Friday, April 1, 2016

{ REVIEW } FULL SUPERNOVA DAN INTELIGENSI EMBUN PAGI + QUOTE



Saya sudah selesai membaca buku ini sejak beberapa minggu lalu tapi dilanda malas untuk bikin ulasannya karena sebelum nulis saya sudah curiga tulisannya bakal panjang berhubung Supernova adalah serial yang selesainya memakan waktu sampai belasan tahun hingga selesai, dari saya masih abege alay hingga jadi mak-mak. Jadi ya baru bisa sekarang.
Hmm mulai dari mana dulu ya...

Bisa dibilang saya adalah penggemar Supernova yang terlambat. Supernova sudah terkenal sejak saya masih sekolah menengah, namun saya baru baca dan menyukainya saat kuliah.

Yang pertama memikat saya tentu adalah Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh
Bercerita tentang percintaan Ferre, Rana dan Arwin. Bahasanya indah, ceritanya realistis, seperti cerita roman urban yang dibalut dengan sains meskipun harus saya akui bahwa saya melewatkan sebagian besar dialog antara Dimas dan Reuben yang "doh please saya capek mikirnya apalagi setelah hari yang berat kuliah seharian,". Ada tokoh Diva yang misterius dan bold, ternyata malah jadi fokus cerita, bikin saya mikir : ini serius dia manusia atau apa? Kalau manusia, yakin dia waras? Tapi yah dia tetap karakter yang menarik dan terasa banyak clue bahwa dia berkemampuan layaknya paranormal dalam plot cerita.

Kedua Akar - Bodhi
Masih serius dan tentang spiritual juga pencarian jati diri yang menempuh jarak hingga mungkin separuh dari putaran bumi. Saya mulai curiga dia manusia super, dari deskripsi awal hingga perjalanannya. Mungkinkah dia seperti Naruto atau ah tidak mungkin Sun Go Kong yang serialnya menjadi favorit saya?

Ketiga Petir - Elektra
Another manusia super berikutnya. Tidak seperti yang sebelumnya Petir adalah seri yang paling menyenangkan juga lucu, memiliki image yang berbeda dengan karakter dari buku sebelumnya. Bukan ubah genre, ini semata karena pembangunan karakter Elektra sendiri. Menarik, saya ngakak pas adegan kuburan dimana dia menerima undangan iseng misterius. Sampai pada endingnya saya masih tetap pada kesimpulan serupa : ini soal perjalanan panjang layaknya Sun Go Kong, gurunya dan adik-adik seperguruan kah?

Keempat Partikel - Zarah
Berasal dari keluarga muslim. Tidak seperti yang lain dalam cerita sebelumnya Zarah tidak nampak seperti manusia super, dia bahkan sangat normal. Hobi memotret layaknya hobi anak muda masa itu yang sedang happening, mengalami perjalanan panjang dan hati yang carut marut karena putus cinta berlarut. Hm, banyak orang yang berkomentar kok begini? Kok drama banget? Tapi saya nggak masalah, Zarah adalah manusia seperti halnya orang-orang lain yang pastinya nggak mudah dalam segala kasus yang menyangkut perasaan. Malah wajar sih.

Pengembaraan Zarah dibagian ending mempertemukannya dengan Pak Simon, kenalan ayahnya yang menyingkap akan terjadinya sesuatu bahwa kemungkinan besar ayah Zarah diculik Alien (what? please... oh no! now what?). Zarah juga menemukan bahwa bukit tempat penelitian ayahnya, Bukit Jambul pada bagian puncaknya melalui magis dari kekuatan jamur-jamuran mampu membuat kita bertemu alien. Alien! Bukan makhluk ghaib lho, eh atau iya? Saya mulai bingung, ini maksudnya apaaa?

Kelima Gelombang - Alfa
Cerita awalnya demikian mistis, dibuka dengan acara gondang suku batak yang bermukim di pedalaman. Alfa dipercaya mempunyai bakat spiritual yang memungkinkan dia menjadi dukun hebat dikemudian hari, hingga para dukun memperebutkan dia sebagai murid. Di sisi lain Alfa tidak pernah tertidur dengan tenang karena mimpi yang dia lihat saat tertidur membuat dia merasa sangat dekat dengan maut. Setelah hampir terbunuh karena niat lain seorang dukun, suatu hari keluarga Alfa - Sagala memutuskan untuk pindah ke Jakarta demi pendidikan yang lebih baik untuk anak-anaknya terutama Alfa yang memang paling cerdas. 

