kadang, saya mikir demikian
Showing posts with label babbling. Show all posts
Showing posts with label babbling. Show all posts
Sunday, April 19, 2026
Tuesday, January 31, 2023
BLOG ADALAH RUMAH
Setiap kali saya kembali kesini, ada kerinduan serupa bertemu kawan lama.
Banyak yang ingin diceritakan, banyak yang ingin disampaikan.
Saturday, November 19, 2022
HOW'S LIFE?
Hai.
Lama kita tidak menanyakan apa kabar pada teman lama,
Lama kita tidak menanyakan apa kabar pada teman lama,
bahkan kadang kita lupa menanyakan kabar hati kita sendiri.
Namun bagaimana kabar saat ini?
Baikkah? atau tidak terlalu?
Bukankah hidup ini sebagaimana kondisi langit?
Kadangkala cerah menyilaukan, kadang juga mendung pekat dan penuh dengan guntur.
Tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat akan hari esok.
Suatu waktu kita merasa sedang berada di puncak dunia, kali berikutnya kita berada di dasar lembah.
Sebagaimana Allah mampu membolak-balikkan hati kita, Dia juga memiliki kuasa untuk menjungkirbalikkan dunia kita.
Semoga hari ini, adalah hari yang baik untuk kamu.
Namun bagaimana kabar saat ini?
Baikkah? atau tidak terlalu?
Bukankah hidup ini sebagaimana kondisi langit?
Kadangkala cerah menyilaukan, kadang juga mendung pekat dan penuh dengan guntur.
Tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat akan hari esok.
Suatu waktu kita merasa sedang berada di puncak dunia, kali berikutnya kita berada di dasar lembah.
Sebagaimana Allah mampu membolak-balikkan hati kita, Dia juga memiliki kuasa untuk menjungkirbalikkan dunia kita.
Semoga hari ini, adalah hari yang baik untuk kamu.
Wednesday, June 29, 2022
PETANG AKHIR BULAN JUNI

setelah urusan kerja mencari nafkah selesai,
ketika urusan mengurus rumah hampir selesai.
Sembari mengintip daftar buku yang belum selesai dibaca dan tumpukan artikel yang belum selesai ditulis, berpikir betapa indahnya ketika kita bisa menghabiskan waktu hanya membaca buku kemudian menulis hal-hal penting mengenai isinya.
Thursday, October 25, 2018
A LITTLE NOTE TO SELF: MERRY GO ROUND

Merry go round resemble to our relation with memories filed in our brain. Whether it’s full of happiness or sadness. It will replay no matter how much we’ve forgotten about it.Just like how we remembered a happy memory, and feels that way every time we think about it.Sad memory could stay forever. Able to make us filled with sadness while it replay inside our brain, drawn the strength we’ve gained. Some of, drawn us from the society.And stayed in our own cave, for a while.
Thursday, February 15, 2018
TRAGEDI 'KEPELESET'-NYA PARA KOMEDIAN
![]() |
| pic source: Pixabay |
Reaksi keras langsung viral dan mewarna video mereka yang sedang manggung dan membawakan materi itu. Meskipun tanggapan beberapa orang yang pengennya menengahi tapi menurut saya salah menyimpulkan mengumumkan depan publik bahwa itu bukan pertanya nyinyirin agamanya, tapi perilaku masyarakat beragamanya. Saya yakin pasti banyak deh yang nggak sepakat dengan ini.
Salah satunya yang paling sulit keluar dari kepala saya adalah seorang mantan penyanyi cilik yang sedang roasting anggota girlband, menyatakan opininya bahwa lelaki se-Indonesia mengidolakan si A karena dia Islam, bukannya si C. Padahal skill nyanyi sama-sama aja, dance juga beda-beda tipis.
Monday, November 27, 2017
TAKE A LITTLE BREAK

A simple break from routine.
A break from people.
even a break from ourselves, our busy mind.
A break from internet life,
and more into the real social life.
Paling tidak itu yang sedang saya coba lakukan beberapa minggu ini.
Lebih menghargai sisi analog, mencurahkan waktu untuk proses dan mencoba mengeliminasi rasa malas untuk melakukan shortcut.
Barangkali tidak akan pernah mudah apalagi berhasil dilakukan dengan keterbiasaan kita yang begitu besar pada tekhnologi, sistem yang serba otomatis dan sosialisasi jauh tapi terasa dekat dengan siapapun yang berada di daftar kontak kita dalam dunia maya.
