Tuesday, March 29, 2022

SKIN UNDERTONE OLIVE DAN BAGAIMANA SAYA MENYADARINYA

Kapan kamu mulai tertarik dengan make up dan merawat diri?

Saya rasa sebagian besar dari kita mengalami hal yang sama ketika beranjak dewasa, mulai tertarik untuk merawat diri.

Memasuki usia remaja, seringkali remaja putri terpengaruh iklan dan tontonan dimana make up  dan make over bisa spontan merubah penampilan seseorang menjadi sangat beda dalam artian positif. Ya makin keren, makin kinclong pula. Ingat ngga telenovela populer seperti Betty la fea yang banyak menginspirasi tontonan lain dengan ide cerita yang mirip. Bagaimana menyingkirkan kacamata, kawat gigi dan mengenakan make up sebagai gantinya akan membuatmu menjadi orang yang sangat cantik.

Makanya ngga heran kan ditengah ombang-ambing krisis identitas di masa dewasa muda kita sering kali jadi ingin coba-coba pakai make-up, meskipun hasilnya ya beda-beda. Ada yang jadi malah kecanduan dan ada yang malahan menyerah karena keterbatasan budget dan skill. Yang kedua ini saya banget.

Setiap kali harus full make up karena ada acara pernikahan saudara atau sejenis rasanya make up nggak pernah nempel seperti yang seharusnya di muka saya. Kalau orang lain di makeup jadinya makin cantik, kalau saya malah jadi... aneh. Dulu sih mikirnya oh mungkin karena ini make up rombongan jadi kudu sama semua gitu kali ya? 

Beberapa kali juga saya jadi sukarelawan kanvas hidup untuk teman-teman yang skill make up-nya jauh lebih bagus daripada saya, hasilnya ya gitu deh... yang jelas jadinya malah aneh karena makeup kayak nggak nempel dengan bagus di muka saya seperti kalau si teman pakai sendiri atau dandanin teman lainnya lagi.

Bahkan sesepele nyari bedak di counter pun saya nggak pernah dapat warna bedak yang oke dan sesuai dengan warna kulit saya. Sampai akhirnya nyerah dengan mikir ya mungkin seperti hal-nya segala sesuatu di dunia ini, pakai makeup juga bakat-bakatan. Ada orang yang nggak bakat di makeup in kayak saya yang kalau di makeup-in malah jadi lebih jelek daripada saat nggak pakai makeup.

Saya selalu ngerasa kalau kulit saya ini tone-nya mixing antara kuning dan pink. Kuning dasarnya dan surface bagian atasnya pink, makanya saya ngga cocok dengan makeup kuning dan malah lebih cocok dengan makeup tone pink meskipun nggak 100 persen cocok juga sih.

Sejujurnya saya nggak masalah dengan pakai makeup super basic yang nggak bikin muka saya kelihatan kayak makeup-an karena saya sudah menyerah untuk segala macam per-makeup-an ini. Tapi mau nggak mau, wanita nggak akan bisa nggak pakai makeup yang layak disebut make up selama seumur hidup kan?

Contohnya waktu saya nikah. Per-makeupan ini juga jadi masalah. Mulai dari perias yang kaget ketika mau mulai makeup-in saya karena tone warna kulit saya ternyata nggak sesuai dengan tone makeup yang dia bawa. Panik dia balik ke rumah untuk menukar peralatan make up-nya, menilai kulit saya ternyata kuning bersih seperti warga keturunan Chinese. Tapi tetep aja sih makeupnya nggak terlihat blending dengan muka saya, malah terlihat tebel banget, karena ketika kelihatan warnanya beda ya ditambah lagi foundationnya sama periasnya.

Waktu berlalu dan semakin lama jasa MUA semakin mahal saja, makanya saya ngerasa untuk acara-acara tertentu seperti pernikahan keluarga kayaknya saya harus tetap bisa makeup sendiri meskipun ala-ala, ya minimal kalau foto keluarga jadinya nggak kelihatan 'kelempar' sama anggota keluarga yang lain.

Nah yang bikin muka kelihatan makeup-an kan utamanya bedak dan foundation ya... ya sudah saya mulai dari tipe bedak dan foundation yang cocok untuk saya. Nggak nyangka susahnya minta ampun dan makan dana yang nggak sedikit untuk nyoba-nyoba berbagai brand.