Di Jakarta karena suatu kesempatan dan tawaran yang dibawa seorang teman keluarga, Alfa kemudian pergi ke Amerika dengan impian merubah nasib keluarganya - sebagai warga ilegal. Alfa yang cerdas memungkinkan dia lulus SMA dan masuk universitas terkenal meskipun tidak memiliki izin tinggal legal, hingga kemudian diterima di salah satu perusahaan terkenal di wall street yang membuat dia juga akhirnya memiliki ijin tinggal legal.

Sebagian pembaca berkomentar nggak masuk akal sekali bisa tinggal di amerika segitu lama, kucing-kucingan dengan petugas kok bisa masuk universitas bagus. Tapi saya masih oke dengan ini karena merasa yah pertama ini cerita fiksi, dan justru karena saya merasa bahwa Alfa terlalu beruntung maka ada sesuatu yang masih tersembunyi disini.

Kok sepertinya si Alfa punya power besar juga sama seperti tiga tokoh yang terlebih dahulu muncul? Mungkin itulah justifikasi yang membuat Alfa terlalu beruntung, powernya. Power apa? Belum terjelaskan, Alfa masih mengalami gangguan tidur yang mengganggu dan jatuh cinta pada wanita yang baru semalam dia jumpai. Jawaban itu baru mulai terjelaskan saat Alfa berada di Tibet dan menemukan bahwa perjalanan hidupnya adalah bagian dari rencana besar yang telah dia rencanakan sendiri bahkan sebelum dia lahir.

Pertanyaan saya : jadi sebenarnya ini cerita soal apa dong?

puisi pembuka

puisi pembuka

The last, Inteligensi Embun Pagi 
Tempat semua tokoh bertemu dan bersinggungan. Berkumpul serta saling menemukan. Disini semua pertanyaan yang mendekam di kepala kita sepanjang perjalanan Supernova mulai satu persatu terjawab. Tapi tunggu, jawabannya terlalu banyak... agak sulit bagi kita untuk memproses semuanya langsung dalam sekejap karena ceritanya yang berplot cepat dan seolah lari terus, nyuruh kita yang sudah terengah-engah menyerap informasi jadi kepayahan karena berusaha mengejar.

Jadi kelima tokoh adalah peretas -harbinger ? Yang belum jelas apa yang diretas, sepertinya sesuatu yang berhubungan dengan penjara. Cerita ini muncul karena blunder dari Bintang Jatuh atau Diva yang menginginkan percepatan informasi dan mangkir dari rencana. Dalam beroperasi mereka dibantu oleh para infiltran atau penyusup, peretas dan infiltran tidak bisa mati hanya kembali ke udara hampa dan bisa kembali mewujud lagi serupa manusia jika mereka mau dan para umbra atau manusia biasa yang bisa mati namun terlatih untuk membantu misi mereka - yang seperti tadi saya bilang nggak jelas apa. Lawannya adalah Sarvara atau para penjaga - mungkin berasal dari kata cerberus?. Disini baik dan jahat nampak kontras sekali, seolah kita sedang menyimak film made by Disney yang dibuat untuk anak-anak atau remaja dengan pasukan biru berarti baik dan merah berarti jahat.

Genre Misterius
Meskipun masih penasaran untuk menyelesaikan cerita di titik itu saya merasa jengah, dan kejengahan itu tidak berkurang bahkan ketika saya tamat membaca. Lho kok gini. Buku ini seolah dibuat ngebut oleh Dee dan rasanya seperti cerita yang baru dirangkai beberapa bulan lalu dalam kondisi mentah.

Ketika mulai menulis serial Supernova, Dee seolah baru tahu mau dikemanakan ceritanya ketika sedang mengerjakan buku Partikel. Mau diapain ini genrenya dan mau dilanjutkan seperti apa alur cerita hingga ending nanti. Benar-benar berbeda dengan buku-buku awal yang seolah tidak punya genre, Dee berhasil memberikannya genre sendiri : genre ala Dee. Seolah pada saat awal menulis dia masih belum tahu arah dan misi dari ceritanya sendiri.

Inteligensi Embun Pagi merubah kesan kita pada buku-buku awal dengan penutup yang duh ya entahlah, ternyata science fiction. Sci-fi dengan makhluk-makhluk hologram kemungkinan berasal dari dimensi lain yang entah bagaimana itu bercampur pula dengan mitologi Sumeria seperti halnya asal muasal Alfa yang setengah dewa dan percintaannya dengan Ishtar. Bahasa Sumeria, legenda-legenda terdahulu tentang para pengawas dan lain sebagainya. Percampuran mitos dan sci-fi itu rupanya tidak membuat Dee berhenti, dia juga mencampurkannya lagi dengan istilah-istilah dan ajaran Budha. Jadi ini soal dewa-dewaan, keturunan dewa ala Percy Jackson atau sci-fi? Duh tolong.