Sunday, August 20, 2017
TANTANGANNYA PEKERJA KREATIF

Menjadi pekerja kreatif memang banyak tantangan sih.
Meskipun kelihatannya jenis pekerjaan yang menyenangkan - biasanya sesuai dengan passion pelakunya, bisa dikerjakan dimanapun dan bisa kita atur sendiri kapan waktu bekerja. Tapi seperti juga pekerjaan yang lain, ada kesulitan spesialnya juga termasuk jika harus dealing dengan klien atau customer.
Nggak jarang kita bakalan berinteraksi dengan klien dan customer yang kurang bisa menghargai hasil kerja kita. Dalam bidang penulisan misalnya, nggak jarang saya dapat tawaran menulis dari klien dengan requirements segudang tapi dengan harga yang bisa dibilang sadis. Padahal nulis itu nggak sekadar nulis lho, kita juga perlu mikir gimana caranya bikin tulisan tetap enak dibaca dan diikuti biar pembaca nggak bosan. Tentu saja nggak bisa sembarangan ngacak kata dan kalimat asalkan target jumlah katanya terpenuhi.
Ada juga yang bossy sok-sok nyuruh ini itu yang diluar kesepakatan padahal ngasih kerjaannya dikit dan harganya rendah. Lah dikira dia lagi nge-hire asisten pribadi kali ya, kalaupun maksudnya nge-hire aspri atau konsultan ya kudunya tahu diri dengan kasih harga yang pantes lah. Kalau orang kerja dikasih bayaran yang pantes bahkan lebih, saya yakin orangnya pasti juga mau bantu lebih diluar kesepakatan pekerjaan. Tapi kalau nggak ya jangan terlalu ngarep deh. Kenal deket aja enggak, harga maunya murah eh kok mau nyuruh-nyuruh orang :p dikata kerja bakti keleus.
Tuesday, June 20, 2017
CATATAN RAMADHAN TAHUN INI

I found it's pretty hard to keep writing so much in Ramadhan.
Disatu sisi kita pengin menyelesaikan to do list kita yang segambreng untuk ngurusin keluarga sekaligus ngejar target-target Ramadhan dan disisi lain pengin nulis dan apa daya nulisnya cuma sanggup sedikit doang karena sering nggak konsen kebawa ngantuk.
Saya sempat mentargetkan menulis setelah usai Tarawih tapi kenyataannya sering gagal karena jam segitu saya justru ngantuk banget. Demikian juga kalau siang hari, susah konsentrasi karena kebayang banyak hal yang kudu dilakuin dari mulai target ibadah sampai target alokasi waktu buat beberes dan nyiapin buka puasa dan persiapan sahur. It takes time so much ternyata ya. Saya kesusahan mengejar target waktu menulis, beneran. Apalagi nulis disini yang penginnya konsisten untuk catatan sehari-hari dan kontemplasi.
Rasanya kerepotan juga eksekusi ide kreatif satu persatu baik untuk urusan blogging atau diluar itu. Ada beberapa project pribadi yang sudah saya rencanakan tapi belum dieksekusi karena mood yang nggak tepat atau waktunya yang kurang. Apalagi deretan acara buka bareng teman dan koleganya suami. It's fun to catch some chit chat while we're stuck in busy traffic dan saya juga jadi lebih banyak tahu orang-orang di lingkungan pertemanan suami, tapi memang saya jadi makin kekurangan waktu sih untuk hal-hal yang saya rencanakan.
Wednesday, May 31, 2017
UNNECESSARY NOTES

Aduh, sekian hari ninggalin blog ini udah ngerasa bersalah :( Maafkan... maafkan..., susah banget cari mood yang pas buat nulis curhatan yang banyak saat ini. Tetep sih nulis curhat, cuma yang panjang-panjang dan pengin dicurhatin tuh kalau nggak masih ada di kepala ya ilang karena lupa.
Banyak banget yang pengin saya tulis sih, apalagi udah berhari-hari nggak kepegang journalingnya.
Imbas nggak journaling itu jadi banyak banget yang pengin ditulis, tapi nggak tahu spesifiknya apa aja. Saking jurnal manual saya udah jadi perekam isi kepala selama ini karena saya emang lumayan pelupa kalau nyangkut soal pikiran selintas yang muncul dikepala.
