Monday, October 28, 2013

FLU - Movie Review

Kapan kemarin nonton film FLU gara-gara pas kumpul sama teman-teman dan mereka sedang puasa Arafah, don't know what to do except nonton film. Sudah gitu milih filmnya yang posternya serem-serem gimana gitu... judulnya FLU.
Sebenarnya sih saya nggak suka jenis film-film yang berkaitan dengan bencana alam maupun virus. Terlalu ngeri. Dan prosesi mati entah kenapa terasa begitu menyedihkan. Bukannya memperbanyak perbuatan baik atau apa malah saling membunuh untuk bertahan hidup.
Buat saya kejadian yang mendorong manusia untuk kehilangan moral, rasa kasihan dan akal itu sangat mengerikan.
Bikin stress.
Film ini dibuka dengan sekelompok orang dari vietnam yang diberangkatkan ke korea melalui sebuah container. Sejenis imigran gelap. Ada yang sakit flu di dalamnya, namun dia bilang bahwa dia cuma batuk biasa.
Serem ya...?
Bisa-bisanya orang dimasukkan dalam container untuk dikirim ke luar negeri. Apalagi bagi saya yang bekerja dibidang transportasi. Bayangkan, kirim barang via container saja barangnya diatur sedemikian rupa agar tidak berguncang dan rusak. Tatakan dan pengamanannya banyak. Bahkan kirim sayur saja pakai container yang didalamnya terdapat pengatur suhu. Nah ini bisa-bisanya manusia dimasukkan dalam container yang pastinya panas dan pengap. Udara juga sepertinya sangat susah di dapat.
Container itu akhirnya sampai ke Korea, membukanya kemungkinan adalah penyalur tenaga kerja illegal.
Begitu container dibuka seisi penuh mayat berada di dalamnya. Mereka semua telah mati. Ada seorang yang selamat, tapi berhasil melarikan diri.
Salah satu dari penyalur tenaga kerja illegal mulai sakit timbul ruam-ruam pada kulit dan kondisinya memburuk. Hingga meninggal.
Kasus-kasus yang sama mulai bermunculan, dan paramedis mulai mencari satu-satunya orang yang selamat dari container yang disinyalir mempunyai kekebalan pada virus tersebut.

Disisi lain, dari sisi emosi kita diajak berkenalan dengan Mirre... gadis kecil yang lucu dan polos. Kita akan terus dibuat tertawa karena tingkah lakunya. Sampai kemudian dia mengidap firus FLU Burung yang telah bermutasi dan berubah menjadi virus baru tersebut, serta ibunya yang mencoba menyelamatkannya menggunakan seluruh pengetahuan sebagai dokter. Disitu emosi kita teraduk-aduk. Well good job, untuk anak kecil dengan kemampuan mencampurbaur emosi penonton.

Lebih ke sedih sih film ini... tapi overall oke juga. Ceritanya bagus dan lumayan masuk akal. Kalau saya kurang menyukainya ya ini karena saya memang kurang menyukai film sejenis. Tapi layak dicoba banget nonton ini.

Inline image 1
Inline image 2
Inline image 3Inline image 4

6 comments:

  1. Aku suka film yang mengaduk emosi ^^d biar nangis sekalian :D. Makasih reviewnya ya...

    ReplyDelete
  2. hai, boleh minta emailnya untuk kerjasama?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai, silakan hubungi nindarahadi@yahoo.com ya :)

      Delete
  3. film asia mutunya nggak kalah dengan film hollywood....luarbiasa,
    btw-aku juga lagi buat GA..dicari 32 orang blogger yang hobby nulis dan corat coret buat jadi pemenang untuk mendapatkan gift unuk dari makassar, tana toraja dan martapura kalimantan selatan...salam :-)

    ReplyDelete
  4. Ini mirip-mirip kaya Deranged ya (IMO), sama film Asia juga.

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...