Friday, May 19, 2017

SI OTAK KANAN


"Kamu kreatif banget, kamu dominan otak kanan ya?" kata salah seorang sahabat saya pada suatu kesempatan. Bukan sebuah pertanyaan mungkin, karena saya mendengarnya sebagai kesimpulan dia tentang saya. Pernyataan itu dia lontarkan saat untuk yang kesekian kalinya pas kami lagi ngobrol di messenger app ponsel, saya ngomong lagi gambar sesuatu.

Saya mikir sejenak karena kalimat dia sebelum ngejawab, "Entah ya..."

Beberapa bulan lalu seorang teman lama juga ngomong sama saya bahwa setelah belasan tahun sejak mengenal saya dia merasa bahwa saya nggak ada bedanya dengan yang dulu, tetap suka menulis, tetap suka gambar-gambar meskipun yang hasil gambarnya lebih keren banyak.

Tapi kalau dibilang saya orang yang cenderung otak kanan nggak juga sih, saya ingat pernah melalui beberapa tes psikologi untuk ini dan hasilnya saya adalah tipe orang yang lebih dominan memakai otak kiri. Jadi itulah alasan mengapa saya memilih Ekonomi untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di bidang itu setelah lulus. Rasanya bakal bisa kerja dengan semangat saja kalau di bidang ini. Saya mencintai menulis dan illustrasi sebagai penyeimbang hidup saya, sesuatu yang bikin saya senang tapi saya nggak berencana untuk memiliki pekerjaan di bidang itu karena tidak ingin kehilangan perasaan happy tak terjelaskan setiap kali mengerjakannya.

Setelah bekerja, saya hampir tidak pernah lagi menyentuh art supplies, meskipun menulis blog masih saya lakukan sebagai peringan isi kepala yang berat. Bahkan penempatan di departemen keuangan kantor saya di Jakarta, setelah begitu banyak berurusan dengan uang dan angka ternyata merubah kepribadian saya juga. Saya nggak nyadar sih sebenarnya.

Saya baru nyadar ketika seorang sahabat menginap di kamar sewaan saya di Jakarta dan dalam obrolan malam kami dia bilang ke saya kalau dia ngerasa sekarang ini saya jadi terlalu serius. Sometimes I don't get her jokes again, padahal sebelumnya kami memiliki selera joke yang sama.
Oh ya? Saya bertanya-tanya ke diri saya sendiri waktu itu.

Pada kesempatan lain sepulang pertemuan dengan beberapa teman baik, saat saya naik bus sendirian... saat itu juga saya menyadari kalau apa yang dia bilang benar. Dan itu bukan cuma soal saya ke dia, tapi ke orang-orang lain juga.

Did I changes that much?

Saya mengkilas balik dan merasa kalau sebenarnya saya memang orang yang cenderung untuk serius, terutama urusan pekerjaan. Makanya kalau kerjaannya serius jadi keikut lebih serius juga sih :) Pikir-pikir ulang lagi soal itu, nggak hanya kerjaan deretan angka aja yang saya serius ngerjainnya kok... saya juga tetap serius pas ngerjain pekerjaan kreatif seperti yang saat ini jadi bidang kerja saya.

Kalau menurut kamu, saya tipe orang yang cenderung otak kiri, kanan atau seimbang?

7 comments:

  1. kalau menurutku berdasarkan tulisan kak Ninda dari awal dulu aku baru tau blog kak ninda sampai sekarang sih kayanya kak Ninda masih sama seperti dulu, tulisan nya tetep apa adanya dan selalu bisa menginspirasi :)
    Semangat terus kak Ninda! :D

    ReplyDelete
  2. Kalau mnrt saya, otak kiri. Krn kamu cnderung detail, berpikir mndalam, trencana. He😅

    ReplyDelete
  3. Kayanya, hidup harus dibuat seimbang deh. Seperti yang ka Ninda bilang, art things (apapun bentuknya) sebagai peringan disaat thug life semakin menjadi-jadi, ehe. Dengan begitu kita gak stres dan pelariannya pada hal yang bermanfaat (dan malah mengasah kreatifitas) :)

    ReplyDelete
  4. sebenernya otak kanan atau kiri itu lebih diliat dr cara berpikir, pengambilan keputusan dan cara menilai situasi. suka art blm tentu otak kanan, suka matematika blm tentu otak kiri :D

    ReplyDelete
  5. Hi nin, everythings change itu berlaku banget kayaknya. Walaupun kita sebenarnya tidak sadar, hanya org2 yang jarang bertemu yang bakal sadar atas perubahan kita.

    ReplyDelete
  6. sha ga bisa nilai sih kalau ga ketemu langsung :)

    yah, emang sha pun menyadari makin ke sini hidup kok makin serius yaa :P

    ReplyDelete
  7. Wkwkwkwk angka bisa mengubah orang. Pantesan org finance serius2

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home