100 persen saya nggak cocok dengan bedak dan foundation dasar kuning, meskipun saya ini orang Indonesia dan asia asli yang kata orang kebanyakan tone kulitnya kuning. Dasar pink lebih cocok untuk kulit saya, cocok dengan surface pink yang saya miliki, tapi ya gitu deh nggak cocok sepenuhnya. Sampai akhirnya sahabat saya menyarankan warna neutral untuk saya pilih saat membeli bedak/foundation. 

Menggunakan foundation warna netral rupanya adalah pilihan yang benar karena dari seluruh warna founde yang pernah saya coba, warna netral ternyata paling cocok untuk saya. Meskipun sejujurnya ya... nggak 100 persen cocok juga sih.

Sampai suatu hari saat sedang mengantre tempat duduk untuk makan ramen di sebuah mall, saya bertemu sepasang WNA. Keduanya terlihat sama-sama ras kaukasia, tapi yang menarik perhatian saya adalah perbedaan kulit mereka. Yang pria nampak sangat pink dan kemerahan, tapi yang wanita memiliki tone kulit yang sedikit kekuningan dan anehnya sangat mirip dengan kulit saya.

Kemiripan ini mengejutkan saya, bikin saya mikir apa si wanita ini barangkali ras campuran sehingga memiliki warna kulit yang seperti saya? Mungkin saja campuran Asia kan? Meskipun secara keseluruhan penampilan sama sekali tidak terlihat seperti memiliki campuran Asia. Saya sangat penasaran dan mencari berbagai informasi terkait kulit yang akhirnya membuat saya sedikit mempelajari tentang undertone. Ini lah yang akhirnya membuat saya menyadari bahwa undertone kulit saya bukan kuning, meskipun umumnya orang Asia memiliki undertone kuning. Bukan juga pink, dan undertone pink tidak selalu dimiliki oleh ras kaukasia. Undertone kita bisa jadi pink, meskipun kulit kita gelap. Terang dan gelap tidak ada kaitannya dengan undertone. Demikian juga ras kita, tidak menentukan undertone kulit yang kita miliki. Kamu bisa saja orang asia yang memiliki kulit warna hangat dengan undertone olive, bisa juga kamu ras kaukasia tapi memiliki kulit pucat dengan undertone olive. Demikian juga dengan undertone yellow, pink, peach. Semuanya tidak terbatas hanya dimiliki ras tertentu.

Apa sih maksudnya undertone?

Undertone adalah warna dasar kulit yang kita dapatkan dari genetik atau keturunan, undertone ini tidak akan berubah meskipun kulit kita lebih terang dan lebih gelap karena sinar matahari. Undertone akan tetap ada di kulit kita, tidak bisa berubah meskipun kita sudah berjemur di pantai sampai kulit kita lebih gelap atau berada dalam ruangan dalam waktu lama hingga kulit kita memucat.

Dan undertone kulit saya adalah olive.

Setelah hidup 30 tahun, saya baru tahu kalau warna dasar kulit saya olive alias hijau.

Tapi ini menjelaskan banyak hal.

Mengapa saya tidak pernah cocok memakai makeup dan terlihat tidak bisa ngeblend dengan baik seperti kalau dipakai orang lain. Mengapa kalau orang lain yang pakai jadinya makin cantik tapi kalau saya yang pakai jadinya kayak pakai topeng yang tidak pas?

Kulit dengan undertone olive atau yang banyak disebut olive skin ini rupanya banyak disalahpahami sebagai warna kulit tan atau istilah bahasa Indonesianya, hitam manis. Padahal olive skin ya artinya memang kulit dengan warna hijau dan itu tidak harus gelap kecoklatan atau tan. Kita bisa memiliki kulit tan dengan undertone olive, bisa juga memiliki kulit terang dan pucat dengan undertone olive.

Bagaimana kita bisa coba mengenali bahwa undertone kulit kita olive?

CEK WARNA PEMBULUH DARAH/VEINS DI PERGELANGAN

Jika undertone kita olive biasanya warna veins agak meragukan. Ada warna biru hijau/teal dan sedikit ungu. Ini mungkin agak membingungkan karena undertone neutral juga memiliki warna yang sama. Namun biasanya neutral tidak memiliki warna ungu pada veins. Selain itu tone olive lebih cenderung kehijauan atau keabuan yang sekilas nampak seperti kuning meskipun sebenarnya bukan, sementara kulit undertone neutral biasanya tidak memiliki warna ini.

