Showing posts with label rumah sahabat. Show all posts
Showing posts with label rumah sahabat. Show all posts

Saturday, October 8, 2011

SENYUM PEDULI ALAM DAN LINGKUNGAN

Sekitar bulan lalu saya menerima paketan yang bisa dibilang tanpa nama, cuma ada nama dan alamat saya serta logo SENYUM community. Wah pastilah admin website ini dalangnya. Saya buka dan isinya ini :



Wow hebat! Eh, memangnya ini apaan ya? *nyengir* Sejujurnya awalnya saya pikir benda ini kotak pensil lipat, ada resleting memutar disisinya yang kemudian saya buka sampai resleting menemukan ujungnya. Saya buka, ada lipatan lagi, saya buka lagi dan ada lipatan yang meminta dibuka lagi. Oh ternyata ini wujud asli dari benda yang menyamar sebagai kotak pensil lipat ini :


Sebuah tas kain ukuran mini untuk menggantikan kantong plastik belanjaan kita sebagai salah satu wujud kecintaan kita pada bumi dengan mengurangi pemakaian kantong plastik. Sayang kurang besar, jadi kalau saya belanja kangkung misalnya sudah pasti ngga akan muat. Memang jodoh dari tas ini masih belanjaan kemasan seperti susu kotak, pasta gigi dan teman-temannya. Mas Dwi Arief admin website SENYUM community menyampaikan bahwa tas ini masih rencana awal, berikutnya akan dibuat tas yang lain dalam berbagai ukuran. Tas kain ini spesial dibuat dengan tangan oleh adik-adik kita yang berada dalam naungan SENYUM. Wah terima kasih ya, baik adik-adik yang membuat tas ini maupun Mas Dwi Arief yang mengirimkan ini ke alamat kosan saya. Berminat? Silakan disampaikan via komentar melalui website SENYUM di senyumkita.com.

Ngomong-ngomong saya suka banget gambar ini deh, saya menemukannya dari tumblr seorang Blogger dengan ID alvonevici berbulan-bulan lalu dan sudah menjadi wallpaper laptop saya sejak itu. 


Bagus kan ya?
Kemarin saya melihat banner Bike to Work di halaman depan FB, jalan kaki juga menyenangkan dan lebih bebas macet lo. Itu salah satu alasan saya betah tinggal di Malang, enak saja rasanya jalan kaki kemana-mana. Tentu saja dengan memperhitungkan jarak tempat kerja - rumah ya... kalau jaraknya sampe 10 kilometer nanti pulang-pulang mijetin. Agak sebel juga sih biar sama teman-teman yang saya kenal baik, kosan jaraknya cuma seucrit dari kampus tapi masih riwa-riwi bawa mobil, sendirian lagi... pantesan parkiran kampus penuh terus, tiap jalan selalu kena bel mobil-mobil ngga penting terus-terusan padahal dia lho yang menuhin jalan, bukan saya *ah curcol! bahkan sampai beberapa dosen ke kampus bersepeda motor saking penuhnya tempat parkir mobil. Contoh yang baik kan ya, masa gengsinya mahasiswa jauh lebih tinggi dari dosennya (padahal mobil juga minjem punya ortu kan, idih :P). Ngga ngerti lah, saya selalu ngga habis pikir. Dan ini sudah mulai melantur enggak penting ya.
Selamat malam :)

Sunday, September 11, 2011

POTATO DAY

Hari ke dua saya menggunakan magicom untuk memasak, saya membuat dua makanan sederhana yang lagi-lagi juga gampang dibuat dan bahannya gampang didapat. Oh ya setelah sebelumnya saya kepingin banget cobek batu, ternyata berat-bangetnya ngga cocok buat diletakkan di dalam kamar saya, jadi saya memilih cobek kayu yang imut-imut ini :

Hari pertama nongkrong di kamar saya, si cobek kayu sudah berpartisipasi dalam membuat dua hidangan  ini :

