Saturday, February 4, 2017

MELARIKAN DIRI, VERSI MINI


Saya sedang duduk di coffee shop, membawa 'alat tempur' berupa buku yang sedang saya baca, planner berikut pena dan beberapa washitape.

Suami sedang futsal dan saya berada disini sembari menunggu dia menjemput, saya sering memanfaatkan waktu ketika dia keluar rumah untuk olahraga bersama kolega atau meeting yang tidak terlalu lama untuk berada di coffee shop sebelum setelah dia selesai dengan urusannya dan kami akan movie date atau makan bareng. Sering begini terutama ketika saya sedang ingin escape singkat dari rutinitas, merasa uninspired dan sebagainya-dan sebagainya.

Memesan coffee latte bersama dengan makanannya yang jelasnya pasti tidak bebas rendah lemak pelengkap, seperti halnya yang saya buat sendiri di rumah - kopi dengan skim milknya Tropicanaslim.

Saya duduk sendiri di tempat yang jauh dari lalu-lalang orang tapi bisa melihat keseluruhan orang yang datang dan pergi dalam coffee shop. Untuk sesaat saya memperhatikan orang-orang yang berada disana sebelum membuka tas dan mengeluarkan buku yang sedang setengah jalan saya baca.

Coffee shop dan aktivitas yang biasa saya lakukan di dalamnya adalah melarikan diri versi mini, bagi saya.

Dia tahu bahwa saya selalu menyukai kopi, meninggalkan saya dengan buku dan jurnal ditemani kopi adalah berarti melewatkan waktu berjam-jam menunggu dia maka tidak masalah untuk saya.

Sekitar 15 menit kemudian, saya mengangkat muka dari buku dan mendapati meja diseberang saya sudah terisi pasangan muda. Karena wifi di coffeshop ini bisa diandalkan untuk hiburan maupun untuk bekerja maka keduanya sedang sibuk menatap layar gadgetnya masing-masing, sama-sama asik dan terdiam satu sama lain untuk beberapa lama. Saya menunduk lagi menekuri buku saya selama beberapa menit kemudian memutuskan untuk mengganti posisi duduk yang lebih nyaman untuk punggung saya di sofa empuk itu.

Saat sedang membenahi posisi gamis karena pindah posisi duduk, pandangan saya terantuk oleh pasangan muda yang masih berada di depan saya. Si pria masih serius menekuri layar gadgetnya, sangat fokus dan penuh konsentrasi. Dari cara dia memegang gadget, saya rasa dia sedang nge-game, sementara si wanita cemberut menatap pria tersebut, dia merengut sebal dan protes kemudian kembali menatap layar gadgetnya kembali dengan muka terlipat.

Banyak banget saya lihat di internet yang mengulas tentang keluhan wanita-wanita yang merasa terganggu dengan hobi main game pasangan mereka. Mungkin itu awalnya sepele ya tapi lama-lama bakalan memicu drama juga. Ya mungkin kesal karena para lelaki itu jadi sibuk sendiri kan, mereka jadi nggak benar-benar mendengar apa yang kita bicarakan dan menanggapi dengan sekadarnya. Sementara wanita yang penginnya diperhatiin sering jadi kesel karena begini. Sehari-harinya dia udah sibuk karena kerja eh terus pas lagi senggang malah main game bukannya menghabiskan waktu bareng kita gitu.

Bukan lantaran karena nggak sensitif lho, tapi saya pernah juga sih berada di situasi itu. Iya saya juga pernah sebel lantaran workload suami yang padat banget sampek rasanya serumah tapi jarang menghabiskan waktu buat chit-chat bareng lama-lama terus pas lagi di rumah dia malah sibuk dengan game-gamenya. Gondok lah ya jelas.

Memang sebelumnya saya juga tahu kalau game adalah salah satu hobi suami, sering banget pas kami ngobrol ketika masih menjalani LDM dia bilang kalau lagi main game. Tapi saya nggak ngerasa keganggu atau apa sih berhubung saya juga sibuk banget dengan kerjaan di siang hari dan kelelahan pas malam hari jadi nggak sebel sama sekali.

Ketika saya di rumah yang jelas the real human yang menjadi lawan bicara dan interaksi saya pastilah nggak banyak maka itu jadi masalah.

Tapi hanya ketika bulan-bulan awal jadi istri rumahan sih, setelah itu nggak sama sekali. Saya nggak terganggu sama suami yang gaming saat di rumah karena:

#1 
Dia memiliki tekanan dan beban kerja yang berat dan membutuhkan tanggung jawab baik secara fisik dan psikis, untuk sering-sering punya waktu libur nggak memungkinkan. Ketika dia gaming dan ada di rumah maka saya memahami itu sebagai tindakan bahwa dia butuh refreshing dan lelah tapi pengen tetep di dekat saya. Gaming bagi dia sama seperti berlama-lama di coffee shop sendirian bagi saya, adalah bentuk escape dari rutinitas, melarikan diri versi mini. Melarikan diri yang tidak dengan cara berpindah kota, provinsi, pulau atau negara untuk berlibur. Simply dengan meninggalkan rutinitas dan tidak melakukannya dalam kurun waktu tertentu dan mengalokasikan waktu itu untuk melakukan hal-hal yang kita sukai.

