Wednesday, March 3, 2021

SEMUA ORANG PUNYA KELAYAKAN YANG SAMA UNTUK DICINTAI

Semasa sekolah dulu saya kenal seorang teman bernama Mawar. Mawar adalah siswi kelas sebelah, jadi cukup sering saya bertemu Mawar sepanjang hari, meskipun pertemanan kami tidak dekat.

Namun sejak pertama masuk sekolah, Mawar memang siswi yang populer. Nyaris tidak ada teman seangkatan dan kakak kelas yang tidak mengenal Mawar. Secara fisik Mawar memang mencolok. Berat badan Mawar yang diatas rata-rata semua siswi diangkatan kami, tinggi badan sedang, frizzy hair model bob dan kulit wajah yang penuh bekas jerawat. Yang berkesan adalah aura dan pembawaannya yang selalu penuh percaya diri, saya rasa ini yang membuat semua orang mengenalnya. Menurut saya pribadi Mawar juga bisa dibilang teman yang baik (dari cerita-cerita teman baik saya di masa sekolah yang sekelas dengan dia), selain itu Mawar juga murah hati dan selera humornya cukup baik alias lucu orangnya.

Meskipun kadang Mawar ditertawakan atau jadi bahan ledekan (dan saya yakin kalau Mawar sendiri pasti menyadarinya) tapi dia nggak terusik dengan ledekan-ledekan itu, kadang malah sengaja melayani dengan gesture-nya yang kocak.

Dengan usia saya saat itu, saya salut akan pembawaan Mawar yang nampaknya menikmati ketenarannya dengan positif, tidak terusik sama sekali oleh mulut-mulut usil yang sering meledeknya terutama dari siswa laki-laki.

Saya baru menyadari ketika bertambah dewasa bahwa Mawar mungkin bukannya tidak terluka dengan semua ledekan dan omongan usil yang ditujukan padanya, dia bisa jadi hanya memilih untuk tidak menunjukkan apa yang dia rasakan dan memilih melawan dengan tangguh dan tidak terlihat terusik dengan komentar negatif.

Ledekan itu semakin menjadi ketika adik kandung Mawar masuk ke sekolah yang sama dengan kami. Sementara secara fisik penampilan adik Mawar cukup berbeda dengan Mawar sendiri, meskipun jika mereka sedang bersama mereka tetap tampak mirip sebagaimana saudara kandung. Adik Mawar ini, si Cempaka... berkulit lebih cerah dengan perawakan tinggi semampai dan langsing. Saya juga yakin komentar yang membandingkan Mawar dengan adiknya ini juga sampai ke telinga Mawar. Lagi, dia menghadapinya dengan santai.

Setelah lulus sekolah, saya tidak in touch lagi dengan Mawar maupun teman-teman sekelasnya sehingga saya tidak mengetahui bagaimana kabarnya setelah lulus sekolah atau melanjutkan kemana.

Namun saat pertengahan semester di bangku kuliah, seorang saudara yang juga dulunya satu sekolah dengan saya (dan satu kampus juga) ngobrol-ngobrol dengan saya hingga tetiba topik obrolan kami membahas soal Mawar.

Saat itu facebook sedang dalam masa puncak popularitasnya di generasi seusia saya. Mungkin beberapa minggu sejak kami berdua mulai terhubung dengan Mawar di facebook, dia tiba-tiba sering sekali mengupload foto selfie dan kebersamaan dengan seorang lelaki yang tidak kami kenal.

Usut punya usut menurut teman sekolah kami yang kuliah di tempat yang sama dengan Mawar, lelaki itu teman kuliahnya. Itu berita yang cukup baru ketika Mawar akhirnya punya pacar di kalangan teman-teman sekolah kami.

Dipertemuan berikutnya dengan saudara saya ini, tiba-tiba dia membahas tentang isu bahwa Mawar akan menikah. Dia mendengar kabar itu dari teman-teman sekelasnya dulu dimasa kami sekolah. Saya yang sama sekali nggak berkomunikasi dengan teman-teman sekolah kami selain saudara saya ini jadi terkejut.

"Masa sih?" Pasalnya selama ini saya mengira Mawar bukan tipe orang yang akan menikah di usia sangat muda sebelum lulus bangku kuliah.

"Iya bener" kata saudara saya ini, "ngagetin juga ya, apalagi tau sendiri kan gimana Mawar saat masih sekolah. Terus calon suaminya ya si cowok yang dia suka upload selfie bareng itu. Ya lumayan oke lah ya cowoknya,"
Rupanya kabar tentang pernikahan Mawar ini benar.

Banyak teman-teman sekolah kami yang meskipun kaget dengan kabar itu tapi juga mempertanyakan bagaiman bisa Mawar mendapatkan calon suami yang mereka rasa cukup lumayan. Komentar yang sebenarnya menyebalkan sih.

Ketika kita mencintai seseorang atau merasa ketertarikan kita akan cukup membawa hubungan dengan orang itu ke jenjang pernikahan, faktor fisik bukanlah segalanya. Ya punya pasangan yang menyenangkan untuk dipandang alias good looking memang menarik, siapa sih yang nggak mau? Namun tidak semua orang yang kita kenal dengan penampilan fisik yang menarik itu yang mampu mengisi apa yang kita butuhkan dalam sesosok suami atau istri yang kita inginkan.

Semua orang memiliki kelayakan yang sama untuk dicintai. Kita mungkin tidak enak dilihat bagi sebagian orang tapi menurut pasangan kita ya kita ini sudah yang paling menarik di mata dia. Karena pasangan yang mencintai kita akan selalu menganggap kita menarik, nggak peduli penampilan fisik kita seperti apa.

Di mata orang yang tepat kita akan terlihat menarik, meskipun bagi semua orang disekitar kita nggak tampak ada menarik-menariknya sama sekali.

Akan selalu ada orang yang menganggap kita cantik, tampan dan menarik bahkan meskipun menurut kacamata kita sendiri kita ini kentang alias biasa-biasa aja.

Itu tetap tidak akan merubah fakta bahwa siapapun dan bagaimanapun kita, kita memiliki kesempatan yang sama untuk dicintai seseorang.

Seperti Mawar yang meskipun menurut teman-teman kami sama sekali tidak cantik namun ada lelaki yang menganggapnya istimewa dan lebih dari layak untuk dijadikan istri.

Kabar terakhir dari Mawar?

Sampai saat ini saya rasa dari apa yang Mawar bagikan di media sosial, Mawar hidup sederhana dan bahagia berdua dengan suaminya di usia pernikahan yang mungkin sudah sekitar 10 tahun atau lebih. Dan semoga selalu begitu.

Tidak perlu harus secantik putri negeri dongeng untuk hidup bahagia bersama orang yang mengagumi dan menyayangi kita sebagaimana adanya bukan?

No comments:

Post a Comment

Previous Page Next Page Home