Monday, July 4, 2011

SONETA 17 - PABLO NERUDA

Aku tak mencintaimu seperti engkau adalah mawar,
atau topas atau panah anyelir yang membakar
Aku mencintaimu selayaknya beberapa hal
terlarang dicintai, diam-diam,
di sela-sela bayangan dan sukma

Aku mencintaimu seperti tetumbuhan
yang urung mekar dan membawa jiwa
bunga-bunga itu di dalam dirinya,
dan karena cintamu,
aroma bumi yang pekat tumbuh diam-diam
di dalam tubuhku
Aku mencintaimu, tanpa mengerti bagaimana,
sejak kapan, atau dari mana

Aku mencintaimu dengan sederhana,
tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan:
Aku mencintaimu seperti ini,
Karena bagiku tak ada cara lain untuk mencintai

Di sini, dimana "aku" dan "kau" tiada,
Begitu erat, hingga tanganmu di atas dadaku
adalah tanganku
Begitu erat, hingga ketika kau tertidur,
kelopak matakulah yang tertutup



Catatan :
Saya jatuh cinta melihat susunan kata itu menghias sampul belakang sebuah buku di acara obral buku murah. Puisi yang dikutip seorang penulis yang mewakili isi cerita dalam novelnya. Susunan kata yang cukup membuat buku itu kemudian saya larikan pulang setelah berhenti di kasir. Saya rasa kakek romantis Pablo Neruda resmi menjadi salah satu ahli kata-kata favorit saya, dan ketika satu ramuannya begitu mampu mempesona saya... gerakan spontan lain tercipta tanpa terencana... saya menelusuri ramuan-ramuan kata-kata ajaibnya yang lain.

15 comments:

Unknown said...

Wah... habis belanja buku ya Mba ? semoga dapat menjadi rangsangan inspirasi dalam berkarya.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Gaphe said...

heumm bagus, bisa nangkep maksudnya bahwa terkadang tidak butuh alasan kompleks untuk mencintai seseorang.. karena cinta itu datang dengan sederhana, tanpa diduga, penuh warna dan rasa..

ya ngak sih?. *sotoy, secara blom pernah jatuh cinta serius*

Nuel Lubis, Author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" said...

pablo neruda itu siapa?

ammie said...

met pagi kakakku..hhee..*ngaku-ngaku*

btul bgt tuh kak,, aku jga jadi mengidolakan kurt cobaian abis baca heavier than heaven ,, seseorang yg menyalurkan kepedihannya lewat lirik lagu puisi dan gambar-gambar...

Admin Cakep said...

Pinjem dooooooooong!!!!!!!!
(kalo boleh)
sekalian Paketin ke jkt yahhhh :D

Lely Prawesti said...

memang indah an.. jadi terbawa dalam imaji ^^

Dadan said...

Saya tidak pernah mengenal cinta,tapi kebutuhan hidup.
Saya mungkin juga buta cumbu rayu syahdu, kecuali nafsu.
tolong jumpakan saya dengan kakek Neruda tuk menuntut ilmu.

Dhymalk dhykTa said...

wow so wonderful words....'

inspiring...!!!!

dhykta punya blog said...

susunan kata2 yg betul2 menyejukkan jiwa ya...

deewahjoedi said...

hmmm...kutipan tentang cinta emang ga ada habisnya :Dhmmm...kutipan tentang cinta emang ga ada habisnya :D

phonank said...

sebuah buku dapat membuat kita tertarik dan memikat bermula dari ikhtisar yang menggambarkan sebagian dari isi buku yang berada di bagian belakang sampul.

kalau bagian tersebut menarik, maka kita pun dibuat penasaran dengan isinya. Seperti halnya anin saat ini..

gue juga kalau mau beli buku, mesti melihat bagian belakangannya dulu, kalau menarik baru deh dilarikan ke rumah!! klo bisa tanpa berhenti di kasir dulu =P

hajarabis said...

nice words :)..
sempatkan juga mengunjungi website kami http://www.hajarabis.com
sukses selalu!

ferfau said...

Hhmmm... Setelah dibaca-baca, emang bagus ya. Tapi nyin, aku begitu suka puisi, ga tau knp. Terlalu mellow mungkin ya, eh tapi ga jg. Ah ga tau lah. :))

Bana Zulkarnain said...

terenyuh saya, sambil merinding...


salam kenal, tukeran lik yok..

kira said...

bagus ya, emmmm... kalo aku si g bisa nulis gituan. hihihi

Previous Page Next Page Home