1. Mashed Potato for Breakfast
- Kentang kupas dan cuci bersih, rebus hingga lunak, angkat dan tiriskan. Perhatikan bahwa kentang benar-benar matang, jadi ini membutuhkan waktu yang cukup lama, lihat jam ketika kentang mulai di masak dan cek 45 menit kemudian sampai yakin matang.
- Selagi masih panas, haluskan kentang menggunakan cobek
- Setelah halus masukkan kentang tumbuk ke panci magicom yang dalam keadaan "warm", masukkan susu cair sebungkus saja (saya pakai susu kantong Real Good rasa sereal yang rasanya enak dan pas untuk percobaan memasak - bilang aja karena murah, Nin!), masukkan garam secukupnya baru set mode "cook" dan aduk-aduk hingga campuran meresap.
- Angkat dan taburi merica hitam di atasnya (merica putih juga boleh)
Makanan ini bisa juga disebut bubur kentang, karena benar-benar lembut dan anak kecil yang belum punya gigipun bisa dengan mudah mengkonsumsinya. Cocok untuk sarapan karena meskipun dimakan sedikit, efek kenyangnya cukup banyak.
Kentang tumbuknya saya sisakan untuk membuat makanan yang berikutnya. Agar ada variasi dan ngga eneg di lidah :)

2. Potato Omelette
- Sisa kentang tumbuk dicampurkan dengan dua butir telur ayam kampung aduk hingga merata
- Haluskan garam, cabe dan bawang merah secukupnya dan campurkan dengan adonan kentang
- Iris daging sapi rebus, atau daging ayam rebus, atau sosis sesuai selera secukupnya sesuai dengan proporsi banyaknya telur kemudian campurkan.
-Masukkan adonan ke dalam magicom yang si set mode "cook" dan tentunya sebelumnya harus ditambahkan minyak atau margarin untuk menggoreng omelette tadi.
- Tunggu sampai matang dan balik untuk mendapatkan kematangan yang pas pada dua sisi
Hasilnya seperti ini :

Tapi entah karena kentang sebagai bahan dasar agak kebanyakan atau karena magicom pada dasarnya sempit dan berbentuk tabung sehingga susah sekali membalik dadar ini, saya coba membalikkannya di piring dan hasilnya potongan yang setengah masih ketinggalan di dalam, akhirnya saya ambil dengan centong bawaan magicom dan hasilnya setengah orak-arik *murung. Kalau punya wajan dan kompor di rumah, saya sarankan gorengnya pakai wajan aja biar ngga kacau hasilnya. Hhh bentuknya bener-bener kacau, untung dimakan sendiri jadi ngga perlu bentuk yang bagus juga. Dan untungnya pula ini enak dimakan dengan nasi putih hangat, jadi saya ngga jadi kesal :D 
Dadar ini bisa dipakai untuk dua kali makan ya, kira-kira semua makanan ini bisa dihargai dengan biaya kurang dari Rp. 15.000 untuk tiga kali makan.

Makanan sudah diuji coba rasa oleh pembuat dan dinyatakan bisa dimakan oleh manusia. Sudah dibuktikan tidak membuat kejang, apalagi keracunan. Penguji coba masih segar bugar sampai saat ini. Sekian dan Terima Kasih.

*Posting made for Devania and Nadia (kawan baik sejak saya cupu remaja hingga menjadi cupu dewasa seperti saat ini. Keduanya sekaligus juga Blogger, klik link untuk berkenalan dengan mereka). Monggo dicobi :)

Wednesday, April 13, 2011

TITIP RINDU UNTUK DIJA


Dija, tante mungkin yang paling belakangan menulis surat buat Dija..
dan dengan ini tante ucapkan selamat ulang tahun ya... Tante tahu ini ngga tepat tanggal lahir Dija... tapi tante percaya bahwa umur seorang manusia bertambah setiap waktu, ucapannya juga bisa setiap detik, cuma sayangnya tante ngga bisa menghitung hari ini ulang tahun dija setahun lebih berapa hari lebih berapa jam, berapa menit, berapa detik. Yang jelas akan terus bertambah, iya Dija akan bertambah umur, bertambah pandai, bertumbuh dan semakin cantik.

Dija sayang, tidak apa-apa tante terlambat karena dihari ulang tahun Dija, tante ingin memberi meskipun hanya berbentuk racikan huruf, bukan menerima dari Dija. Hai, yang ulang tahun yang diberi hadiah kan ya *jawil pipi Dija*.

Diusia lima tahun nanti Dija akan bisa membaca, mengeja nama dija sendiri, membaca nama nenek, ayah, kakak-kakak, Tante Elsa dan tante Dija yang lain.