TES PERHIASAN

Perhiasan warna apa yang paling cocok dengan kulit kita? Warna emas atau silver?

Ini untuk menentukan apakah tone kulit kita hangat (warm) atau dingin (cool). Coba dekatkan anting warna emas dan silver ke telinga kita dan lihat mana yang lebih terlihat cocok dan bagus kita pakai.

Biasanya undertone olive bisa cocok-cocok saja menggunakan perhiasan emas maupun perak, meskipun sebagian ada yang merasa bagus memakai salah satunya saja. Sebagai pemilik undertone olive, saya merasa cocok memakai perhiasan warna silver dan rose gold daripada gold yang golden yellow.

WARNA YANG COCOK DENGAN UNDERTONE OLIVE

Sejak saya mengetahui lebih banyak tentang undertone, saya juga menyadari bahwa undertone sangat mempengaruhi warna-warna yang bisa cocok kita kenakan sebagai pakaian maupun make up. Neutral never failed me. Itulah mengapa kebanyakan pakaian saya berwarna netral seperti hitam, putih dan nude, kecuali abu-abu. Hitam, putih dan nude tidak pernah gagal ketika saya pakai. Warna-warna tertentu tidak cocok untuk saya kenakan, misalnya soft pink. Warna soft pink ini kalau dalam bentuk baju akan bikin warna kehijauan di kulit saya sangat terekspos dan bikin clash antara warna kulit dan warna pakaian.

Warna abu-abu juga saya rasa tidak akan cocok dipakai untuk pemilik olive skin, beberapa kali saya tertarik warna kerudung abu-abu karena netral dan kalau dipakai semua orang kok rasanya selalu bagus. Tapi waktu saya yang pakai, rasanya si warna abu-abu ini bringing out greyish skin yang juga terdapat di kulit saya. Olive skin ini kan campuran warna hijau dan keabu-abuan, nah kerudung warna abu-abu ini rasanya bikin seluruh muka saya ikutan jadi warna abu-abu juga :(( 

Kebanyakan warna pastel juga tidak cocok saya kenakan sih, bikin clash dengan warna kulit. Memang undertone olive ini tricky sekali.

MEMILIH FOUNDATION UNTUK OLIVE SKIN, PERBEDAAN WARNA FOUNDATION OLIVE DAN NEUTRAL

Undertone warna olive yang tidak berhasil menemukan shade yang cocok bisa saja memilih untuk menggunakan shade neutral. Meskipun tidak 100 persen cocok, tapi warna neutral-lah yang biasanya paling mendekati warna undertone olive dibanding shade undertone lain. Saya pernah mencoba shade undertone pink dan itu bikin muka saya kelihatan lebih abu-abu, sementara jika menggunakan foundation yellow saya kelihatan kayak pakai topeng karena beda banget warnanya dengan warna kulit saya.

Foundation untuk undertone olive mirip dengan untuk undertone neutral, hanya saja shade olive lebih muted dengan warna abu-abu dan kehijauannya. 

Di Indonesia, senangnya Wardah sudah mengeluarkan shade foundation untuk undertone olive, sayang sekali shade yang tersedia hanya warm olive saja, belum tersedia untuk light olive seperti saya. Kalau undertone kamu warm olive, foundation Wardah bisa dicoba. Beberapa brand luar negeri ada yang sudah menyediakan untuk light olive juga, karena pemilik undertone olive dengan kulit lebih terang bahkan pucat juga ternyata banyak lho. Sayang sekali selain masih terbatas, brand yang memiliki founde light olive ini juga susah ditemukan di Indonesia. 

Jadi untuk saat ini saya memilih untuk 'membuat' foundation saya sendiri dengan mencampurkan foundation light neutral dengan green corrector yang hasil akhirnya ternyata sangat memuaskan. Pertama kali pakai saya menatap kaca dan berpikir, ini 'AHA!' moment saya. Karena hasil akhirnya sangat blending dan menyatu dengan warna kulit saya dengan alami seperti kulit kedua. Nggak seperti pakai topeng, seperti kulit saya sendiri deh pokoknya. Looks like second skin but better.

Apakah teman-teman juga mengalami apa yang saya alami? Apa undertone kulit kamu dan bagaimana kamu menyadarinya? Cerita dong! :)

No comments:

Previous Page Next Page Home