Thursday, May 25, 2017
UNINSTALL

Pernah nggak sih merasa lelah dengan sosial media dan memutuskan untuk menarik diri dari sosial media yang kita pakai?
Cuma karena somehow lelah batin saja.
Orang nggak berhenti-berhenti membagikan keseharian mereka di media sosial.
Hari ini ngapain aja, makan apa aja, minum apa aja, hanging out sama siapa.
Kadang, kita juga turut serta didalam perputaran itu, ikut membagi-bagikan keseharian kita kepada orang lain karena it's okay lah ya kan semua orang juga melakukan hal yang sama.
Padahal tanpa sadar kita sedang mengikis privasi diri sendiri.
Dan somehow ngelihatinnya tuh jadi capek gitu :/
Emang sih ya media sosial diciptakan untuk kita bisa punya akses dan wadah buat pamer sesuka kita.
Tapi pernah nggak ngerasain kalau tiring juga ngeliatin timeline. Lelah sendiri ngeliatin timeline yang isinya selfie mulu atau curhat yang sebenarnya kelewat privat.
Saturday, April 29, 2017
POSTING KE 1270
Terlepas dari postingan blog ini yang hingga tulisan ini saya unggah sudah hitungan ke 1270, hitungan kotor sih. Karena kenyataannya ada banyak tulisan yang saya tarik dari publish di blog ini. Beberapa diantaranya karena saya sedang mencoba menulis draft cerita fiksi dan mengingat kita sudah sama-sama tahu lah betapa rentannya sebuah blog oleh pencurian ide dan tulisan sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk menarik semua tulisan yang menjadi bagian dari rencana publikasi komersial saya - yah meskipun nggak tahu apa bakalan terbit dan entah apa saya sanggup menyelesaikan apa yang saya mulai dalam draft-draft itu atau tidak. Tapi saya rasa itu adalah keputusan terbaik yang bisa saya ambil.
Wednesday, March 29, 2017
WEEKS WITHOUT COFFEE
Herannya minggu-minggu tanpa kopi bikin jari saya tersendat.
Pernah ngerasa blogger's block gitu nggak sih?
Merasa blank dan uninspired banget-banget.
I do.
Beberapa hari terakhir ini rasanya banyak banget yang pengin diceritakan tapi saya nggak tahu mau mulai dari mana dulu, buat nulis rasanya berat karena saya bingung gimana ngerangkai bagian awalnya dan gitu mulai ngetik saya tahu kalau tulisan saya nggak akan selesai hanya dalam 1-2 paragraf saja. Dan mendadak saya merasa lelah duluan bahkan sebelum mulai.
I was feel like... lack of creativity.
I need 1 big glass of ice coffee, chocolate croissant or something with cheese, coffee shop and being alone with my journal.
Mungkin juga bareng buku yang isinya menyedihkan tapi bisa bikin saya sabar tetep baca.
Kebanyakan tulisan saya di jendela ini berasal dari acara bengong di coffee shop atau resto yang saya lagi kunjungi. Is it weird?
Wednesday, December 28, 2016
ZONA TERLALU NYAMAN

Pernah pada obrolan dengan seorang teman yang sudah lama saling mengenal, dia bertanya mengenai kabar blog ini.
"Dia oke, baik-baik saja, masih jalan dan masih jadi tempat pembuangan isi kepala," saya terkekeh, iya blog ini memang nggak meleset dari awal fungsinya sebagai tempat tumpah ruah isi kepala dan lebih banyak lagi isi hati.
"Hebat, bisa konsisten update gitu," katanya. Dia pun juga punya blog, dulunya meskipun berteman di dunia nyata kami juga saling berkunjung di dunia maya untuk saling membaca tulisan.
Blog is the new buku curhat ala geng AADC kayaknya dulu. But sometime it works, sometime well... harus saya akui saya nggak cuma menulis apa yang saya alami dan yang saya rasakan, saya juga menuangkan fiksi dan pengandaian yang tidak benar-benar terjadi dalam dunia saya setidaknya. Sering orang salah sangka terhadap isi tulisan saya, bagian dari curhat kah? Atau apa?
Karena itu saya merasa lebih lama blog ini dalam kondisi hidden dari orang-orang yang saya kenal di dunia nyata maka semakin baik agar mereka nggak salah intrepretasi terhadap isi tulisan saya.