Diusia sekitar tujuh tahun kemampuan menulis Dija akan berkembang juga, Dija akan bisa melihat dunia dalam bentuk rentetan huruf yang membentuk kata dan kata-kata yang mengkomposisikan sebuah kalimat. Dari semuanya itu Dija akan belajar lebih mengenal dunia dan nama-namanya. Rasa ingin tahu Dija akan sangat besar.  Mungkin waktu itu Dija sudah bisa mengenal blog.

Dalam usia Kak Shasa atau mungkin lebih muda, Dija sudah bisa mengetik, sudah mengenal kami para teman-teman maya yang suka mengunjungi rumah maya Dija, mengintip keseharian Dija secara rutin karena merasa jatuh cinta pada senyum lucu seorang balita bernama Khadijah. Polosnya, betapa kami selalu merindukan cengiran, tawa dan semuanya yang Dija ceritakan lewat ekspresi dalam foto. Waktu itu, Tante Elsa tidak perlu lagi membantu Dija mengetik... Dija akan bisa mengetik sendiri, balas menyapa kami penggemar-penggemar Dija. Betapa kami menantikan waktu-waktu itu, ketika Dija bisa menulis sendiri dan menggambarkan hati.

Tidak apa-apa kalau Dija merasa tulisannya jelek, cemen, alay atau apapun istilah semasa nanti... Semua orang-orang yang mengintipi Dija pun dulu juga demikian, termasuk tante... butuh proses yang panjang untuk bisa menulis dengan baik dan nanti pada saatnya Dija juga pasti mampu menulis dunia dalam opini yang cerdas ala Dija sendiri. Kami akan mengerti.

Pada usia remaja Dija, masa pencarian identitas akan ada banyak hal-hal baru yang Dija temui, hal-hal baru yang tidak ada di masa remaja tante... masa paling bahagia, kata orang. Kesehatan prima, banyak teman, banyak kegiatan... Saat itu Dija sudah akan punya pemikiran dan pendapat sendiri untuk dipertahankan. Dija akan mulai punya cita-cita dan berjuang sekeras mungkin meraihnya. Semoga Allah mengabulkan apa yang menjadi keinginanmu saat itu, nak...

Pada usia dua puluhan, usia dimana hidup manusia masuk ke dalam tingkat yang berikutnya, lebih sulit... lebih keras... banyak bentrokan, banyak sekali tabrakan. Pikiran-pikiran Dija banyak berkembang dengan ilmu, dengan buku, dengan pembelajaran terhadap lingkungan dan menemukan bahwa kadang-kadang sesuatu yang Dija anggap benar bertentangan dengan adat, dengan kepribadian umum masyarakat. Iya, begitulah hidup Dija, dan begitulah pula yang tante dapatkan dari sharing dengan kawan-kawan dekat tante yang seumur.

Pada masa itu mungkin Dija akan banyak bersedih, seperti seseorang yang kemarin menyapa tante di aplikasi perbincangan maya, teman dekat yang tengah bersedih karena cobaan.
Dija.... minimalkan bersedih ketika saat-saat sulit itu kapanpun tiba dalam hidup... seperti namamu nak, Khadijah... istri pertama Rasulullah adalah wanita yang kuat, taat pada suami, berakhlak mulia dan terlebih... mencintai Allah. Semoga segala akhlak beliau menjadi suri tauladan bagi Dija, dan nantinya tergambar bayang-bayangnya dalam akhlak Dija. Ketika Dija rindu, berdoalah untuk Ibu, mungkin sekali-kali waktu Allah akan menurunkan mimpinya yang indah untuk Dija.. bertemu ibu yang Dija rindu. 

Suatu saat nanti Dija akan tahu dan merasa beruntung kemudian bersyukur, Dija kehilangan sesuatu tetapi Allah tidak lupa melimpahkan cintaNya untuk Dija. Keluarga yang mencintai Dija, dan kami penggemar-penggemar Dija yang gemar mengintip Dija menjalani hari yang senantiasa mendo'akan... Tuhan semoga anak ini tetap bahagia. Tuh kan, Dija kayaaaaa sekali...

Terus bahagia ya Dija, teruslah bahagia dan menjadi sinar untuk orang-orang disekitar Dija, Tante Elsa dan seluruh keluarga, dan bagi kami. Selamat ulang tahun putri kecil, Khadijah.


sebuah titipan rindu dan kado ulang tahun untuk Princess Dija, tidak untuk mengikuti giveaway..

