Wednesday, January 18, 2017

DI MASA DEPAN


Mengapa hidup mendadak bisa berubah diluar apa yang kita duga selama ini?
Mengapa sekali dia berubah, perubahannya bisa sedemikian cepat dan mengejutkan?
Akhir-akhir ini saya sering memikirkan tentang itu, mungkin banyak orang selain saya yang mempertanyakan hal yang sama.

Contohnya saja ketika usia sekolah dasar, mungkin karena hidup di desa dimana penduduknya nggak padat, jarang menggunakan kendaraan bermotor dan sebagainya sehingga kebanyakan orang menurut saya relatif memiliki usia yang panjang dan kondisi kesehatan yang baik. Jarang orang meninggal secara tiba-tiba kecuali jika memang sudah lama sakit parah.

Itulah mengapa saya merasa tidak biasa dengan berita-berita teman yang tidak dapat masuk sekolah karena kecelakaan lalu lintas, mengalami pergeseran bahkan juga patah tulang saat saya SMP. Adalah hal yang baru bagi saya alasan tidak masuk yang seperti itu, meskipun benar terjadi.

Saya merasa kasihan dan turut sedih saat teman-teman saya yang tidak masuk karena alasan seperti ini akhirnya masuk kembali ke sekolah setelah beberapa minggu absen. Turut membantu mereka untuk pelajaran yang mereka lewatkan dan membantu keperluan mereka jika saya mampu, seperti misalnya bersedia dititipi saat mau ke kantin karena dengan kondisi mereka yang fisiknya masih masa penyembuhan tentu riskan untuk berempetan berdesakan di kantin sekolah yang selalu padat setiap jam istirahat bukan?

Saya nggak pernah menyangka kalau dalam hidup saya, saya juga akan pernah mengalami hal seperti itu. Dalam gambaran saya dari saat itu hingga dimasa-masa depan, saya akan baik-baik saja tanpa kurang suatu apa. Nggak akan pernah mengalami kecelakaan lalu lintas karena saya bukan tipe orang yang serampangan ketika berada di jalan raya.

Tapi saya salah. Sama sekali salah, ketika saya harus mengalami kecelakaan lalu lintas yang sangat parah sampai benar-benar merubah hidup saya. Satu hal yang akhirnya saya pahami, kita boleh saja menjadi pengguna jalan yang sangat berhati-hati, tapi itu tidak menjamin bahwa pengguna jalan lainnya akan melakukan hal yang sama. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka juga akan berhati-hati ketika menjadi pengguna jalan.

Saat beberapa teman tidak bisa hadir pada jam pelajaran karena sanak keluarga mereka meninggal, bahkan orang tua mereka. Saya merasa turut bersedih hati, I just can't help myself for see them with different perspective after hearing that. Menjaga arah pembicaraan agar jangan sampai mereka bersedih karena teringat akan keluarga mereka yang sudah tiada tersebut.

Saya nggak tahu bahwa bertahun-tahun setelah itu saya juga akan mengalami hal yang sama dengan mereka, kehilangan orang tua baik secara fisik dan konsep kehadiran. Memang nggak pernah terbayangkan, mengingat mereka nampak baik-baik saja, tidak menderita sakit parah apapun dan nampak memiliki usia panjang. Ya paling tidak itulah menurut saya dulu, meskipun kita tidak bisa menilai seseorang memiliki umur panjang atau tidak hanya dari penglihatan kita atau hanya karena mereka termasuk orang yang memiliki peran penting dalam hidup kita.

Rasanya sedikit ironis, ketika saya yang sekarang sedang mengingat apa yang saya pikirkan dimasa lampau, ah itu benar terjadi kah? Atau saya cuma mimpi?

Betapa menduga sesuatu tidak akan pernah hadir dalam hidup kita dengan faktor-faktor yang ada sekarang adalah sesuatu yang salah. Karena Allahlah yang maha punya kehendak apapun yang akan terjadi esok dan tidak ada yang bisa mencegahnya ketika itulah yang akan terjadi, ketika itulah mau Allah.

