Friday, December 30, 2016

ALERGI OH ALERGI


Dari kecil, saya sering bermasalah dengan alergi. Hubungan antara saya dan alergi adalah hate-hate relationship. Nyebelin banget. Alergi bikin saya nggak bisa makan sembarang ayam, telur dan cokelat jenis tertentu. Khusus ayam dan telur, saya nggak bisa makan keduanya kecuali dari jenis free range chicken and egg alias ayam kampung, bukan berasal dari ayam pedaging maupun petelur.
Karena kalau udah kena, gatelnya itu nggak nahan dan bikin saya garuk-garuk. Walhasil kaki saya jauh dari mulus karena penuh bekas luka garukan dan alergi, mirip motif pulau-pulau kecil Indonesia. Ganggu karena gatel iya, tapi yang paling nyebelin menurut anak kecil seperti saya waktu itu adalah jadi nggak bisa makan aneka jajanan yang dipengenin, apalagi saya suka banget cokelat. Nah lho!
Untunglah seiring saya nambah umur, alerginya semakin berkurang sampek nggak sama sekali jadi saya baik-baik aja nggak pernah lagi alergi meskipun makan macem-macem jenis cokelat dan ayam sama telur yang bukan ayam kampung.

Sementara untuk luka-luka bekas alergi yang saya miliki semasa kecil, yang nyebelin baru sepenuhnya hilang ketika saya SMP. Lama banget padahal bekas-bekas luka itu saya miliki sebelum usia sekolah.

Yah memang sih bisa muncul kapan aja dan pada siapa aja. Alergi kabarnya akan lebih mudah muncul pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan terutama kalau fisik mereka lagi tidak dalam kondisi terbaiknya atau sedang nggak sehat. Macam-macam jenis alergi saat ini memang ada banyak sih, salah satunya ada yang disebabkan oleh udara kotor karena polusi juga, nah loh. Makanya itu penting banget untuk tinggal di lingkungan yang memiliki udara bersih agar anak-anak bisa mendapatkan udara yang bersih dan terhindar dari polusi maupun alergi yang berasal dari polusi.

Bagi manteman yang sudah memiliki anak, maka nggak ada salahnya kalau mempelajari juga beberapa jenis alergi yang disebabkan oleh udara kotor berpolusi sebagai wawasan. Berikut ini beberapa jenis alergi tersebut, yang antara lain:

#1 Alergi udara dingin
Ada beberapa anak yang dapat menderita alergi jika berada pada udara dingin, bahkan kebanyakan dari mereka sampai mengeluarkan bercak merah pada kulit setiap kali terkena udara dingin ini. Mungkin tidak menjadi masalah bagi kita yang tinggal di daerah panas karena tentu saja resiko alergi dingin sangat kecil kemungkinannya namun akan sulit jika kita tinggal di daerah berhawa dingin dan sejuk seperti pegunungan. 

Ada teman saya yang semasa kuliah baru tahu bahwa dia ternyata memiliki alergi udara dingin karena tinggal di daerah pegunungan untuk keperluan kuliah, tentu jadinya susah karena dia harus tinggal disana dalam waktu lama. Pada orang dewasa mungkin lebih bisa ditahan, tapi pada anak-anak tentu kasihan kalau mereka rewel sepanjang hari karena merasa nggak nyaman.

#2 Alergi udara kotor
Biasanya salah satu ciri-ciri yang muncul pada anak yang menderita jenis alergi ini adalah anak akan terus bersin-bersin sehingga akan membuat hidung mereka akan tersumbat dan juga akan menjadikan mereka nggak nyaman.

#3 Alergi debu
Debu yang bertebaran dan berada di udara ini juga bisa lho menjadi salah satu musuh yang dapat menyebabkan alergi pada anak-anak. Ini lebih sulit apalagi debu susah untuk dihindari, dalam rumah kita pun meskipun sudah demikian dijaga kebersihannya tentu ada beberapa sudut yang tertutup debu. Sementara debu dapat muncul kembali setiap hari meskipun sering dibersihkan.