Friday, November 25, 2016
BERADA DI BAWAH HUJAN
Sudah mendekati akhir bulan November. Pelatihan saya sudah usai. Selesainya sesuatu selalu menjadi awal dari sesuatu yang lain, yang baru. Pernahkah bertanya-tanya dalam hati apa yang akan terjadi setelah ini kepada kita?
Lembaran harapan yang baru yang setiap hari kita buka lembaran demi lembarannya tanpa tahu apa yang akan terjadi pada jam dan hari berikutnya.
Tahun 2016 dan tinggal kembali di kota ini meskipun tidak setiap hari, dalam beberapa hal masih saja sama. Trotoar sempit atau hampir tidak ada di seluruh kota, tidak ramah pejalan kaki, padahal dulunya lebih dari 4 tahun saya selalu hanya mengandalkan kedua kaki untuk berjalan kemanapun dan ya kendaraan umum. Kemacetan yang terjadi ketika hujan, hampir selalu terjadi dan bahkan sekarang lebih parah. Jalan-jalan yang masih sempit, kota ini terus berkembang dan memperbaiki sektor wisatanya. Peminat udara segar, pemandangan baru dan liburan datang ketika liburan. Kota ini masih sama, selalu mengundang antusiasme dari luar untuk keperluan yang berbeda-beda namun tampak tidak siap untuk dibanjiri pendatang. Sektor wisata yang semakin bagus dan kemacetan yang harus dihadapi setiap hari.
Thursday, November 17, 2016
RANDOM THOUGHT, HARI KE 17 BULAN INI
Kapan kira-kira kamu jadi terbayang dan kepikiran apa saja yang sudah kamu lakukan dalam hidup? Berapa tahun yang sudah menjadi bilangan angka usiamu?
Berapa banyak waktu yang sudah kamu sia-siakan, impian yang kamu tinggalkan dan penyesalan apa yang mengendap dalam hatimu karena sesuatu?
Baiklah, saya memikirkan banyak hal saat ini dalam kondisi ini. Berada di kota tetangga, terlalu banyak dan sering hujan membasahi kota yang saat ini saya singgahi, nyaris mustahil untuk keluar rumah tanpa kehujanan. Keseringan berada dibawah hujan membuat kondisi badan saya tidak nyaman dan kepala pusing entah memang karena pengaruh dari daya tahan tubuh yang sedang tidak baik ataukah pengaruh usia juga menjadi sebab dari tubuh yang semakin lama semakin rapuh.
Saya sedang menulis di kamar kos ketika saya merasa sekeliling seperti bergerak dengan keras, cepat saya memegang kepala karena menduga penyebabnya berasal dari kepala saya yang pusing karena terlalu sering kehujanan. Mendadak saya dengar langkah orang keluar kamar bareng, berisik.
Wednesday, September 14, 2016
TODAY THOUGHTS
Funny, if we got distracted from what we supposed to do with something small. Mine, I was so much distracted when my things relocated without being asked. Especially if it something I need for my work like paint, paper or anything in my work space. I distracted and my mood was ruins.
It was very horrible for me because when I work, I need plans and very good mood. Messy work space didn't works for some people but I love it, somehow. There's some artsy on messy. Messy-but- clean is kinda my style. I kept anything clean on my working space, even it's kinda messy.
If not, well I better work with numbers.
~
Sunday, September 11, 2016
MIDNIGHT TALK
Bagaimana cara merutinkan diri untuk menulisi blog? Biar nggak malas, rajin update meskipun memiliki beberapa blog sekaligus?
Saya sering banget ditanya begitu oleh teman-teman dekat, teman-teman blog saat ini atau yang sudah lama saya kenal dari dunia blog. Percayalah, itu juga selalu menjadi pertanyaan di benak saya karena sebenarnya saya tetaplah nggak serajin 'itu' kok. Tapi kalau benar-benar ingin jawaban dari saya, masih sama: planner.
Biasanya saya mem-planning update-an apa yang mau saya tulis dan blog mana yang mau diupdate. Seringnya seminggu sekali, bisa lebih dari itu jika mendadak ada to do list baru atau koreksi untuk yang sudah saya rencanakan. Acara memiliki beberapa blog sekaligus ini memang diniatkan untuk membuat saya lebih produktif saat urusan rumah dapat diselesaikan dalam waktu singkat meskipun belakangan justru maintenance-nya lumayan 'fiuh' juga :D Yah yang penting selama kesibukan itu positif kita akan lebih banyak terhindar dari pikiran negatif dan mempergunakan waktu secara lebih bertanggung jawab, nggak males-malesan, lebih produktif.
