Sunday, September 24, 2017

WHEN YOU HAVE TO SAY GOOD BYE

Berteman dengan hati itu memang susah, lagi-lagi sama artinya dengan menjebakkan diri kita pada lubang yang kita nggak tahu seberapa dalamnya.

Kita nggak tahu apa yang ada dalam lubang itu kalau kita nggak masuk. Mungkin duri beracun, mungkin juga taman bunga. Kita nggak bisa mengira-ngira dengan mencoba menjengukkan pandangan ke dasarnya karena semua tampak sama, gelap. Pandangan kita tidak sanggup menjangkau apa yang ada didalamnya kalau kita tidak masuk.

Kita berkenalan dengan seseorang, tidak tahu bagaimana sifat dan karakternya jika kita memutuskan untuk berhenti dalam tahap berkenalan. Lain dengan kalau kita benar-benar memutuskan untuk berteman dengannya. Kita jadi tahu gimana baiknya atau gimana menyebalkannya dia.

Saya nggak punya banyak teman baik, apalagi yang benar-benar berjalan lama tanpa kehilangan kontak. Dunia yang sudah tidak lagi sama, lingkungan yang berbeda telah memisah-misahkan pertemanan yang dulunya pernah ada. And it should takes efforts from both.

Pertemanan saya berlangsung lama jika masih sering menyapa dan mengobrol di messenger, atau berbalas sapa di media sosial. Jika sifatnya timbal balik maka ya, akan berlangsung lama. Coba saja satu sisi yang berusaha mempertahankan hubungan dan sisi yang lain pasif. Maka akan sama-sama kembali jadi orang asing seperti sebelum pertemanan bahkan dimulai.

Apa kamu memiliki teman dekat yang dulunya benar-benar dekat tapi sekarang entah kemana perginya kedekatan kalian?

Meets different people, being friends with them and you two just forgotten each other.

Pertemanan yang berjalan lama itu langka, makanya kudu dijaga bener-bener. Masalahnya ketika kita merasa harus menjaga pertemanan itu, nggak selalu teman kita berpikir hal yang sama.

Yes, it's sad but what we can do?

Pertemanan butuh paling tidak dua orang untuk menjaga satu sama lain, demikian juga bentuk hubungan apapun yang berjalan dalam masyarakat. Harus ada timbal balik, atau hilang sampai disitu saja.

Manusia selalu ingin dihargai, usahanya dihargai, pemberiannya diapresiasi sama banyaknya dengan ketulusan yang sudah dia curahkan dalam sebuah pemberian atau usaha pertemuan.

Tapi sering orang hanya mau menerima tanpa mau memberi balik. Mau dipertahankan tapi nggak berusaha sebaliknya. We don't need to be so much heartbroken because they didn't worth that much.

Gunakan hati kita untuk mempertahankan pertemanan yang lebih baik dan mampu menghargai kita dengan setara, uang yang kita sisihkan untuk saling memberi hadiah pada teman-teman yang juga sama kuatnya dalam mempertahankan hubungan.

Meskipun dalam beberapa kejadian khusus, I do send gift to say good bye.
Untuk mengucapkan terima kasih atas pertemanan yang telah lalu, atas kebaikan yang pernah ada atau pernah mereka niatkan untuk ada. Dan selamat tinggal, karena ternyata pertemanan kita tidak seerat dan sebaik itu, bahkan mengatasi waktu saja tidak sanggup :)

Karena berusaha sendiri merekatkan kembali itu exhausting. Mungkin karena saya pikir mereka teman dekat, tapi mereka nggak beranggapan sama.

The final gift that I send means this too: we're still friends, but we not 'that' close. 
So thank you for everything.

7 comments:

  1. Sepertinya tulisan ini ditujukan untuk seseorang mbak, jadi saya nggak mau banyak komentar hehe :D

    Saya setuju dengan mbak, bahwa pertemanan butuh dua pihak yang emang pengen saling menjaga pertemanan itu dan sekarang ini sangat langka. Itulah sebabnya kita banyak lost contact dengan teman-teman lama.

