Friday, April 22, 2011

23 : 11

pic from google
Aku percaya, bahagia bisa muncul dan meraih kita karena diciptakan sendiri, menimbulkan...
atau ditimbulkan.
dan bahagia itu, salah satunya timbul karena kamu.
Kamu, adalah satu paket sebab dan akibat yang berhubungan dengan satu persepsi bahagia.
Kalau aku ini titik koordinat yang bisa dipantau dari langit,
aku berada disini, semalam dari jarakmu. Semalam dari jarak bahagia karena kehadiranmu. 
Menghitung mundur itu memperlama waktu (sepertinya). 
Kadang, aku merasa lelah berusaha menangkap kegembiraan yang lain, yang kecil-kecil dan sering terasa hambar. Bagiku kamu susu kental manis yang kecanduan kutambahkan pada minumanku, entah teh entah yang lain-lain. Dan aku menyukaimu karena pilihan : aku tidak suka gula yang biasa.
Warna rasa yang seperti ini membuat aku merasa pusing, rasa yang terlipat-lipat dan tenggelam tak jelas. Rasa berjenis "X", tak jelas. Menahan diri untuk tidak mengcountdown tapi hatiku melakukannya tanpa perintah.
Padahal cuma soal kilometer, dan detak jam. Itu saja kan? Tidak lain.
Dan ini cuma kata-kata berawal rongsokan yang kemudian kususun membentuk kalimat, kalimat yang entah mengapa seperti duri, susah digambarkan.
dan menyulitkan.
Saya rindu anda, tuan.

17 comments:

TS Frima said...

semog atuan yang dirindu tau :)
kata-kata kamu makin renyah ya ^^

Justmeilani said...

pemilihan kata dan kalimat yang bagus sista,..

Info Math said...

masih menduga nduga tentang judul 23:11

salam

Annesya said...

anin bicara cinta... -_-

Dwi Wahyu Arif N said...

##ihir :D

nashr said...

membaca tulisan ini, aku dapat merasakan begitu besarnya hajat mbak pada "kamu" itu, siapa sih dia???
hati-hati, ntar susu kentalnya kebanyakan...........

Damar said...

assalamu'alaikum
perlu berulang-ulang saya membacanya karena setiap barisan kata dalam kalimat mengandung makna ganda, seperti ada sesuatu yang sangat istimewa di dalamnya. Semoga itu adalah jalan terindah menuju kebahagiaan

Jhoni20 said...

wah sepertinya ada rasa sedih bercampur kangen disini!!

hehehehe apa kabar nyin!!! happy weeken ya!?!?!

Nuel Lubis, Author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" said...

so sweeeeeeeet..........

Nufri L Sang Nila said...

bisa dijamin...seseorang yang di labeli dirinya oleh kamu seorang `tuan` pasti klepek2 kalau baca ini... hahaaaa...

saya suka yang ini..>> Saya rindu anda, tuan...<< sumpah keren..

salam :)

Anonymous said...

saya rindu anda tuan..hhmm siapa yaa???hehehe..maaf..salam kenal

gambarnya imut...

M. Hudatullah said...

wow!

kira said...

udah, samperin ajah deh, jarak dan waktu g akan memsiahkan. hahaha
ga jelas bgt ya aku. hehehe :)

Irma Senja said...

org mencari bahagia, pdhl definisi bahagia itu sendiri tidak pasti,bahagia berbeda dari sudut pandang masing2 kepala. jika Tuan itu membuatmu bahagia...rasakan dan nikmati saja :)

-Gek- said...

kau romantis nian, Dik.
Btw, aku ngiri sama boneka beruang yang udah punya apple - aku aja ga punya.. *tersedu-sedu

Nyach MMS said...

erat bermakna harapan (he he maaf sok tahu).

ketika ke UB saya berharap ada yang nyapa Nin, ketika antar anak2 seminar di Hotel UB

Hendriawanz said...

Suka pada bagian kilometer dan detak jam. Bahagia, rindu kepada seorang tuan, Nyin :)

Previous Page Next Page Home