Tuesday, June 25, 2024

GONJANG-GANJING DALAM KEHIDUPAN SELF EMPLOYER

Serius nggak kerasa udah berbulan-bulan lamanya nggak nulis apapun di blog. Jujur saya lagi masuk masa malas kerja, malas segala rupa. Merasa pengin istirahat dulu dari dunia mencari sesuap nasi dan recehan saking pusingnya. Belakangan ini jadi banyak mikir, baca berita terutama soal perekonomian local dan Internasional yang belum berhenti gonjang-ganjing belum stabil. Daya beli lemah banget, pengusaha pada sambat semua, terutama UMKM. 

Kondisi ekonomi saat ini tuh bahkan berasa lebih parah dari masa pandemi, nggak cuma perasaan saya doang ini sih, banyak yang udah nyambat begitu. Iklan nggak gitu ngangkat, content creator nggak gitu ngaruh ke penjualan, beberapa bulan lalu saya masih mikir cara untuk bikin kondisi stabil ya dengan ambil market luar, soalnya lokal lagi lesu parah. Sayang sekali sekarang impact udah kemana-mana, termasuk ke pasar internasional, ada vendor saya yang saat ini perusahaannya sedang mengalami kesulitan keuangan juga. Ditambah dengan keadaan mental semua orang yang merasa sudah nggak cukup lagi dengan penghasilan mereka yang biasa, semua jadi pada ambil side hustle dengan privilege-nya masing-masing sampai dibela-belain perang harga.

Perang harga ini fatal pengaruhnya untuk semua pekerjaan full time lain sih. Masih inget banget kalau saya juga pernah terkena dampaknya. Jadi ceritanya, dulu saya sempat nyaman dengan pekerjaan menulis dan menjadikan content writer sebagai salah satu pekerjaan yang saya lakukan sebagai freelancer karena merasa meskipun penghasilannya nggak besar tapi masih terhitung layak. Sayangnya dengan berjalannya waktu, masuk nih orang-orang yang niatnya mau berpenghasilan sebagai content writer juga, demi dapat kerja dan klien mereka ramai-ramai merusak harga pasar dengan mau dibayar semurah mungkin. Padahal nulis kan pakai mikir ya, pakai banyak baca materi juga sebelum dirangkai jadi tulisan baru. Intinya butuh banyak effort lah. 

Dengan kelakuan orang-orang ini dan harga pasar yang sudah telanjur rusak parah, kita jadi dikenal di kancah internasional dengan rate murahnya untuk pekerjaan freelance menulis. Pemberi kerja jadi makin kurang ajar mematok rate murah hanya karena mereka sudah tahu kalau penulis dari negara kita tuh bisa dibayar murah. Makanya saya lantas memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebagai content writer. Effortnya sudah nggak lagi worth it dengan fee yang didapatkan, jadi bye maksimal. Orang-orang yang doyan ngerusak harga tuh, sama sekali nggak mikirin dampak jangka panjang dari ulah mereka sendiri. Persaingan harga ya boleh aja kalau masih hitungan wajar, sedikit aja dibawah harga pasar ini pada diluar nurul semua. Kudunya lebih banyak persaingan di skill menghasilkan tulisan yang baik, enak dibaca dan bikin pembaca relate gitu. Jadi ya nggak heran juga kalau makin lama kualitas artikel yang beredar di internet makin ngadi-ngadi.

Sebagai pedagang, iya saya kudu beradaptasi. Namun sebagai konsumen juga, please teman-teman jangan berhenti untuk belanja apalagi produk lokal ya. Cukuplah kuantitas dan jumlahnya aja yang dikurangin karena kita semua sedang masuk masa berhemat, tapi jangan stop sama sekali ya.. tetap belanja kayak biasa kecuali ke orang-orang yang doyan pasang slot judol itu. Soalnya makin uang nggak muter di masyarakat, rasanya bakalan makin engap deh perekonomian kita. Mana apa-apa berasa makin mahal...

Di masa slowdown ini saya mengkaji ulang apa yang harus saya lakukan untuk membuat usaha saya bertahan dalam masa-masa sulit seperti saat ini. Banyak layoff, batasan umur bekerja, banyak faktor yang akhirnya membuat orang-orang terdampak tidak punya pilihan selain berdagang. Berdagangnya ya memang baik toh juga berusaha mencari rezeki halal, namun saat daya beli superlemah seperti sekarang ini rasanya pedagang malah lebih banyak ketimbang pembelinya. Apapun yang terjadi, sesusah apapun, perang harga hanya akan membuat kita susah bareng-bareng, seperti yang saya ceritakan diatas mengenai alasan mengapa saya berhenti menjadi content writer. Harusnya mah fee naik mengikuti inflasi ya, namun sekarang ini content writer cenderung harus kerja 2-3x lebih berat untuk mendapatkan fee setengah atau bahkan sepertiga dari fee yang dulu saya terima ketika saya masih menjadi content writer.

Semoga teman-teman semua tetap sehat menjalani badai krisis ini.

Sebenernya saya pengin nulis review-review, sudah nyiapin perangkat foto dan yang lain, tapi malah jadinya nulis curhatan ini. Yasudah lah ya, di posting selanjutnya aja ;)



No comments:

Post a Comment

Tinggalkan komentar tanpa link hidup ya... Komentar dengan link hidup akan dihapus :)

Next Page Home