisa dapat seharga 160-180 ribu gitu, lupa. Di olshop semuanya jadi dipatok seharga diatas 200 ribu. Dapat shade udeist no.7 ini akhirnya karena rezeki pertemanan, hehe pertemanan memang selalu bawa barokah ya... alhamdulillah. Saya juga beli yang shade frambourjoise di counter Bourjois langsung, soalnya kelihatan lucu aja biar kata memang menor sih warnanya pink-merah jreng. Tapi rencananya memang buat dipakai di rumah aja bukan buat keluar jalan-jalan.

Review Bourjouis Rouge Velvet (BRV) shade Nudeist & Frambourjoise
Warna :
* Nudeist ini warnanya bagus banget, sama sekali nggak menor. Warnanya warna bibir dengan rona segar, cakep deh... cocok banget sama warna kulit saya
* Frambourjoise warnanya merah terang dengan hint fuchsia gitu, jreng banget. Saran saya sih untuk warna ini mendingan dipakai di rumah sebagai perlengkapan lenong. Masa masak sambil pakai lipstick, Nin? Eh oke lho buat mendongkrak mood diri sendiri. Sebagian teman saya malah make up lengkap kalau di rumah buat nyenengin diri sendiri karena jadi seneng kan kalau cantik dan seger plus nyenengin suaminya juga.

Tekstur
Tekstur keduanya ringan khas BRV, berasa nggak pakai lipstick, entengg banget di bibir dan super lembut pula. Bibir jadi lembab selama lipstick nempel.

Kemasan
Kemasannya kurang praktis kalau menurut saya, persegi gemuk gitu meskipun pendek juga tapi kalau dibawa-bawa itu nggak praktis karena bawa barang 1-2 aja udah menuhin pouch.

Pemakaian
Setelah dioleskan ke bibir, perlu waktu yang relatif lama untuk BRV berubah dari glossy ke matte, memang prosesnya nggak ngetat di bibir dan tetap lembut sih. Seberapa lama? Yah cukup lama dan kudu sabar, beda jauhlah kalau misal kita biasa pakai liquid lipstick-nya Limecrime. BRV ini nggak tahan lama, nggak bisa kita pakai seharian, dia nggak waterproof, transferproof apalagi... potensi nempel dimana-mananya gede. Cuma dipakai minum air juga udah memudar kok warnanya, apalagi dipakai makan... bisa bikin retouch berkali-kali dalam satu hari kalau kamu jenis orang yang nggak suka lipsticknya pudar. Saya selama ini jarang retouch kecuali penting banget misal ada acara gitu, diluar itu hilang ya biarin lah :p

Swatch
*Swatch shade Nudeist


*Swatch shade Framborjouise



Kesimpulan
Shade Nudeist ini cakep banget, saya jatuh cinta tapi lumayan terganggu dengan berubah ke matte-nya yang butuh waktu lama, nggak transferproof waterproof juga sih. Frambourjoise oke buat di rumah tapi saya males karena nggak waterproof dan transferproof. Shade Nudeist saya kemudian berakhir di toko online preloved stuff saya dan sudah laku pula. Frambourjoise juga sudah berpindah tangan, nggak di saya lagi. Untuk repurchase aka beli lagi sih saya males, karena ternyata lebih suka lipstick dari brand lain. Next review kapan-kapan ya... Nyari swatch-nya agak jelimet, saya bukan orang yang demen dan sering foto selfie-selfie soalnya :D

Mantemans yang perempuan, lagi suka pakai lipstick apa? :)

.

Tuesday, May 3, 2016

FUTUREADY, PARTNER DALAM MEMILIH ASURANSI

Memang urusan pilih memilih asuransi tidak ada habisnya, orang tua saya dulu juga pernah memiliki pengalaman kurang berkesan terkait perasuransian. Ujung-ujungnya mereka jadi kapok pakai asuransi dan kemudian menyerahkan semua jaminan dan mengenai perasuransian kepada pemerintah karena sudah capek dan kapok mendapat pengalaman kurang menyenangkan tersebut.

Adanya pengalaman kurang menyenangkan tersebut beberapa diantaranya adalah karena sales asuransi yang tidak menjelaskan dengan detail mengenai produk asuransinya, terutama detail dari kebijakan yang dari sudut pandang masyarakat kurang menguntungkan. Sementara orang tua saya adalah orang yang sangat awam terhadap asuransi tambahan karena bekerja sebagai pegawai negeri sipil dengan asuransi dari pemerintah yang sudah termasuk di dalamnya jadi menerima informasi dari sales juga bawaannya antusias karena seringnya yang dikemukakan adalah berbagai keuntungan yang bisa didapatkan jika membeli polis. 

Pengetahuan mengenai asuransi dan produknya pun pada saat itu masih minim sehingga seperti kebanyakan orang yang tertarik dengan promosi produk kemudian akhirnya malah merasa dikecewakan. Asuransi terasa rumit karena informasi yang berkaitan dengan produknya masih minim. Kita juga susah untuk membandingkan banyak produk asuransi dan mendapatkan yang terbaik jika kita tidak mendapatkan penawaran dari sales asuransi.

