Tuesday, August 6, 2019

PERINTANG PALING KUAT

Perintang menulis yang paling mampu membuat kita bisa berlama-lama gagu, tidak mampu menyusun kata adalah dua:

Terlalu bahagia
Mendadak macet menyusun kata, jika sedang berhasil kemudian bertanya dalam hati. Apa tidak terlalu tidak tahu malu dan tanpa empati pada apa yang dirasa orang lain? Jangan-jangan karena apa yang kita tulis, orang jadi tidak bersyukur dengan apa yang sedang mereka miliki. Jangan-jangan karena kita mereka tersadar bahwa ternyata mereka tidak menjalani hidup yang bahagia.

Terlalu bersedih
Kesedihan sering membuat kita berhasil untuk produktif dalam menuangkan karya. Banyak hasil dari kreasi yang dibuat saat perasaan sedang tidak enak malah indah dan memikat. Namun terlalu bersedih malah mampu membuat kita tidak dapat bergerak walau dengan sepatah dua patah kata karena menahan rasa sakit. Suatu kalinya ketika tergerak ingin membagikan, kita menjadi bertanya-tanya apakah akan membuat kita menjadi tidak tahu malu dan tanpa empati pada apa yang dirasa orang lain? Jangan-jangan ternyata kitalah yang tidak pandai bersyukur dengan apa yang sudah kita punya. Sampai bisa terluka oleh hal-hal yang diluar jangkauan kita. Jangan-jangan apa yang kita lakukan membuat orang lain yang lebih berat cobanya jadi tersadar betapa berat hidup mereka dan jadi ikut lupa bersyukur. Kitalah barangkali yang sedang perlu diingatkan bahwa kita bukan yang paling sedih dan sengsara dalam hidup ini.

1 comment:

  1. Waaah ini juga sering banget kurasain. Tapi kadang karena ingin menulis supaya lega, yaaa kedua hal diatas kuabaikan.

    Jangan berfikir untuk orang lain, bismillah nulis karena butuh untuk nulis. Tanpa maksud membuat orang lain iri, pun untuk tidak bersyukur.

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home