    ReplyDelete
  2. Kenapa hari ini banyak banget yang bikin post soal pertemanan ya?

    Kita masih temenan kan mbak? Wkwk

    ReplyDelete
  3. Isi kandungan postingan ini kok ya aku bgt hihi
    Dulu pernah sukaaaa bgt ma tulisan salah seorang blogger, tp krn cuma dianggep sesefans, maksudnya pihak sananya ga memberikan sikap saling ngakreb yg sama kyk ketika aku ngspresiasi tulisannya, walhasil aku dah ga pernah lg buka blognya sekarang egegegekk, even dia punya byk penggemar, tulisannya menarik en so on.

    Tspi Aku lebih suka yg saling sapa soalnya, bukan yg sepihak dan kitanya yg kayak menghamba hahaii

    ReplyDelete
  4. OMG THIS IS SO FREAKIN' RELATABLE

    Seminggu lalu baper abis waktu sahabatku dengan enteng nya bilang bahwa dia jenuh tiap chat sama aku ujung-ujungnya berantem mulu

    I'm like, whaat?

    So, basically dia emang anaknya super duper sensitif banget dan mulutnya judes dan suka nyindir2, padahal cowok. Jadinya dia gampang kesel dan ngambek dan segala macem.

    Kami sahabatan banyak, dan dia udah ngejauhin hampir semua. tinggal aku dan dua org lagi yang masih betah sahabatan sama dia karena aku masih nganggap dia penting

    Selalu ngalah waktu ulahnya kambuh

    Selalu minta maaf duluan kalau tetiba kita jadi agak berjarak, padahal hampir selalu dia yang salah atau nyari gara-gara

    Contoh, udah tau aku palin gak suka dituduh2 yang gak aku lakuin, atau disalahin yang bukan salah aku. Tapi dia kayak sering ngetes-ngetes gitu seberap ajauh aku bis sabar. Ya kadang2 dongkol lah, terpaksa klarifikasi dgn agak bete bawaannya.

    Dan dia selalu tersinggung di part itu
    dan selalu ngancem gak mau chat lagi

    Terakhir seminggu lalu itu udah parah banget, lalu dengan besar hati aku jelasin lah ke dia bahwa gimanapun jg dia akan ttp jadi salah satu orang penting buat aku walaupun dia udah memutuskan hubungan persahabat dengan ku dan dengan yang lain.

    Itu juga uda ditambah nasehat panjang lebar di DM instagram tentang gimana dia telah berubah negatif banget dan gimana seharusnya dia bisa berubah kembali jadi orang yang baik. Yang mana nggak dibales dan cuma di read doang.

    Dulu, aku selalu baper dan sedih digituin
    Pernah nangis malah. Nggak rela dijauhin sahabat sendiri

    Tapi lama-lama kenyang gitu
    This is the limit

    Yaudah sih, akhirnya aku relain
    Kalo gak mau sahabat lagi sama aku yaudah

    BYE!

    Sahabat ku buanyakkk sekali pun
    Gak butuh juga yg negatif gitu wkwk

    XD

    ReplyDelete
  5. Karena hidup itu dinamis. Ya gak kak?
    Yang datang, pada sutau saat pasti pergi. Bagaimanapun bentuknya, waktunya, dan siapa.

    Kalau untuk aku pribadi, cenderung mengamati sih. Karena kan bentuk sayang orang beda2 heheheh. Ada yang suka ngobrol, ada yang peduliin dari jauh. Wallahua'lam. Semoga setiap individu yg bertemu kita di kehidupan ini dapat diambil sifat baiknya sebagai pemacu semangat, dan buruknya sebagai self reminder :)

    ReplyDelete
  6. kita anggap teman dekat, dan sebaliknya tidak... pedih yo T.T

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home