Tuesday, February 18, 2020

REVIEW: THE ORDINARY GRANACTIVE RETINOID 2% IN SQUALANE, ANTI AGING ANDALAN SAYA YANG MAMPU MENGONTROL JERAWAT HORMONAL

Memang bukan sesuatu yang menyenangkan ketika menyadari perubahan-perubahan kecil pada kulit kita. Apalagi kalau perubahannya nggak menyenangkan untuk dilihat. Bagi kaum wanita, menjadi tua bukanlah sebuah ketakutan, tapi perubahan kondisi kulit dan tubuh inilah yang tidak menyenangkan untuk dirasakan. Perubahan yang mau tidak mau akan terus berjalan dengan sebab bertambahnya usia. Itulah mengapa wanita sering khawatir bertambah tua. Bukan pada usianya, tapi pada akibatnya. Ya penginnya sih kesehatan kulit masih oke dan paripurna meskipun usia semakin matang saja haha.

Sementara semakin banyaknya perubahan itu membuat dukungan perawatan kulit kian mahal saja. Masa remaja yang cukup dengan pelembab dan sunblock bikin kita bangga karena kulit nggak butuh dana banyak untuk maintenance, eh makin lama anggaran justru bengkaknya di perawatan kulit *tepok jidat*.

Memang sih yang namanya waktu nggak bisa kita lawan, seiring berjalannya waktu bakalan menua juga. Tapi ya setidaknya kita menua dengan kondisi kulit yang sehat dan nggak terlihat jauh lebih tua daripada usia sebenarnya. Justru kalau bisa kelihatan lebih muda daripada usia sebenarnya.

Sekitar tahun 2017 saya lebih serius nyari skin care yang formula anti agingnya bagus karena saya ngerasa di wajah saya mulai ada garis-garis halus. Seperti di kening dan smile lines. Lantas kulit wajah saya juga menderita jerawat hormonal. Entah kenapa satu sembuh lantas ada lagi yang muncul, begitu terus dan cukup lama pula nongkrong di wajah.

Lagi ngobrol sama teman soal skin care, saya disaranin untuk nonton channel youtubenya mas Danang Wisnu dan setelah nonton youtube-nya saya memutuskan untuk beli The Ordinary Granactive Retinoid 2% in Squalane ini. Mungkin tanpa riset di internet dan obrolan dengan teman saya nggak akan beli skincare ini karena namanya kan ilmiah banget, dan tentu saja saya awam banget soal ilmu perskincare-an dan nama-nama ilmiah sejenis.

Data pengguna (saya)
Jenis kulit: normal cenderung kering, super jarang berjerawat
Masalah kulit: biasanya komedo, jerawat hormonal, penurunan kondisi kulit karena usia dan faktor eksternal

Setelah pemakaian satu botol selama ini, berikut ini ulasan saya:

Kemasan:
Botolnya berbahan kaca dengan pipet karet, saya beli yang 30 ml. Selalu suka dengan desain kemasan The Ordinary yang clean dan simple. 30 ml memang kayaknya sedikit banget tapi ternyata setiap kali pemakaian, hanya setetes dua tetes aja sudah cukup untuk seluruh wajah. Jadi ya hemat. Pembelian botol pertama saya baru habis setelah satu tahun lebih beberapa bulan.

Tekstur:
Berminyak. Ya wajar sih, namanya juga in squalane. Meskipun berminyak tapi setelah dioles dan meresap beberapa saat, kulit berasa kering gitu. Tentu dengan penggunaan yang secukupnya ya... 2 atau maksimal 3 tetes kecil sudah cukup banget kok. Saya pernah ngga sengaja agak over pakainya dan wajah jadi berasa kayak dimaskerin minyak jelantah karena berminyak dan lengket.

Pengalaman pemakaian:
Terus terang perbedaannya langsung saya rasakan dalam waktu sekali pemakaian aja. Saya biasanya pakai ini sebagai bagian dari night routine skin care. Setelah malamnya saya pakai, paginya ketika saya bangun... saya ngerasa kulit wajah saya jadi lebih cerah. Cerah ya, bukan putih.

Setelah penggunaan beberapa hari juga sudah langsung kelihatan bedanya. Menurut saya jerawat hormonal saya jadi terkontrol dan jadi jarang muncul. Kalaupun muncul nggak pernah lama dan mengganggu. Kalau diolesin Granactive Retinoid ini proses penyembuhan jerawat dan lamanya waktu nongkrong di wajah seperti lebih singkat gitu. Jadi semacam mempercepat proses penyembuhan jerawat dan membantu mengurangi kemunculannya.

Jerawat hormon yang muncul jauh lebih jarang daripada dulu, itupun cepat sembuh. Misal hari ini ada jerawat yang kelihatan baru muncul, penggunaan Retinoid secara rutin bikin jerawatnya membesar, dalam waktu singkat mengering dan sembuh. Bekas jerawat di wajah juga teratasi, jadi jerawat yang mengering itu bekasnya nggak berlama-lama ada di wajah saya. Ini dengan referensi bahwa saya juga pakai Pixi exfoliating toner ya, jadi saya nggak ngerti apa ini pengaruh murni dari Retinoidnya atau karena pakai Pixi juga. Tapi saya rasa sih keduanya saling mendukung untuk permasalahan bekas jerawat ini.

Baca juga:
REVIEW: PIXI GLOW TONIC, DA BEST EXFOLIATING TONER SO FAR

Dan dengan dibantu pengaturan pola makan dan hidup yang lebih sehat saya sudah nggak punya masalah lagi dengan jerawat hormonal. Bahkan menstruasi juga jarang datang bareng si jerawat. Kalaupun datang ya ngga kuatir karena saya tahu granactive retinoid saya akan bekerja dengan baik dalam mengontrol jerawat di wajah saya. Saya tahu dasarnya kulit saya nggak acne prone bahkan dalam sekian puluh tahun pertama hidup saya, saya nggak pernah jerawatan. Tapi pembandingnya adalah kulit wajah saya 2 tahun lalu yang kemunculan jerawatnya meskipun hanya satu-satu tapi datang terus silih berganti.

Serius pokoknya Granactive Retinoid ini andalan saya banget untuk jerawat hormonal, jadi bagi teman-teman yang punya masalah sama, cobain deh produk ini.

Untuk fungsi anti agingnya menurut saya juga cukup oke, tentu saja untuk fungsi yang satu ini nggak instant langsung terlihat hasilnya ya. Tapi soft lines di wajah saya memang jadi lebih samar. Ya at least saat usia saya menuju ke 30 something, masih kelihatan seperti 20 something. Sampai kurir paket mengira saya seumuran dan si suami adalah kakak saya.

Oh ya rekomendasi pemakaian retinoid ini saat malam kan biasanya sensasi berminyaknya hilang dan keganti sama berasa kering di kulit, pakai moisturizer habis pakai ini katanya enak banget. Tapi saya sejauh ini selalu pakai tanpa moisturizer karena ngerasa nggak nyaman aja sih di wajah habis oles yang berminyak-minyak terus pakai moisturizer kayaknya muka berasa lengket-lengket aneh. Jadi saya skip aja moisturizer-nya kalau malam. Baru pagi setelah cuci muka, saya pakai moisturizer.

Re-purchase:
Sudah repurchase, sekarang ini dalam pemakaian botol kedua saya. Nanti setelah habis pun ada kemungkinan beli lagi.

Harga:
270,000 bisa beli di belanjamimo.us

Ada yang sudah pakai dan suka seperti saya juga atau sedang galau mau beli atau ngga, boleh sharing di kotak komentar ya :)

No comments:

Post a Comment

Previous Page Next Page Home