Bermaksud membeli polis asuransi atau masih ingin sekadar ‘window shopping’? Cek Futuready saja di www.futuready.com




Mengenal Futuready

Futuready adalah perusahaan broker asuransi resmi dengan lisensi dari OJK nomor KEP-518/NB.1/2015 pada tanggal 18 Juni 2015. Futuready ada untuk memudahkan akses customer untuk produk-produk asuransi melalui internet yaitu futuready.com. Website ini yang mengetengahkan jasa pencarian serta pembanding berbagai produk asuransi sesuai dengan kebutuhan calon customer. Futuready menyajikan semuanya dalam informasi yang semudah mungkin untuk keperluan pengguna sebagai supermarket asuransi digital. Misi dari supermarket asuransi ini adalah untuk mengubah pandangan pengguna maupun calon pengguna asuransi bahwa asuransi bukan hal yang rumit.

Futuready memang belum lama ada di Indonesia, Futuready di Indonesia dibuka pada tanggal 26 Januari 2016 dan berkantor di Jakarta. Futuready adalah anak perusahaan dengan induk AEGON Group yang terkenal sebagai salah satu perusahaan Asuransi terbaik dunia yang kantor pusatnya berada di Den Haag, Belanda. Futuready adalah perusahaan supermarket digital dengan etalase yang berisi produk-produk asuransi bukan perusahaan asuransi yang membuat dan menjual produknya sendiri. 

Melalui websitenya yang user friendly, Futuready akan membantu memilihkan produk asuransi terbaik yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi yang berkompeten dibidangnya untuk diteruskan kepada kita para calon customer dengan ringkasan penawaran yang mudah dipahami, tidak berpihak serta jujur.

Semua informasi yang disediakan website Futuready yang kita jelajahi, kita bandingkan bahkan juga jika akhirnya kita memutuskan untuk membeli sebuah produk asuransi, Futuready tidak membebankan biaya tambahan apapun untuk semua informasi yang kita dapatkan dari website dan pelayanan customer servicenya. Customer service-nya bisa dihubungi pada hari kerja mulai hari Senin-Jum’at dari jam 10.00 hingga 16.00 WIB.

Window shopper atau buyer?


Kadang kita merasa kurang enak jika menghujani sales asuransi dengan pertanyaan-pertanyaan kita yang banyak sementara kita masih sedang bertanya, masih lihat-lihat seperti halnya window shopping di pusat perbelanjaan. Lihat, tanya tapi belum tentu beli. Melalui website Futuready kita bisa membeli langsung produk asuransi yang kita pilih berdasarkan kebutuhan dan informasi yang paling membuat kita nyaman, namun jika tidak ingin beli pun tidak masalah. Kita bisa membaca informasi perbandingan produk dan mempelajarinya sebanyak yang kita mau meskipun yang kita lakukan hanyalah window shopping, tanpa harus merasa tidak enak pada sales jika kita terlalu banyak ‘melakukan survey’ padahal tidak membeli polis asuransinya. Menarik bukan? Penasaran? Coba deh intip websitenya di www.futuready.com 

.

Monday, May 2, 2016

The Unreasonable Post

Sepulang dari acara luar kota, badan saya serasa kumat capeknya. Nggak tahu capek dari kemarin-kemarin numpuk-numpuk lagi di badan, plus setulang-tulang ngilu semua.

Jadi sebenarnya hari ini ada yang mau saya tulis. Bukan tulisan ini, tapi tapi moodnya nyuruh tiduran aja, terus ini kok badan berasa yang habis digebukin orang banyak.

Kayaknya saya kangen refleksi yang terapisnya cewek gitu, belum nemu so far sejak pindahan. Sementara saja jenis orang yang ketagihan pijet karena kayaknya sejak kecil juga tiap jatuh atau kenapa dikit berujung ke tempat pijet. Budaya atau kebiasaan tradisional setempat.

Lucunya atau sedihnya, kecapekan jadi merembet ke galian kenangan lama. Bikin sensitif. Bikin saya melankolis terus yang sedih sendiri dan nangis sendiri diem-diem. Saya kangen mami saya yang dulunya tiap saya pulang ke rumah selalu mijitin. Tapi rumah sudah berbeda, dan si mami lebih disayang Allah.

After akad seorang teman dekat saya kemarin, ibunya menangis ditengah prosesi. I can't help myself, I started my own little cry. For no reasons. Keluarga teman dekat saya malah kagum karena nge-gap-in mata saya berkata-kata alih-alih ngira saya ngantuk dan nguap makanya mata jadi berkaca-kaca. Mereka aja nggak nangis, saya pasti sahabatan banget sama si teman dekat.

Saya nyengir dengan mata merah, merusaha menghilangkan jejak genangan air mata. Saya bukan orang yang suka menangis didepan orang lain. Malu.

Bodoh ya? 

Mungkin sebabnya cuma kecapekan, tapi merembet ke yang lain-lain. Rencananya nulis apa malah jadinya nulis ini, pakai ponsel sambil tiduran di hari yang tidak produktif :)

Kalau mantemans lagi kecapekan banget banget, biasanya ngapain? :)



Next Page Home