Monday, February 14, 2011

SELAMAT HARI PENGULANGAN KEPERGIAN

pic from random

Perempuan itu menengadah dengan kedua tangan dipipinya, memandang keluar jendela.. boneka pencegah hujan yang putih dan tersenyum itu disana, membalas tatapan nanar mata perempuan itu.
Tanpa ada lilin, tanpa ada kue.
Tanpa ada dia..
Tapi masih ada perempuan itu. Sudah tidak ada lagi hari ulang tahun keajegan sebuah hubungan yang biasa disebut orang anniversary.
Ya cuma sosoknya yang berpiyama lusuh... serta sebingkai jendela dan boneka kecil yang balik menatap dari balik jendela. Tahun ini jauh lebih merasa sepi dan sendiri dari yang perempuan itu kira.
Tapi memang terus bisa apa...?
Perempuan berpiyama berbicara pada boneka kecil berwajah ramah :
Suatu saat aku tahu... sudah akan terlambat bagi dia untuk kembali. Suatu saat aku akan tahu, bahwa saat itu aku hanya akan tersenyum tidak peduli dan mengabaikannya. Untuk semua penantian sia-sia. Untuk terus berada disini setiap tanggal yang sama, mengharapkan dia datang dan kami bisa merayakan apa yang seharusnya kami rayakan dengan kebersamaan.

Tapi aku bukan putri dan dia bukan pangeranku..

Ini bukan kerajaan, ini dunia kecilku..

Yang dia masuki dan dia tinggalkan tanpa berkata pamit yang sepantasnya.

Aku tahu...
Aku tahu...
Aku berhak mendapatkan keindahan akhirku sendiri. Dan sudah terlambat bagi manis yang aku yakin suatu hari akan kembali dia tawarkan. Dia selalu seperti itu. Hatiku sudah jadi serupa gedung opera mahal, ekslusif.. sudah bukan museum lagi. Kau harus berkorban untuk diizinkan memasukinya.
Perempuan berpiyama sudah menentukan keputusan. Boneka putih kecil berayun-ayun mengiyakan. Hujan turun... rintik-rintik yang berubah jadi deras, tuah boneka kecil sedang tidak berhasil rupanya, hari itu.
Perempuan itu menangis berlatar hujan.

~..~



lovely inspirated lyric - worth to hear, worth to read :)

17 comments:

Muhammad Choirul A. said...

kasian yyaa..

Hendro Prayitno said...

Perempuan yang jelas membuat ku semangat.

melynsalam said...

saya juga suka lagu2nya taylor swift. :)

Irma Senja said...

sepagi ini tersentuh manisnya tulisanmu,...siapa perempuan berpiyama itu ? mungkinkah dia sahabatku anyin yg tulisannya mampu menghadirkan ilusi siang malamku pada sesuatu *_*

Ana said...

lagi mellow ya ninda?? hehhee..

mm.. akhirnya perempuan itu memilih untuk berhenti menunggu lagi, kah?

Rachma I. Lestari said...

Sedih..
Apalagi sambil dengerin taylor swift - white horse di iringi hujan..
:)
Visit my blog too yaa :)
Jangan lupa follow, nanti difolback :D

http://rachmalestari.blogspot.com/

kira said...

:(
skrang aku merasa spt wanita itu...

aziz miring said...

tangisannya tak terlihat, mengalir bersama air hujan :)

nuansa pena said...

Ingin rasanya menemaninya menikmati gerimis yang datang!

Zico Alviandri said...

Hmm... keputusan yang pahit, tapi harus diambil. Sampai kapan menunggu?

*sok tau deh gw :D

dv said...

hey perempuan berpiyama, km pasti bisa tanpa dia! :)

BeBek said...

Wah, ceritanya perempuan ini lagi patah hati iya?
so sad :(

Kang Sugeng said...

kasian banget ya perempuan itupun pada akhirnya harus mengangis... sapa yg sala kalo udah kayak gitu... tp masa sih bonekanya bisa menolak ujan, hehehehehe.....

TS Frima said...

happy valentine ^^

Meriskapw said...

apik lagune mbak..!!

Mood said...

Agak sulit buat gw memahami ceritanya, tapi kayaknya tersirat kesedihan yang dalam pada perempuan itu.

orange float said...

setiap orang berhak tuk bahagia, sudah relakan saja kepergiannyanya

Previous Page Next Page Home