Saturday, April 2, 2011

BERTEMU

Hari minggu kemarin saya ke Surabaya modal nekat sementara badan saya terasa hancur karena kegiatan akhir-akhir ini, tapi pengorbanan itu nyaris setara.. saya bertemu Mbak Inge lagi yang sedang proses menjadi seorang ibu, Mbak Ica yang sesama pemakai kawat gigi dan  Iput teman SMA saya yang seumur saya nyaris lulus seperti sekarang sepanjang masa kuliah kami cuma bertemu dua kali dengan hari itu. Teman SMA yang kesamaannya dengan saya cuma satu hal : tomboi, agak kaget kenapa dia jadi lebih tinggi dari saya.. Oh ternyata sekarang suka pakai high heels hehe saya sih parno sama high heels. Kenapa saya bilang nyaris setara, karena gerombolan siberat yang lain tidak bisa ikut hadir... Mbak Lely yang ternyata sudah kembali ke Tanjung Pinang (ternyata bisa disingkat TPI, jadi selama ini tiap Mbak Lely ngetik TPI saya pikir stasiun televisi yang makin asik aja itu... saya baru tahu hehe*kurang gaul), Mbak Tia yang terlambat mengkonfirmasi nomer ponsel dan Blogger senior Pakdhe Cholik mendadak berhalangan hadir, waktu yang terlalu sempit untuk meluncur menemui Unil atau Inuel pemilik blog Jombloku, kelupaan mengontak Mbak Fanda.

Perjumpaan itu ngga lama, bahkan saya cuma sempat makan siang dan jalan-jalan sebentar di Surabaya.. Agak aneh karena serasa saya gaya amat makan siang aja nyampe Surabaya :D Apa boleh buat dapat travelnya yang ada cuma jam 6 sore itu, sementara saya sampai di tempat janjian sekitar jam satu. Ngga bisa lebih pagi karena butuh tidur sedikit saja lebih lama :3 Mbak Inge yang menjemput saya di terminal juga sempat mengalami musibah ban bocor di tengah jalan.

Sewaktu janjian di bioskop 21 Tunjungan Plaza selesai dhuhur saya dan Mbak Inge mencari Mbak Ica disekitar situ dan ngga ketemu, terus terang sempat curiga jangan-jangan orangnya keikut masuk teater hehe.. Untunglah kemudian kami bertemu dan ngobrol-ngobrol di Marina, restoran seafood di TP 2. Makan kepiting (hasil patungan wah harganya ngga bersahabat bahkan tumis kangkung juga mencengangkan.. mendingan bawa rantangan aja dari rumah sekalian nasi, nyampe situ beli lauknya aja :P). Sempat parno karena Mbak Ica baru bilang alergi kepiting ketika pesanannya sudah mulai dimakan, untung akhirnya ngga kambuh alerginya si Mbak. Namun jujur, masakannya memang enak... boleh dicoba lagi kalau sedang agak kaya hehehe... sayang ngga fotoin makanannya, kalau sempat kan bisa bikin banyak orang ngiler ya *evilsmile.

Mbak Ica sempat salah kira kalau saya sangat tinggi, sebenarnya sih saya pendek (nangis dulu di kolong) range tinggi saya antara 163-165 cm ngga tau pastinya berapa, cuma selisih beberapa senti kelihatannya dengan Mbak Ica. Mbak Ica terlihat pendiam awalnya, tapi lama-lama ngobrol banyak hal yang kami bagi bersama termasuk sesuatu yang lucu ketika itu (saya ngga detailin, nanti kena sepak). Mbak Ica pribadinya begitu lucu dan kreatif, ketika saya mau balik pulang sempat dijejali oleh-oleh gantungan ponsel yang sangat imut dari clay, nanti kapan-kapan saya posting fotonya :). Mbak Ica tampil sangat manis dan feminin dengan rok batik dan tas bahu. Saya? Ya begitulah lihat saja foto yang ada dibawah posting ini. Dan Mbak Inge yang selalu dicurigai kakak saya karena mirip selalu tampak lebih cantik dari foto-foto yang bertebaran di jagat maya, lagipula wanita yang sedang mengandung memang kecantikannya akan jauh lebih terpancar. Namun lepas dari itu bagi saya Mbak Inge tetap sosok kakak yang dewasa dan halus bagi saya, ketika memberikan pandangan, ketika berbicara dan dalam obrolan kami yang tanpa sengaja menasehati saya, rasanya selalu 'nyes' begitu dalam hati saya... bagaimanapun saya masih manusia ala kadarnya yang proses kedewasaannya masih perlu banyak ditingkatkan, dan diingatkan kalau sudah mulai salah kaprah :P.