#2 
Ketika dia gaming, saya bisa mengerjakan banyak hal yang saya pengin. Bisa baca buku sambil ngopi dan nulis jurnal, gambar dengan watercolor, streaming drama melalui ponsel, stalking instagram seseorang *LOL atau tidur. Ketika dia butuh space untuk diri sendiri dan relaksasi, maka saya juga bisa memiliki space di saat yang bersamaan.

#3
Menghabiskan waktu dengan pasangan itu nggak harus ngobrol dan bareng-bareng dalam segala hal. Kita juga bisa melakukan aktivitas yang kita sukai masing-masing dalam waktu yang sama dan tetep bareng-bareng. Karena dalam banyak hal, minat saya dan dia juga sangat berbeda. Saya bisa lama banget baca buku meskipun isinya tulisan semua, sementara jenis buku fiksi yang nggak ada gambarnya bagi dia cuma bikin ngantuk. Begitu juga soal film dan hal-hal lainnya.

Saya percaya bahwa dengan menikah maka kita akan sedikit demi sedikit berubah karena mestinya menyesuakan diri dengan pasangan. Tapi mestinya juga selain saling menyesuaikan diri, kita juga belajar untuk saling menerima, tidak cuma sifat tapi kebiasaan dan hal-hal yang dia sukai maupun tidak sukai.

13 comments:

  1. Harus bisa mengerti,, hidup pastinya butuh hiburan yah ... hahah asalakan kebiasaan maen game tersebut tujuannya buat menghilangkan penat,, yah wajar2 saja,,,

    ReplyDelete
  2. Lol, aku juga suka main game -_- dan ga suka kalo diganggu. Hmm.. Belakangan aku jdi org yg suka "menyendiri". Trus jdi mikir... sebagaimana aku butuh "me time", org lain pun juga butuh "me time" :D buat refreshing, menjernihkan pikiran, atau evaluasi.

    ReplyDelete
  3. Kadang tiap orang juga memang butuh me time ya kak Ninda untuk melepaskan diri dari beban pekerjaan yang dirasakan selama hari-hari biasanya :)

    ReplyDelete
  4. suamiku banget klo udah ngegame suka susah diajak ngobrol, klo aku sih biasa suruh anakku aja gangguin abinya itu satu2nya cara terampuh bikin suami berhenti main game hihihi emang bener sih suka kesel dikit liatnya

    ReplyDelete
  5. Dalam ilmu pernikahan tambahan nih dr Ninda..Sip sip sip..

    ReplyDelete
  6. Melarikan versi diri mini saya adalah blogwalking, ngepoin foto2 orang, eaaaa πŸ˜†


    Coba kak ninda main game tahu bulat, seru looooh πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
  7. Kalau aku sekarang gandrung ke plaz Andalas
    main Danze Base
    pulang pulang keringetan dengan hati senang dan lega dan girang

    wkwkwkwkwk

    atau baca komik bentar
    Kalau lagi mabok karna novel

    atau youtube dulu
    Kalau lagi capek blogging


    wkwkwkwkw

    #MelarikanDiriMiniVersiAul

    ReplyDelete
  8. DEMI APA TADI AKU BACA JUDULNYA MELAHIRKAN DIRI VERSI MINI
    APAKAH INI PERTANDA AKU BAKAL PUNYA PONAKAN AWWWWWW

    ReplyDelete
  9. Melarikan diri versi miniku, nonton drakor atau baca buku atau nulis blog pas malem ketika anak-anak tidur dan suami belom pulang kerja, erm... Sekitar 3jam an sih, tp luamayan lah. Bisa sambil ngopi atau makan mie instan tanpa ada yang ngerecokin. Hehehe

    ReplyDelete
  10. Begitulah lelaki, kekanak-kanakan tidak akan pernah bisa hilang ,walau sudah berkelurgapun. Sifat kekanak-kanakan akan tetap muncul, beda dengan wanita, semakin tumbuh akan semakin dewasa.
    Menikah perlu adaptasi dengan perbedaan sifat dan hoby. Mengisi dan menerima itulah prinsipnya. Coba seandainya suami juga hobynya dandan, apa tidak bahaya ????

    ReplyDelete
  11. iya sih Nin, aku sekata...aku bs bayangin wkwk...karena belom punya.

    ReplyDelete
  12. Klo suamiku lagi ngegame palingan aku juga lagi ribet sama anak2 😹Daan bener nind, sering banget barengan diem melakukan hal yg kita sukai.. Cukup asyikkkk kaya gituuu aja.

    ReplyDelete
  13. Sama vanget, sekarang bisa memahami sih kayak kamyu
    Misua dah kerja keras buat kita di luar sana, sometimes keknya ga ada salahnya klo dese ngerefresh otak dengan hal yang dia suka, yup..klo lagi kayak hitu kitanya malah bisa ikutan me time juga yak

    Contoh pak su streammingan india, aku streamingan korea, dewek2 tapi sebelah2an hahhaha

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home