Friday, November 22, 2013

Fix Anything

Sedihnya tidak bisa mengisi rutin jendela ini.
Tapi yah belakangan saya sedang sibuk di dunia nyata. Saya sering keluar kota. Tidak terlalu masalah karena sebenarnya saya tipikal orang yang menyukai kesibukan. Tapi mengabaikan jendela otomatis membuat kepala saya penuh... Saya bertemu dengan banyak orang, belajar pada banyak orang. It's kinda fun because I loved to being improved. Kemudian setelah semuanya untuk sesaat selesai, saya mesti bedrest karena kecapekan dan sakit. Begitu masuk kantor lagi, well... banyak sekali pekerjaan yang terbengkalai. Tapi saya cicil kalimat demi kalimat untuk posting disini via email agar kepala saya meringan.

Omong-omong kalau ada tugas ke Jawa Timur saya juga bakal senang sekali (sekalian pulang) ;) Tapi sayangnya kesempatan tersebut belum datang ya...

Omong-omong juga saya berusaha lebih banyak memperbaiki kualitas hubungan saya dengan Allah. Masih banyak hal yang mesti saya perbaiki. Selain belajar lebih banyak bersabar saya juga sedang berusaha memperbaiki waktu sholat saya. Duh, sering sekali menunda-nunda hingga pertengahan waktu atau akhir waktu.

To fixing happiness --> Sholat di awal waktu
Agar lebih dekat dengan Allah dan lebih bahagia. Ah, dengan manusia pun kalau kita mengasihi dia pasti akan memberikan apapun yang kita punya. Apalagi Allah yang Maha Kaya.

To fixing heart --> meminimalisir mendengarkan musik
Musik membuat kita jauh dari Allah. Musik melankolis membuat hati kita sendu dan sulit bersyukur. Musik-musik keras yang penuh kemarahan bikin hati panas dan mengeras. I'm not telling about no music. I love music... but I'm trying to minimize it because I love Allah. Dan saya juga menyadari kapasitas emosi saya yang gampang marah, begini saja pun cukup sulit dikendalikan. Tidak perlu menambah musik-musik kemarahan sepanjang hari.
Layak dicoba buat yang hobinya galau... sudah-sudah... sedih itu boleh tapi jangan sampai membuat kita jauh dariNya :)
Kalau lagi galau, sholat sunnahnya dibanyakin sambil mengadu padaNya... bukannya memanjakan rasa galau itu dengan lagu-lagu sedih.
Ya susah sih memang... namanya ngomong pasti lebih mudah. Saya juga berusaha :))

Hati yang mengingat Allah adalah hati yang berbahagia. Karena dalam kesusahan, sedalam apapun jurang kesusahan..
Segelap apapun mendung kesulitan mencoba menggelapkan
Hati kita akan tetap menyalakan cahayanya





2 comments:

  1. kalimat yg terakhir adem bener.... menenteramkan hati mbak...

    ReplyDelete
  2. "Hati yang mengingat Allah adalah hati yang berbahagia."
    bener banget mbak nin.. :)

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...