Friday, December 9, 2011

Kehilangan Kata

Saking manisnya sampai saya spijles.
(image taken from random googling)

Baru pulang kemarin malam dari luar kota untuk menjajah kamar Deva dan merepotkan dia.
Saya sempat nyasar setelah menyelesaikan satu tes kerja dari salah satu perusahaan diantara dua yang menghubungi saya, kemudian karena Deva dan Renni masih sibuk di kampus saya menggembel di musholla mall dekat sana sambil bengong. Menyesal karena yang saya bawa tidak bisa membuat saya sibuk, cuma ada bundelan curriculum vitae dan ponsel, sekotak sepatu, mi instan dan uang yang saya bawa. Menyesal karena tidak membawa paling tidak satu buku yang belum saya tamatkan. Saya banyak menontoni laptop untuk mencari info available position yang ditawarkan dibanyak perusahaan sampai melalaikan buku-buku yang belum terbaca.

Saya sampai di gang kos lamanya Deva dalam keadaan setengah basah sehabis ada orang baik hati (lelaki) yang mau mengantar saya yang nyasar secara gratis. Hehe... ngomong-ngomong soal ini saya dikecam banyak pihak yang mendengarkan cerita soal saya yang langsung ikut saja, dengan komentar: Jangan-jangan, jangan-jangan... (serta perumpamaan segudang kejadian horror yang mungkin saja terjadi).
Kemudian pertanyaan: kamu apa nggak punya rasa takut?

Entahlah, saya juga bingung menjelaskan kenapa. Saya melihat wajah orang itu sebentar kemudian yakin bahwa memang dia ingin menolong saya kemudian saya mengiyakan tumpangan itu sambil terus-menerus mengucap do'a agar Allah terus melindungi saya. Tidak ada yang terjadi, alhamdulillah. Orang yang menolong saya itu mengira saya tersasar karena 'dikerjain' teman saya, tapi bukan... ini salah saya yang nggak tahu jalan dan salah supir angkot yang nggak mau memperhatikan apa yang dipesankan oleh calon penumpang kepada dia.

Saya berbuka di depan tv di ruang tengah kos barunya Deva karena kuncinya terbawa Renni jadi kami tidak bisa masuk kamar. Dia mengambilkan saya piring dan dia pula yang menyiapkan makanan untuk berbuka bersama di depan teve, bahkan juga tanpa saya sadari seusai saya mandi dia sudah mencuci piring yang tadinya saya gunakan untuk makan dan menaruh sisa bekal makanan saya ke dalam lemari pendingin. Malamnya seperti lazimnya seseorang yang suka ngaku-ngaku seksi dan seseorang lainnya yang suka ngaku-ngaku cantik bertemu kami ngobrol berlompat-lompat hal yang ada hubungannya atau yang tidak sampai dini hari padahal dengan mata mengantuk dan besoknya juga saya tes kerja lagi pagi-pagi.

Saya nggak sempat sarapan paginya karena terburu-buru, Renni sakit jadi nggak mungkin untuk mengantar-jemput saya seperti yang biasa dia lakukan ketika saya tes kerja di Surabaya. Maka saya berangkat tes naik taxi karena takut nyasar lagi di kota seruwet Surabaya ini, apalagi saya juga lumayan awam. Kemudian Deva membawakan saya coklat hangat untuk diminum dalam Taxi. Saya sungguh suka bau cokelat yang menguar ketika saya hirup ditengah udara ber-AC. Saya mungkin lama tinggal di kawasan dingin, tapi saya bukan orang yang kuat dengan AC. Coklat hangatnya membantu agar perut saya tidak kosong dan tidak melilit karena mag.