Dalam obrolan itu sempat membahas juga mengenai kadang kita sampai begitu lelah dengan blog yang pengunjungnya selalu ada, kita jadi ngga nyaman setiap kadang pengin menshare sebuah pikiran yang kita tahu tidak semua orang dapat menerimanya dengan baik. Secara tidak sengaja kadang ada saja pihak yang merasa disinggung, padahal juga ngga begitu juga.... namanya tulisan kan ya untuk melegakan otak.... jadi kalau ada yang merasa tersindir dengan tulisan saya ya maaf saya, kalau mendapat manfaat dari sini ya silakan diambil, kalau ngga ya tinggalkan saja kan begitu ya :) Sementara kalau bukan blog juga mau lari kemana lagi, semua socmed saya pikir masing-masing punya taring tajamnya sendiri.. kalau ngga bilang juga ngga lega, kalau udah bilang juga kena cibir dibilang menggurui. Wah serba susahlah... padahal waktu itu ngetiknya juga pas benar-benar dini hari... pikir saya sudah ngga ada lagi orang online jadi bisa melampiaskan kekesalan sejenak :P

Yang saya paling merasa ngga enak adalah kalau pikiran saya dijegal dengan alasan kebebasan berekspresi, terserah dong orang mau nulis apa di status socmed... Kalau mengagung-agungkan kebebasan berekspresi begitu kok saya dilarang? Kan ngga adil kalau semuanya bebas berekpresi sementara saya ngga boleh bebas mengekspresikan kontra juga. Kenapa kok orang mau nulis begini begitu kamu larang? Ada lho yang komentar begitu... Loh yang larang juga siapa... saya sih ngga pernah merasa melarang-larang orang untuk menulis ini itu di socmed, saya cuma mau bilang saya ngga sependapat. Ya monggo kalau mau terus begitu kan hak masing-masing ya...kan saya juga cuma menggunakan hak berbicara sama dengan anda-anda yang lain :D Berbicara kalau saya kontra.

Mari, pandai-pandai saja mengambil hikmah... ambil yang baik.. kalau ngga bermanfaat ya abaikan saja. Mengkritik boleh tapi mari gunakan bahasa yang baik, kalau spesifik ke satu orang ya lebih baik langsung bilang ke orangnya ketimbang kita menyindir-nyindir sendiri, kemampuan melukai dari mengatakan kritik yang pedas langsung lebih kecil ketimbang menyindir-nyindir. Status-status saya yang tidak sepakat dengan orang yang membagi do'a personalnya dengan Tuhan seperti misalnya : Ya ALLAH, aku ingin cepat dapat kerja di status mukabuku atau pengoceh (terlebih kelemahan pengoceh kita tidak bisa menghide satu status kecuali signout =,,=) Kalau butuh dokumen pribadi kenapa ngga naruh di notes atau blog misalnya? Kedua media itu lebih personal dan ngga membuat orang paling tidak terpaksa membaca kan... ada seorang teman yang salah paham dengan kalimat saya karena perkiraannya ilmu sangat butuh dibagikan kan. Tidak, maksud saya bukan kalimat-kalimat mengandung pencerahan atau dakwah semacam share ayat Al-Qur'an atau Hadits. Ya silahkan saja karena itu bisa mermanfaat bagi banyak orang, asalkan benar ayat yang di share itu kalau ngga benar ya namanya menyesatkan dong... teman tersebut nanya :Loh ya toh? memang ada gitu orang yang nyetatus begitu? Saya jawab : Ada, banyak... kalau cuma satu dua orang saja bisa jadi saya diam.... tapi kalau sudah massal begini....sulit untuk diam rasanya.

Ada cerita dari seorang teman kuliah yang melihat status teman semasa sekolahnya mengutip ayat yang salah dalam Al-Qur'an... entah darimana yang jelas kami tidak pernah menemukan ayat itu dalam Al-Qur'an... akhirnya si teman memberi komentar dengan bahasa yang menurut saya sudah sedemikian halus, menegur kalau ayat surat ini yang ke ini bunyinya begini, bukan begitu (yang ditulis si teman). Yang ada beberapa saat kemudian si teman di block. Mungkin karena perasaan-perasaan yang sama : perasaan merasa digurui.

