Tuesday, May 27, 2014

Dibalik Jobseeking

Kemarin ada yang komentar di blog saya, pada postingan saat saya menjalani masa jobseeking. Iya, saya baca komentar kamu :))

Salah satu alasan saya mengatur kotak moderasi adalah agar saya dapat membaca semua komentar yang masuk satu persatu, meskipun komentar diposting yang super lama. Agar saya bisa membalasnya satu persatu.

Komentar tersebut berhasil me-refresh ingatan saya soal jobseeking saat itu yang sangat penuh perjuangan. Bahkan sampek ngekos di dua kota. Dengan panggilan kerja yang juga gila-gilaan. Putus asa dan sedih yang susah terjelaskan.. Berjuang sendirian, dan cerita sedih dari beberapa teman yang lamaran kerjanya disalahgunakan banyak oknum.

Kadang, jalan keluar diberikan Allah saat kita sudah tidak terlalu berharap. Saat putus asa berada di urutan pertama hal yang kita pikirkan.

Dan percayalah Allah memberikan pilihan yang terbaik. Saya tahu rasanya sulit meskipun begitu mudah untuk dinasehatkan. Tapi percaya sajalan nasehat ini tidak datang dengan jalan yang mudah. Sudah melewati berbagai macam pengalaman dan perenungan :)

Jadi apa yang perlu dilakukan dalam keadaan menunggu jodoh lapangan kerja? Perbaiki diri. Entah dari sisi kemampuan dan dari sisi yang Allah cintai, ibadah misalnya. Jodoh lapangan kerja juga mengikuti kualitas diri kita dimata Allah. Seriusan ;)

Dan yang paling penting harus terus berusaha dan berdo'a. Jangan lupa sedekah meskipun begitu sulit mengeluarkan uang dalam keadaan sedikit pemasukan dan malu minta uang pada orang tua :))

Jangan bilang juga benci dengan pekerjaan ini atau itu, karena mungkin Allah akan menguji dengan kesediaan pekerjaan itu pada saat kita berada pada titik buntu yang membuat kita akan mempertimbangkan pilihan pekerjaan yang kita semula tidak suka.

Bingung dan sedih karena 3 bulan nggk tahu mesti ngapain, tenang tetep usaha... Kapan kemarin saya sepuluh bulan, teman-teman saya juga banyak yang lebih dari setahun. Tapi finally mereka dapat kerja yang benar-benar bagus dan pas. Masih belum dapat kerja juga? Isi waktu dengan apapun yang kita sukai. Ada teman saya yang dengan kecintaannya pada frozen food sambil nyari kerja (yang meleset terus) malah sukses dengan usaha sendiri yang terus meningkat omzetnya.

Semoga diberikan pekerjaan yang baik, yang tidak membuat kita menjauh dari Allah dan yang mendukung prinsip-prinsip hidup yang Allah cintai.


:))

More sharing? Silakan tulis komentar disini. Jika diwanti-wanti tidak boleh dipublish pun boleh :))

~

6 comments:

  1. emang jdi job seeker itu mbak.... fiuh..
    nggak bisa diungkapkan... :')

    ReplyDelete
  2. Kalau aku, entahlah... Tuhan sepertinya mencegahku untuk kerja kantoran dan tengah mempersiapkanku sebuah pekerjaan terbaik yang tidak akan pernah kusesali selamanya hingga akhir hayat. Ini serius, Nin. Hasil pergumulan selama enam bulan setelah wisuda juga. Hehehe. Jadi sekarang aku hanya bisa terus berjalan di jalan yang telah dipilihkan Tuhan ini sembari sabar menantikan hasilnya. :)

    ReplyDelete
  3. Btw maaf deh. Yah sebagai bukti aja, hehehe

    http://immanuels-notes.blogspot.com/2013/11/jadi-penulis-di-indonesia-why-not.html

    ReplyDelete
  4. Semoga diberikan yang terbaik kerjanya ya mbak?

    Apa udah bersuami?

    Semoga usaha makin meningkat boleh jadi lebih giat lagi kejar kesuksesannya hehe

    ReplyDelete
  5. Mbak Ninda, aku terharu deh dibikinin postingan ini :)
    Kemarin ikut tes-tes lagi.. hehe semoga diterima dan kalaupun tidak mungkin Allah pengen lebih bersabar lagi :D

    aku kepikiran sih buat ngisi kegiatan dengan les bahasa Inggris lagi, insya Allah :)

    ReplyDelete
  6. Omong-omong akun LinkedIn mba Anyin hilang *o*

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...