Saya usai tes satu jam kemudian dan balik pulang dengan kebingungan, akhirnya saya naik becak dan tawar menawar harga. Setelah agak ngotot lama, bapaknya menyepakati harga saya dan mengantar saya kembali. Sesampainya didaerah tujuan saya menyadari bahwa memang tempat tujuan itu jauh sekali dari tempat saya tes kerja, jalannya juga nggak begitu bagus. Bapaknya juga pasti capek mengayuh becak yang berat dan saya yang diatasnya. Jadi saya membayar dengan harga yang bapak itu minta semula, bukan dengan harga saya.

Saya merasa sangat merasa beruntung karena orang-orang yang mau-maunya berbaik hati kepada saya, Renni yang mau repot-repot mengantar saya kesana-kemari dan Deva yang sangat care pada perantauan yang menjajah kamarnya, yaitu saya.

Ah, terima kasih ya... saya senang :)

22 comments:

Riu is me said...

by the way, tes kerja dimana nih... Surabaya mana? :)
Moga sukses ya....

Djangkaru Bumi said...

beruntung sekali.....,maaf blog ku masih bongkar pasang jd kurang nyaman dibaca....terimakasih atas kunjungannya...,semangat teruuuuus.....

Riu is me said...

SemangKAAA!!!!

Annesya said...

hati-hati! hati-hati! berprasangka buruk itu ga boleh, tapi berhati-hati itu perlu!!!! *tereak pake toa*

Unknown said...

Eh, aku ketinggalan info, Nin. Ninda lagi di mana ini? Bukan di Malang ya?

Anonymous said...

sahabat sejati selalu di sisi. auw auw auw :)

Anonymous said...

tapi setuju mbak.. saya pun kalo sedang dalam perjalanan, entah itu bagaimana dan dengan siapa saya, saya selalu berdzikir dan berdo'a.. pokoknya harus selalu seperti itu, biar Allah selalu melindungi kita.. :)

Fadly Indrawijaya said...

Setuju dengan di atas tapi sebagai makhluk sosial kita harus lebih banyak berprasangka baik. Gambar mugny lucu :)

Syam Matahari said...

Wahhhhh, mantap deh nin... semangat semangat yah cari kerjanya. pasti sukses. tapi kata nesya musti hati2 juga, berprasangka baik itu bagus tapi musti liat2 juga. sekali gak masalah bukan berarti bisa untuk kedua kalinya.

semangap!

Info Meranti said...

Tetap Semangat dan selalu berhati-hati ya

Annur Shah said...

pagi mba...

heheh curhatan hari ini disambut hangat kawan blogger,,,,

upz udah siang disini... baru komentar... hehe

sEMNGKa aja deh... punya temen yg baek...

Unknown said...

teman2mu baik ya sampai mau sediakan susu hangat dan makanan utk berbuka..

Nuel Lubis, Author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" said...

semesttinya nin, dengan kamu udah menghasilkan dua buku nih, kamu udah gak perlu repot2 loh sebetulnya nyari kerja. plus blogmu udah gabung di ID Blog network. mending bawa santai aja, nin. hehhehe...

become writer is not wrong... :)

R10 said...

hati-hati dijalan, naik taksi belum tentu aman, dan belum tentu supirnya paham jalan

kalau bisa coba lihat dulu google maps, dan kalau bisa diprint petanya

^tim TAR kadang suka ngeprint peta lho

Amy said...

semoga sukses ya Nindaaa...

Info Kalimantan Selatan said...

kasihan, sempet2nya ngegembel hehe

Mood said...

Semoga keterima lamaran kerjanya Ya Nin. .

Salam.. .

Nyach said...

semoga sukses tesnya ya Nin
inilah salah satu tantangan setelah lulus

reni said...

Semoga usahanya segera membuahkan hasil, Amin... :)

Anonymous said...

aku malah ngebayangin bau coklat panasnya yaa..hmmmm :)

vie_three said...

Loh-loh-loh...mbak nin ada di surabaya kah????

Asop said...

Itulah guna orang terdekat dalam hidup kita... TT__TT

Previous Page Next Page Home