Dan mengapa seseorang bisa merasa digurui? Hehe saya juga ngga tahulah.... mungkin saja suatu saat saya juga akan merasa demikian, namun mudah-mudahan saja ngga ya....

Jadi, mari saling menangkap hikmah, mari saling mengingatkan.... bagi saya pribadi, musuh atau dalam hal ini orang yang tidak cocok dengan saya namun menyeret saya menuju jalanNya jauh lebih baik bagi saya dalam kehidupan di dunia dan selepas dunia daripada seorang teman baik yang menggandeng saya suka cita dan halus menjauh dari jalanNya. Semoga posting kali ini nyambung :) Maaf otak sedang berat.


iya saya pakai ransel dan masih suka pakai hingga mau lulus kuliah begini, jangan tanya kenapa... pokoknya jangan!

oke, saya suka ransel terutama yang bulukan warisan adik saya ini karena enak di pundak, ngga bikin sakit.

untung liftnya ngga membuka ditengah proses foto :P

yang berkerudung putih itu iput, teman SMA saya :) (yang jadi korban memfotokan kami :P)

yang mau kenalan, 
Mbak Ica bisa dikunjungi di http://debolokurowo.blogspot.com
Mbak Inge bisa dikunjungi di http://cyberdreambox.blogspot.com (sebentar lagi ada giveawaynya loh ;p)

Monday, January 18, 2010

FIBIANGLILIANA'S BLOG

Lagi-lagi saya ngga tahan untuk ngga ngerombak template :S

dan si kuningpun berubah lagi, hasil dari beberapa jam nguplek HTML layout. Bisa merasakan bedanya? Iya, sekarang lebih luas ;) 

Tapi... faviconnya hilang sih :( nanti deh dipasang lagi..
Selama ini saya mengalami jam tidur yang kacau. Kemarin sempat pindah jam tidur lebih awal, tapi jam 12 TENG saya tiba-tiba melek. Yah.. bagus deh, karena akhirnya saya bisa tahajjud lagi setelah lumayan lama vakum karena jam tidur berantakan. Gimana ngga berantakan kalau saya baru bisa tidur jam setengah tiga pagi. Bangun-bangun udah shubuh aja.. huhu.

Setelah dipikir-pikir ini bawaan dari semester awal saya kuliah, sering begadang ngerjain tugas (atau nonton film atau baca buku ehehe). Diperparah dengan semenjak samting wrong dengan kaki saya yang bikin saya jarang tidur karena rasa ngga nyaman. Yah senyaman yang kamu bisa dengan adanya benda asing bernama pen atau platina di dalam kakimu yang jumlahnya bukan cuma satu.

Lagi sakit pinggang, punggung, leher, sungguh ngga nyaman T___T selain itu koneksi saya juga lagi-lagi ngambek (diprotes Mbak Kuya : kok error mulu koneksinya?).. BW saya sama sekali ngga optimal.. tapi akan saya usahakan, meskipun agak nyicil untuk mampir ke rumah teman-teman semua. Sabar yaa.. 

Oh ya, salah satu sahabat saya Sofi yang sering saya gosipin di blog ini baru aja ikutan masuk ke dunia Blogger dan tanpa tanggung-tanggung langsung punya dua blog. FIBIANGLILIANA'S IGLOO (isinya curhatan-curhatannya) dan Stoples Fi (isinya opini-opini mengenai berbagai hal yang tentunya enak dibaca kok. Apa gunanya pernah nempatin kapling Redaktur Pelaksana LPM Indikator FE-UB kalo tulisannya ajrot-ajrotan seperti saya seseorang yang punya blog berwarna kuning).

Betewe busway ternyata nama Blogger ID yang dia pakai itu hasil comotan dari salah satu cerpen lama saya yang saya dedikasikan untuk sahabat saya itu. Mau kenalan? Monggo dikunjungi rumahnya... yang masih 'mentah' dan 'bau cat' itu.. Masih butuh banyak bimbingan ngeblog nih dia.


Mohon disayangi biar dia selalu hidup sesuai permintaan di fotonya ini yaa.. ehehehe 
P.S. Buat Sopi : mana recehan upah promosiinnyaa??? :p