Anak-anak yang alergi debu dapat bersin-bersin terus menerus hingga debu dibersihkan. Pada beberapa anak atau orang dewasa yang juga memiliki sakit asma, debu juga dapat memicu asma kambuh.

Nah sekarang kita sudah tahu beberapa jenis alergi yang dapat disebabkan oleh udara ini, jangan khawatir karena pastinya masih ada cara yang bisa dilakukan para orang tua terhadap anak mereka agar alergi ini juga nggak menyebar. Seperti alergi dingin misalnya, tentu yang terbaik adalah tinggal ditempat yang tidak lembab dan sinar matahari leluasa masuk ke dalam rumah, jika memang harus tinggal di daerah dingin mungkin mesin pemanas bisa menjadi solusinya. Sementara pada alergi udara kotor dan alergi debu sudah dikemukakan diatas sih. semoga membantu ya...

Selain tindakan preventif diatas, tentu sebagai pendamping untuk pertumbuhan anak orang tua juga harus memberikan gizi yang baik untuk anak mereka agar mereka tumbuh dengan sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap berbagai penyakit, salah satunya alergi yang sudah kita bahas tadi. 

Perlu kita ketahui bahwa alergi bukan bawaan sehingga bisa sembuh juga dan bisa saja seorang anak yang semula tidak memiliki alergi apapun bisa menderita gejala alergi karena dipicu oleh makanan, udara dan sebagainya. Jika anak terkena alergi, telusuri apa penyebabnya untuk dihindarkan dan  kendalikan alergi tersebut dengan sumber nutrisi yang baik contohnya susu soya. Untuk itu Susu SGM yang sudah lama kita kenal nama brandnya akan baik sekali untuk kesehatan anak serta cocok untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan saat ini.

5 comments:

  1. Kalau aku udah alergi dingin sama alergi debu.... Kadang capek sendiri gara2 dua alergi ini... dulu sempet periksa ke dokter katanya sih gejala asma tapi masih belum jadi gitu asmanya masih gejala. Kalau ada diruangan yang berdebu atau udaranya lagi dingin banget pasti hidung kerasa gatel banget dan bawaannya kepengen bersin terus sampe ga kuat gara2 bersin nya ga berhenti-berhenti :(
    untuk mengurangi alerginya kata dokternya harus rajin olah raga, jadilah aku sekarang lumayan rajin jogging untuk mengurangi alergi ini hahahaha tapi untungnya setelah itu jadi mendingan engga separah dulu-dulu :)

    ReplyDelete
  2. Baru aja detik tadi aku alergi, bentol menyeluruh tubuh, abis itu lemes dan sesak napas, abis dikasih air degan baru siuman huhu. Beneran alergi ini klo diliat emang penyakit sepele, tapi ga sepele juga sih klo uda nyiksa lair batin ampe kayak mau koit huhu, dan aku sebele nek dah bentol, itu gatel beloman sembuh klo blum mratag alias menyeluruh dulu gitu

    ReplyDelete
  3. Sebetulnya istilah alergi udara dingin itu kurang tepat, karena tidak ada manusia yang oversensitif terhadap perubahan suhu.

    Orang yang oversensitif terhadap udara dingin, itu karena udara dingin mengakibatkan hawa jadi lembab. Ketika hawa jadi lembab, debu lebih mudah menempel pada tubuh. Sehingga penderita akan sensitif bereaksi terhadap debu tersebut.

    Jadi yang betul itu adalah alergi terhadap debu pada hawa lembab, bukan alergi udara dingin.

    ReplyDelete
  4. Alergi, ini dulu yang paling aku khawatirin saat awal anak-anak lahir. Tapi alhamdulillah, mereka nggak sampe punya alergi apa-apa.

    ReplyDelete
  5. Alergi... hmm apa ya?
    Anakku alhamdulillah sih ga ada alergi. Sepertinya.

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home