Seorang teman dekat bahkan menjadikan saya pemicu semangat ngeblognya, dia selalu berbagi pengumuman lomba via chatting dan bercerita mengenai rencana dan proyek pribadinya dalam menulis. Katanya dengan ngobrol bareng saya bikin dia merasa semangat untuk update blog dan menulis.
Saya memang berusaha meluangkan waktu untuk menulis di blog kapanpun selama saya merasa ada yang ingin saya ceritakan, apapun entah tentang khayalan, pemikiran atau kehidupan sehari-hari. Bahkan ketika pulang dari acara 'closing' bulanan atau laporan bulanan yang cukup memakan waktu dan membuat saya harus pulang malam, saya menulisi blog. Sering sesampai rumah, mandi dan melewatkan olahraga kemudian memegang ponsel dan mulai mengetik meskipun kadang hasilnya tidak banyak bahkan sering hanya beberapa kalimat saja. Yang penting ada yang lepas dari kepala setiap harinya dan itu membuat saya nyaman, sama nyamannya dengan pijatan di kepala.
Teman dekat saya tidak pulang kerja semalam saya yang dulu dan dia merasa tidak bisa sering menulisi blognya.
"Berarti passion kamu memang disini ya, Nin..." katanya suatu waktu di tengah perbincangan kami.
"I don't even know, apa memang passion itu yang seperti ini?"
Saya memiliki passion dalam blogging itu benar, menulis adalah teman baik saya sekian lama bahkan sejak saya baru bisa menyusun kalimat berantakan di buku sekolah dasar. Prosesnya bikin saya rileks entah kenapa dan setelahnya juga menyenangkan, seperti ada sesuatu yang berhasil keluar dari pikiran dan membuat saya merasa lega. Mungkin blog bagi saya sama artinya dengan pensieve Dumbledore versi muggle.
Tapi, saya tidak hanya memiliki passion dalam bidang ini saja, saya masih suka bekerja dengan angka, masih suka doodling dan mengisengi planner saya dengan coretan dan tempelan sticker serta washitapes. Saya juga masih suka berkutat di dapur, membuat makanan enak dan memakannya itu membahagiakan sih. Saya tahu hal-hal tersebut passionate buat saya karena mengerjakannya sering terasa seru dan membuat lupa waktu, lapar juga nggak berasa. Banyak hal-hal yang saya merasa senang melakukannya hingga lupa waktu, terutama yang berhubungan dengan bekerja. Bekerja selalu menyenangkan sih, karena apa pun kerja keras yang sedang kita lakukan akan mendapatkan kompensasi. Itu buat saya.
Menjadi freelancer berarti menyediakan diri untuk pontang-panting mengatur jadwal keseharian kita dan tiap jamnya harus berjuang mengatasi rasa malas. Saya pernah gagal mengatur waktu dan itu bukan hal yang saya sukai, saya memakai planner untuk menepati dateline dengan baik berhubung saya sering melupakan hal-hal penting jika terlalu sibuk. Jatuh-jatuhnya sering begadang karena ada yang belum terselesaikan pada hari itu. Kebiasaan yang disarankan suami untuk ditinggalkan meskipun saat dia kerja di malam hari, tapi sulit untuk begitu saja hilang. Saya menjelaskan pada dia kalau saja saya hanya duduk depan laptop saja dan mengurus diri sendiri, saya bisa menyelesaikan apa yang saya harus kerjakan sejak pagi hingga sore sebelum pukul 5. Tapi karena segala hal yang harus saya lakukan untuk mengurus rumah membuat jam kerja saya mau tidak mau harus dipecah pada pagi dan malam hari.
Jika sudah buntu dan merasa penat, yang saya lakukan pada malam bahkan dini hari adalah meregangkan punggung sejenak kemudian ke dapur membuat cokelat panas, teh hangat atau air lemon hangat kadang saya juga mencampurkan keduanya untuk menikmati lemon tea. Tidak perlu cara tertentu yang khusus untuk membuat minuman ini, cara membuat minuman segar tidak harus rumit. Kantong teh Sariwangi saya masukkan dalam mug air panas tanpa gula kemudian saya memeras lemon diatasnya, diaduk-aduk. Teh hangat bikin rileks dan lemon alhamdulillah hingga saat ini menjaga kondisi tubuh saya tetap segar meskipun mengantuk bahkan saat sedang hectic-hecticnya. Sering ditemani dengan cemilan yang saya buat dengan memakai oven tangkring di rumah. Iya ngemil di malam hari, tapi kan butuh energi buat mikir ya ;p
Yah itu yang saat ini sedang saya lakukan, minum minuman hangat sambil curhat random begini.
