Thursday, March 28, 2013

Sweet But Sour (?)

Dulu, di jejaring sosial sering sekali saya membaca status yang menyuarakan keluhan.
Dari hal yang sangat super sepele sampai yang cukup besar. Tulisan-tulisan beberapa kata, tidak banyak yang pada saat itu mungkin bagi mereka itu cuma sarana pelepasan.
Sarana mudah dan murah yang saya yakin merekapun tidak sampai berpikir mengenai akibat dari tulisan tersebut. Bahwa bisa saja itu dapat saja mempengaruhi pandangan orang lain tentang image dan karakter mereka yang susah payah mereka bangun sampai pada sebuah titik.
Dulunya, saya pikir tulisan seseorang dapat menjadi sarana yang dapat digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang.
Tetapi ternyata tidak selalu seperti itu ya.
Ada beberapa orang yang saya kenal membuktikan pengecualian teori asal saya tersebut.
Orang-orang itu memiliki interaksi dunia maya yang super manis dan sangat perhatian. Saya pikir mereka memang seperti itu.
Dalam dunia nyata, sangat manis pula. Tapi sangat manis yang tidak membuat saya betah dekat mereka. Terkesan dibuat-buat sampai saya enggan.
Saya bertanya-tanya sendiri apakah cuma feeling saya yang berlebihan atau memang demikian. Berbulan-bulan lamanya saya simpan pertanyaan itu hingga bertemu keluh kesah dengan seorang teman lain yang cukup lama bekerja bersama orang tersebut. Hitungan bulan sih.
Ternyata yang saya pikirkan itu benar adanya, melalui keluh kesahan si teman itu... saya mengerti yang kemarin-kemarin itu bukanlah sekedar feeling karena rasa tidak suka yang tidak masuk akal, iri dengan pencapaiannya atau hal negatif lainnya.
Feeling itu sesuatu yang alhamdulillah-nya menjaga saya dari hubungan pertemanan yang tidak nyaman.
Daripada dekat dan merenggang dengan tidak nyaman, bukankah lebih baik dari awal cuma sekedar kenal?
Paling tidak yah... bagi saya demikian.

11 comments:

  1. Saya pikir juga gitu Nin. Mending g akrab..kata temen yg psikolog juga gt..waktu aku konsul hal yg mirip dg ini kasusnya.

    ReplyDelete
  2. entah mungkin kalau di dunia maya lebih terasa bebas karena tidak interaksi langsung, jadi memang bakalan beda juga kalo di dunia nyata

    ReplyDelete
  3. feeling mbak nin ke arif gimana? :D

    ReplyDelete
  4. temanku juga pernah mengingatkan, hati hati jika menulis status. karena kerpibadian kita bisa dinilai dari cara menulis status. Tapi bagiku, kalo nulis status..jangan lebay deh, apaadanya aja...

    setuju dengan simpulan akhirnya, feeling alias kata hati memang tampaknya tak pernah salah yaa

    ReplyDelete
  5. Saya juga setuju sama ini. terserah kl dibilang pilih2 kanca, tp drpd kita masang wajah palsu padahal di dalem negative thinking terus.kan?! :-)

    ReplyDelete
  6. :O :O :O
    komentar apa yah enaknya... --___--

    ReplyDelete
  7. kalau saya memang hampir semuanya hanya sekedar kenal. saya memang pilih-pilih teman, dan saya memang lebih memilih punya sedikit tapi asli daripada punya banyak tapi palsu.

    ReplyDelete
  8. Setuju.. Bagiku, pertemanan yang bener-bener pertemanan tuh yang tanpa basa-basi.. Cape banget dong kalo penuh basa-basi.. ya gak.. ^_^

    ReplyDelete
  9. memang kadang2 feeling dan isi hati dapat menyuarakan hal yg benar terutama saat kita sedang bingung menentukan sebuah keputusan

    ReplyDelete
  10. Hahaha... postingan yang ini menggelitik hati Freya banget, mbakyu. Freya jadi keinget beberapa orang yang persis seperti yang mbakyu bilang. Kalo Freya sih sangat anti muka palsu, tapi tetep aja aku berusaha untuk tidak menyakiti perasaan orang, dan yang jelas Freya tidak suka menghakimi orang. Pokoknya asal orang itu ngga cari masalah ama Freya, ya Freya juga ngga akan macam-macam. Tapi kalo dia main belakang, biasanya Freya cuman bisa pasrah aja sih :(

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...