Segala yang bisa kita dan saya lakukan saat ini adalah bertanya-tanya.
Apakah yang akan terjadi setelah ini? Ujian apa yang akan menanti setelah ujian yang ini? Karena hidup selalu penuh ujian, kita melangkah dari satu ujian ke ujian yang lain. Bergantian.
Entah kenapa dengan bertanya-tanya, saya selalu terjebak antara rasa penasaran, ketakutan dan kekhawatiran terhadap masa depan.

Ketika saya saat ini merasa mampu untuk hidup sehat atau hidup bahagia selama sekitar 50 tahun lagi, apakah itu benar adanya? Atau salah karena mungkin usia saya tidak sampai situ. Mungkin hanya sampai 20 atau 30 tahun lagi, mungkin juga hanya hitungan bilangan beberapa tahun saja.

Saya tidak pernah tahu. Kita tidak pernah tahu.

Kita turut bersedih dan berduka dengan orang-orang di televisi atau pamflet karena kehilangan harta, keluarga bahkan kesehatannya sendiri. Kita sedih saat ini. Kita tidak tahu bahwa mungkin akan berada dalam posisi mereka nanti yang entah kapan.

Oh, why this post making me sad?

16 comments:

  1. dalam sekejap mata, hidup bisa 180 derajat berubah... itu beneran bisa terjadi mba :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa karena itu kadang bertanya2 jadi bikin sedih:(

      Delete
  2. Nggak bikin sedih tp bikin...takut :/

    ReplyDelete
  3. Kalau mikir hal begitu beneran selalu bikin jadi sedih... Seperti kemarin, ada tetangga yang suruh aku buat belajar lagi naik sepeda motor, karena dia sudah bisa dan jadi bisa kemana-mana tanpa 'ngerepotin' suami. Tapi kemudian, selang beberapa hari suaminya kecelakaan yang mengakibatkan salah satupahanya remuk. Aduuuh, beneran ikutan sedih gitu... saat dia bilang, mungkin ini jalan Allah buat dia bisa naik sepeda motor karena suaminya gak bisa anter dia dalam waktu yang entah sampai kapan.

    ReplyDelete
  4. Sayapun kadang ikut terenyuh saat org2 terdekat saya sakit sementara saat ini saya baik2 aja. But who knows 5 years later?!

    ReplyDelete
  5. nggak terasa saya juga ikutan mbrebes mili mbak, bingung juga 50 tahun ke depan apa kabar :') maaf mbak kalo selama ini punya salah kata selama chat (mungkin) dan makasih sudah menyadarkan akan suatu hal melalui postingan ini. Memang.. usia nggak ada yang tahu ya... ngeri kalo mikirin itu, soalnya ngerasa bekalnya masih kurang :')

    ReplyDelete
  6. mendung sekali tulisan kali ini mbak :')

    ReplyDelete
  7. hidup hanya dipergilirkan ya Mba.. :)

    ReplyDelete
  8. mba, aku kayaknya ngga jadi nonton arrival minggu ini :(

    ReplyDelete
  9. benar banget Mba Ninda, saya pun kadang dihantui pikiran "beberapa waktu mendatang, masih adakah saya atau orang-orang yang saya cintai"? "kira-kira setahun ke depan suasana yang seperti ini masih bisa saya rasakan?" pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering hadir terutama saat saya sedang merasa bahagia

    ReplyDelete
  10. :'( udah lama ngga blogwalking, baca ini bikin mixed feeling...

    ReplyDelete
  11. Waktu adalah milik-Nya, segala sesuatu bisa berubah sekejap saja. Tak ada yang bisa mengira apa jadinya nti atau kemudian atau masa depan, meskipun yakin punya pegangan.

    ReplyDelete
  12. Kematian memang selalu jadi misteri
    Ah bHkan kitapun ga tau umur kita sampai kapan

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home