*sambil menghidu aroma minuman di mug*
Saturday, August 27, 2016
AUGUST REVIEW
Agustus tinggal empat hari lagi.
Adrenalin berasa kurang tertantang karena link lomba menulis belum sempat dilihat dan dipikirin konsepnya. Mungkin saya sedang nggak semangat dan malas mikirin lomba tulisan.
Kalau ini bulan sepi dari lomba sih nggak juga, saya ikut banyak giveaway di sosial media. Untuk saat ini nggak di blog dulu. Semangat lagi lesu ceritanya.
Oh ya sudah ikut giveaway kecil-kecilan saya? Link-nya ada sidebar ya, syaratnya gampang banget kok. Seneng sih bisa bagi-bagi biarpun cuma gift kecil-kecilan ke teman-teman, semoga berikutnya bakalan ada giveaway lagi dalam waktu dekat ya... do'akan saja :)
Ada teman yang bertanya apa saya nggak bingung posting buat blog-blog saya? Gimana caranya tetap menjaga waktu updatenya?
Agak susah menjawab pertanyaan itu karena toh saya manusia biasa yang bisa bosan, uninspired dan malas menulis apapun termasuk update blog.
Awalnya ini didorong oleh komentar Paksu bahwa isi blog ini terlalu campur-campur dan saya selalu memiliki banyak list topik yang mau dituliskan untuk update blog. Sering kali nggak maksimal dan nggak ketulis sebelum kemudian lupa karena tertunda topik lain. Daily thought, ulasan film buku fashion dan bahkan make up kalau di list lumayan panjang. Sementara kalau tiap sekiam jam saya update blog selain capek, targetan pembacanya juga nggak bisa banyak. Banyak pembaca blog termasuk saya sih, seringkali melewatkan posting lalu dan cuma baca posting latest update dari sebuah blog saja. Siapa yang kayak saya gini juga?
Kadang hal-hal yang numpuk dipikiran itu saking banyak dan ruwetnya sampek kalau mau ditulis saya juga bingung harus mulai darimana. But I've tried. Mencoba untuk mengurai pikiran dan menarjemahkan menjadi kata-kata dalam jendela ini.
Selalu susah untuk menyampaikan pikiran dan perasaan dalam kata-kata dan kalimat karena seringkali yang kita rasa dan pikir tidak memiliki padanan kata yang setara. Tapi paling tidak saya mencoba.
Untuk membagi waktu dan jadwal dalam menulis, harus saya akui planner membantu banyak. Dengan planner saya bisa membuat jadwal hari ini mau ngapain dan rencana beberapa hari kedepan. Nulis apa aja, topik apa aja, ngapain aja, belanja apa aja dan masak apa.
Sudah membaca beberapa buah buku dan menonton beberapa film, baru ditulis di planner berikut short reviewnya biar saya ingat mau nulis apa tapi jadwal nulisnya belum bener juga. Saya juga sedang membaca buku tentang writers block. Saya jadi ingat saya menderita writers block parah yang sama selama 9tahun, saya mengalihkan kecintaan saya pada kata-kata dengan prosa, dengan cerita pendek dan dengan blog. Saya terlalu nyaman dengan itu sampai rasanya enggan memulai lagi untuk menulis cerita panjang. Selalu saja tidak terselesaikan dan berhenti di tengah jalan.
Mungkin saya harus mulai membuat proyek pribadi dalam menulis, menyusun alokasi waktu selama paling tidak satu jam dalam satu minggu untuk menulis sebuah cerita panjang. Meskipun sudah jelas saya ketinggalan jauh dari progress penulis lain. Tapi lagi-lagi yang penting mencoba dan berusaha. Hasilnya belakangan.
3 bulan terakhir ini, perencanaan saya semakin baik untuk maintain to do list dan diri saya sendiri. Kembali lagi menjadi plannergirl lady yang menyusun dan berusaha menepati jadwal serta rencana yang saya buat sendiri.