Pusing? Saya sih banget.

asal muasal Alfa.
Saya : *pusing*


Reuni
Sudah gitu Dee seolah tidak mau membuang tokoh-tokohnya bahkan yang figuran, semua kebagian dalam plot cerita dan memberikan penjelasan seolah pada rebutan. Jadi buku ini seperti reuni dari semua seri Supernova hingga ke tokoh paling figurannya. Reuni yang besar-besaran.

Dipaksakan? Atau?
Saya nggak ngerti kenapa belakangan si Foniks juga peretas, seolah mendadak dan maksa tanpa clue sebelumnya - yang sudah baca pasti tahu maksud saya. Yang belum, saya khawatir kebanyakan keterangan jadi spoiler parah. Saya juga nggak ngerti kenapa si bulan alias Chandra nasibnya nggak jelas. Sang pemicu konflik yang seharusnya lebih banyak diekspos: Supernova alias Diva pun hanya jadi tokoh figuran padahal mestinya fokusnya di dia. Yaiyalah judulnya aja pakai sebutan Supernova kan.

Yang menunggu sekian lama untuk memperoleh penyelesaian, maaf anda belum beruntung sama halnya dengan saya yang bengong setelah buku tamat. Buku ini belum selesai, banyak yang masih menggantung dan menanti penjelasan di buku lanjutan. Buku ini hanyalah pengantar dari indikasi munculnya tokoh baru : peretas puncak - sang permata yang nantinya akan lahir melalui peretas gerbang dan peretas kunci. Permata inilah yang membawa misi yang sesungguhnya, yang lain menanti dia datang dan membantu misinya. Jadi kalau masih penasaran, semoga buku lanjutannya tidak akan membutuhkan waktu yang terlalu lama.

Good Point :
Dari semua rangkuman hal yang membuat saya kecewa saya masih suka gaya menulis Dee yang mampu membuat saya penasaran untuk terus membaca sampai selesai. Penceritaan yang luwes dan humor yang segarnya cerdas. Ending Supernova  mungkin nggak memuaskan bagi saya tapi tidak lantas membuat saya kapok untuk menunggu hasil karya Dee yang selanjutnya.

Semoga hasil karya yang akan datang lebih berkesan tentunya.

Quote favorit saya

.

17 comments:

  1. wahh, Mbak Ninda penggemar Dee yah?
    sampai saat ini belum ada satupun buku Dee yang saya baca :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. cobain satu dulu mbak ira yang ringan dan tipis :)

      Delete
  2. Wah bukunya sastra banget ya..
    Mau coba baca ah

    ReplyDelete
  3. Inimah harus beli bukunya dulu,,, tapi kalu dari kalimat pembuka puisinya nih buku kayaknya kudu dibeli,, soalnya kelihatan romatis.... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggak romantis sih buku yang ini kang hahaha

      Delete
  4. aseg, makasih ya mak udh dibikin ulasannya satu2. aku blm pernah baca semuanya, kasihan yak. mungkin next time. amin

    ReplyDelete
  5. aku suak baca yang rinagn2 saja untuk refreshing. Kalu Dee lstari kebanyakan kiat harus banayk mencerna baru mengerti jalan ceritanya.

    ReplyDelete
  6. Mantap mba saya blm baca IEB masi mahal harganya wkwkwk nunggu nti turun iya x 3 tahun kemudian bru murah hahaha salam kenal mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah murah kok mbak asal second, ini habis baca juga aku jual murah bukunya :)

      Delete
  7. Klo mb ninda penggemar supernova yg terlambat, saya berarti yg super duper telat XD
    Bacanya malah lompat2, pertama baca yg Akar-kemudian pusing, tp ditabah-tabahin sampai selesai.
    Selanjutnya Gelombang. Nah, buku ini yg bikin saya jadi suka dan merasa penasaran sama buku lainnya (entah krena merasa dekat dgn tokoh Alfa yg org batak haha).
    Kesatria, Putri, dan bintang jatuh makin membuat penasaran sebenarnya dunia macam apa dan orang2 seperti apa tokoh2 dlm setiap cerita ini.
    Minggu ini baru mau lanjut Petir dan partikel hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. alfa ini perfect ceritanya sih :D sihiii yang samaan orang bataknya ;) eh dee kan juga batak btw

      Delete
  8. Replies
    1. kamyu memang super postnya langsung, bacanya juga cepet :D

      Delete
  9. Aku ga ngerti dengan Bahasa tingginya para penulis penyair tingkat tinggi. Jadi aku ga pernah baca buku beliau. Heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. macem2 sih mbak, gak semua buku dia berat
      gak semua buku dia ringan hehe

      Delete
  10. pusing banget baca yg IEP haha udah nyampe halaman 500 maju mundur diterusin apa enggak tp kok baca review nya jd berasa nggantung trs kudu piye xD

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...