Wednesday, January 14, 2015

Cerita Hijrah Dhyna - Dhyna Azeegha

Bismillah
sebenarnya tulisan ini draft blog aku, cuma belum sempurna ^^
ini tentang perjalanan hijrah yang sampai sekarang masih jadi renungan setiap malam dan setelah shalat
tentang jilbab ku yang sehari-hari memang selalu melekat padaku hampir 21 tahun
aku memakai jilbab sejak kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah dulu, karena peraturan sekolah

saat masuk SMP dan SMA aku pernah berniat untuk buka jilbab lagi, tapi ayah gak pernah ngijinin, meskipun aku merengek, karena bagiku berjilbab itu gak gaul, kuper, gak bisa ikut-ikut kegiatan ekskul kayak temen2 yang laen
dengan kecewa aku akhirnya terpaksa kembali berjilbab

tahun kedua SMA, daerah aku mulai diberlakukan syariat islam, jadi semua sekolah diwajibkan siswanya berpakaian islami, bahkan untuk kegiatan sehari-hari pun harus berbusana islami
aku pasrah, dengan berjalannya waktu keinginan untuk membuka jilbab itu seperti menguap, aku gak kepikiran lagi untuk memakai baju pendek, mungkin karena semua orang saat itu sudah berjilbab, jadi tidak ada pembedaan lagi yang mencolok

saat masuk kuliah
disini bertemu dengan mahasiswi-mahasiswi yang memakai jilbab secara berbeda
lebih lebar, lebih longgar, lebih panjang dan tanpa gaya aneh-aneh, plus gamis setiap hari
mereka lebih sering berkumpul di musholla kampus, ikut kajian-kajian rutin
dan aku saat itu masih nyaman dengan jilbab lilit dengan berbagai motif dan warna
masih suka pake jeans dan kalaupun pake rok tetap yang pas badan
aku tahu harusnya jilbab yang baik itu seperti mereka, tapi aku cuek
aku ingin tetap nyaman pada zona keegoisan ini
begitu terus sampai aku lulus kuliah

seiring banyaknya buku yang aku baca aku semakin terbuka mata tentang kewajiban muslimah
dan saat aku mengetahui kalau dosa anak perempuan yang terbuka auratnya ditanggung oleh ayahnya selama dia belum menikah, aku terenyuh, aku menangis
aku secara tidak sadar telah menumpuk dosa buat ayahku selama ini
aku berjanji akan berubah, aku mulai pake rok, kemeja dan jilbab yang dilepaskan saja hingga nutup dada

dua tahun selanjutnya diterima bekerja di perusahaan swasta
resikonya bekerja di perusahaan seperti ini, harus menerima seragam kerja yang disamakan antara perempuan dan laki-laki
parahnya ada beberapa muslimah yang berjilbab lebar terpaksa memangkas jilbabnya agar bisa bekerja di perusahan swasta seperti ini
aku miris, bukankah di negeri syariat seperti ini harusnya banyak kemudahan untuk berpakaian secara islami?
di hari pertama bekerja aku memakai kemeja lengan panjang, rok dan sepatu flat aja, tanpa make-up
sedangkan yang lain lengkap dengan high heel dan full make-up
dan alhamdulillah sampai akhir masa training aku baik-baik saja
pernah aku beranikan diri bertanya ke HRD dan mereka bilang gak apa-apa karena aku kerja di back office, Alhamdulillah

saat aku menikah setahun lalu
ada rasa aneh mengusik hati aku setiap kali melihat wanita-wanita yang memakai jilbab lebar, bergamis, aku sering mandangin mereka dengan rasa kagum, jujur saja kalau aku suka melihat mereka
aku ingin sekali seperti itu, tapi aku diam saja
hingga saat melahirkan Aisyah 7 bulan lalu
aku bilang kalu aku ingin berjilbab lebar dan pake gamis ke suami aku
u know what? itu juga keinginan lamanya
hanya saja dia tidak mau bilang, karena tidak ingin dianggap memaksa
dia ingin aku sendiri yang menginginkannya
dan do'a-do'anya terjawab sudah
senang banget rasanya

mulailah aku hunting baju gamis
kadang jika ada budget lebih aku menjahitkannya ke tukang jahit
namun kendalanya untuk ukuran aku, sangat susah sekali mendapatkannya
mau tidak mau aku harus menyisihkan sedikit penghasilan tiap bulan untuk tabungan menjahitkan atau order gamis

seragam kerja aku menyiasatinya dengan memakai baju kaos longgar lengan panjang jika kebetulan seragam kerjanya berlengan pendek, mengkombinasikan dengan rok hitam lebar
dan alhamdulillah hingga saat ini belum ada komplain dari management terkait seragam kerja aku
semoga juga rejeki aku dilancarkan sehingga masih cukup buat nabung buat jahit gamis dan jilbab lagi, aamiin.

disalin dengan sedikit editan.
 visit : http://dhyna511.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment

Previous Page Next Page Home
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...