Planner juga yang membuat saya ingat proyek pribadi secangkir kopi dalam dua hari. Tapi saya sudah tidak mengkonsumsi kopi selama beberapa hari berturut-turut, berarti bisa minum 3 cangkir berturut-turut hari dong ya :)))
Saya penikmat kopi dan kata-kata yang gagal move on akut.
Adrenalin berasa kurang tertantang karena link lomba menulis belum sempat dilihat dan dipikirin konsepnya. Mungkin saya sedang nggak semangat dan malas mikirin lomba tulisan.
Kalau ini bulan sepi dari lomba sih nggak juga, saya ikut banyak giveaway di sosial media. Untuk saat ini nggak di blog dulu. Semangat lagi lesu ceritanya.
Oh ya sudah ikut giveaway kecil-kecilan saya? Link-nya ada sidebar ya, syaratnya gampang banget kok. Seneng sih bisa bagi-bagi biarpun cuma gift kecil-kecilan ke teman-teman, semoga berikutnya bakalan ada giveaway lagi dalam waktu dekat ya... do'akan saja :)
Ada teman yang bertanya apa saya nggak bingung posting buat blog-blog saya? Gimana caranya tetap menjaga waktu updatenya?
Agak susah menjawab pertanyaan itu karena toh saya manusia biasa yang bisa bosan, uninspired dan malas menulis apapun termasuk update blog.
Awalnya ini didorong oleh komentar Paksu bahwa isi blog ini terlalu campur-campur dan saya selalu memiliki banyak list topik yang mau dituliskan untuk update blog. Sering kali nggak maksimal dan nggak ketulis sebelum kemudian lupa karena tertunda topik lain. Daily thought, ulasan film buku fashion dan bahkan make up kalau di list lumayan panjang. Sementara kalau tiap sekiam jam saya update blog selain capek, targetan pembacanya juga nggak bisa banyak. Banyak pembaca blog termasuk saya sih, seringkali melewatkan posting lalu dan cuma baca posting latest update dari sebuah blog saja. Siapa yang kayak saya gini juga?
Kadang hal-hal yang numpuk dipikiran itu saking banyak dan ruwetnya sampek kalau mau ditulis saya juga bingung harus mulai darimana. But I've tried. Mencoba untuk mengurai pikiran dan menarjemahkan menjadi kata-kata dalam jendela ini.
Selalu susah untuk menyampaikan pikiran dan perasaan dalam kata-kata dan kalimat karena seringkali yang kita rasa dan pikir tidak memiliki padanan kata yang setara. Tapi paling tidak saya mencoba.
Untuk membagi waktu dan jadwal dalam menulis, harus saya akui planner membantu banyak. Dengan planner saya bisa membuat jadwal hari ini mau ngapain dan rencana beberapa hari kedepan. Nulis apa aja, topik apa aja, ngapain aja, belanja apa aja dan masak apa.
Sudah membaca beberapa buah buku dan menonton beberapa film, baru ditulis di planner berikut short reviewnya biar saya ingat mau nulis apa tapi jadwal nulisnya belum bener juga. Saya juga sedang membaca buku tentang writers block. Saya jadi ingat saya menderita writers block parah yang sama selama 9tahun, saya mengalihkan kecintaan saya pada kata-kata dengan prosa, dengan cerita pendek dan dengan blog. Saya terlalu nyaman dengan itu sampai rasanya enggan memulai lagi untuk menulis cerita panjang. Selalu saja tidak terselesaikan dan berhenti di tengah jalan.
Mungkin saya harus mulai membuat proyek pribadi dalam menulis, menyusun alokasi waktu selama paling tidak satu jam dalam satu minggu untuk menulis sebuah cerita panjang. Meskipun sudah jelas saya ketinggalan jauh dari progress penulis lain. Tapi lagi-lagi yang penting mencoba dan berusaha. Hasilnya belakangan.
3 bulan terakhir ini, perencanaan saya semakin baik untuk maintain to do list dan diri saya sendiri. Kembali lagi menjadi planner
Planner juga yang membuat saya ingat proyek pribadi secangkir kopi dalam dua hari. Tapi saya sudah tidak mengkonsumsi kopi selama beberapa hari berturut-turut, berarti bisa minum 3 cangkir berturut-turut hari dong ya :)))
Saya penikmat kopi dan kata-kata yang gagal move on akut.
