Sekitar bulan lalu saya menerima paketan yang bisa dibilang tanpa nama, cuma ada nama dan alamat saya serta logo SENYUM community. Wah pastilah admin website ini dalangnya. Saya buka dan isinya ini :
Wow hebat! Eh, memangnya ini apaan ya? *nyengir* Sejujurnya awalnya saya pikir benda ini kotak pensil lipat, ada resleting memutar disisinya yang kemudian saya buka sampai resleting menemukan ujungnya. Saya buka, ada lipatan lagi, saya buka lagi dan ada lipatan yang meminta dibuka lagi. Oh ternyata ini wujud asli dari benda yang menyamar sebagai kotak pensil lipat ini :
Sebuah tas kain ukuran mini untuk menggantikan kantong plastik belanjaan kita sebagai salah satu wujud kecintaan kita pada bumi dengan mengurangi pemakaian kantong plastik. Sayang kurang besar, jadi kalau saya belanja kangkung misalnya sudah pasti ngga akan muat. Memang jodoh dari tas ini masih belanjaan kemasan seperti susu kotak, pasta gigi dan teman-temannya. Mas Dwi Arief admin website SENYUM community menyampaikan bahwa tas ini masih rencana awal, berikutnya akan dibuat tas yang lain dalam berbagai ukuran. Tas kain ini spesial dibuat dengan tangan oleh adik-adik kita yang berada dalam naungan SENYUM. Wah terima kasih ya, baik adik-adik yang membuat tas ini maupun Mas Dwi Arief yang mengirimkan ini ke alamat kosan saya. Berminat? Silakan disampaikan via komentar melalui website SENYUM di senyumkita.com.
Ngomong-ngomong saya suka banget gambar ini deh, saya menemukannya dari tumblr seorang Blogger dengan ID alvonevici berbulan-bulan lalu dan sudah menjadi wallpaper laptop saya sejak itu.
Bagus kan ya?
Kemarin saya melihat banner Bike to Work di halaman depan FB, jalan kaki juga menyenangkan dan lebih bebas macet lo. Itu salah satu alasan saya betah tinggal di Malang, enak saja rasanya jalan kaki kemana-mana. Tentu saja dengan memperhitungkan jarak tempat kerja - rumah ya... kalau jaraknya sampe 10 kilometer nanti pulang-pulang mijetin. Agak sebel juga sih biar sama teman-teman yang saya kenal baik, kosan jaraknya cuma seucrit dari kampus tapi masih riwa-riwi bawa mobil, sendirian lagi... pantesan parkiran kampus penuh terus, tiap jalan selalu kena bel mobil-mobil ngga penting terus-terusan padahal dia lho yang menuhin jalan, bukan saya *ah curcol! bahkan sampai beberapa dosen ke kampus bersepeda motor saking penuhnya tempat parkir mobil. Contoh yang baik kan ya, masa gengsinya mahasiswa jauh lebih tinggi dari dosennya (padahal mobil juga minjem punya ortu kan, idih :P). Ngga ngerti lah, saya selalu ngga habis pikir. Dan ini sudah mulai melantur enggak penting ya.
Selamat malam :)