Thursday, August 4, 2016
ADA CEWEK NERD, DALAM DIRI SAYA
"Kemarin bukannya masih ada?" tanya Paksu, ketika saya tengah memperhatikan sticker-sticker yang dipajang di sebuah minimarket sepulang dari grocery shopping.
Stickernya imut-imut, memanjakan mata. Sebulan lalu saya baru saja belanja beberapa sticker saat sedang di toko buku. Saya kembali pada hobi lama jaman dulu: alat-alat tulis. Rasanya gimana ya, antusias memakai pensil dan bolpoin yang macam-macam, senang dengan planner, binder dan buku catatan.
Ada beberapa hal yang saya senangi saat usia remaja, doodling nggak penting, menulis hal-hal nggak penting dan journaling. Mulai menghilang sejak saya sudah mengenal blog meskipun untuk binder masih tetap nyandu, we can't have too many binder or planner. Am I rite? Ada yang buat sekolah, catatan les, catatan pelajaran tambahan dan sebundel sendiri yang isinya inspirasi. Dari binder inspirasi itu saya membangun cerita, dari mulai menyusul cerita pendek, dongeng, puisi alay hingga novel.
Nah sekarang kalau paksu nanya apa kurang banyak planner yang saya punya sampek-sampek nodongin buku dari pelatihan atau seminar dia, saya ngikik aja. Tiap tab dan tiap bagian dari planner yang saya miliki punya fungsi yang beda-beda. Ada yang dipakainya buat scheduling, ide tulisan, ide desain dan home management, mau dipakai journaling kok sayang soalnya insertnya jadi bakal cepet abis, kan mesti beli juga.
Dulunya journaling ala saya nggak bikin kepo, jadi nggak berisi semacam curhat lagi naksir seseorang atau somehow. Kadang isinya super gajelas misal kertas penuh chit-chat dengan teman saat bosan di jam pelajaran, gambar-gambar baju atau wishlist buku saya yang panjang banget mirip rel kereta. Iya, saya menyusun semua pekerjaan kreatif corat-coret saya untuk dikirim ke media, mendapatkan honor dan lanjut beli buku. Meskipun ya toko buku di kota saya luasnya saat itu cuma segede kamar kos.
Saya rasa kembalinya hobi lama ini karena kita selalu butuh variasi aktivitas, dulunya blog adalah tempat pelarian saya setelah seharian penuh berkutat dengan pekerjaan kantor, terutama saat closing atau menyusun anggaran. Blog adalah pelarian saya saat saya nggak ngerti harus kemana dan ngapain di hari libur. Blog juga pelarian saya saat harus menyelesaikan pekerjaan kantor ketika weekend. Kelar kerja, menulis dulu sebentar, blogging. Untuk menyimpan kenangan sekaligus membuang kelelahan.
Saat ini mungkin karena hari-hari saya diisi dengan aktivitas rumah tangga dan blogging, tujuannya untuk sibuk memang tapi saya juga merasa perlu aktivitas lain. Dulu senang beli baju luar rumah eh sekarang jarang banget, malah kadang sayang, karena baju yang pas dengan ukuran saya biasanya harganya juga ya gitu deh. Beli tas-tas juga kayaknya belum bisa lagi karena target dan tujuan yang saat ini kami miliki lebih penting. Sementara beli printilan macam sticker dan washi tape nggak semahal itu.
Ada kesenangan dalam journaling, tempel-tempel washi dan sticker, mencoba untuk keeping simple memory. Ada kecanduan dalam hias-hias planner meskipun gaya hias-hias cenderung nggak full, ala kadarnya aja yang penting semangat menjalankan yang tertulis disitu.
Ada cewek nerd dalam diri saya yang selalu senang membuka sampul buku baru dan wangi kertas percetakan yang menempel dipermukaannya, yang bahagia menemukan printilan sticky notes lucu dengan harga murah di minimarket, yang tenang menghabiskan waktu dengan corak washi dan bisa doodling di kertas tiap sela waktu. Cewek nerd yang dulu pengin cepat dewasa dan punya uang banyak sendiri biar bisa beli buku-buku sepuasnya tanpa harus nabung-nabung dulu. Iya, tujuan yang sepele tapi enggak gitu buat saya.
Kadang terasa kayak baru kemarin.
Oh ya posting mengenai review planner, journaling dan sebagainya akan saya bahas kapan-kapan di blog hobi saya www.entertaininda.com :)
Nanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)






